india

[AkhirZaman.org] Puluhan ribu orang yang berasal dari kasta Dalit India berunjuk rasa, memprotes keputusan Mahkamah Agung yang melemahkan perlindungan bagi kastta yang dikenal dengan sebutan ‘haram disentuh itu’. Namun, demonstrasi yang awalnya damai mulai pecah dan berujung dengan tewasnya delapan orang.

Para peserta unjuk rasa menghentikan kereta api dan memaksa sejumlah toko tutup. Demonstrasi yang digelar pada Senin 2 April 2018 berawal damai. Namun, massa mulai panas.

Dikutip dari CNN pada Selasa (3/4/2018), media lokal melaporkan, massa yang panas bentrok dengan polisi. Insiden terjadi di Negara Bagian Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, dan lainnya. Bentrokan dilaporkan terjadi di setidaknya tujuh negara bagian di India.

Menurut Rahul Jain, kepala administrasi Distrik Gwalior di Madhaya Pradesh, tiga orang tewas ketika protes berubah menjadi kekerasan. Ada satu kematian di masing-masing distrik Bhind dan Morena Madhya Pradesh, menurut pejabat setempat.

Polisi memberlakukan jam malam di beberapa bagian Madhya Pradesh segera setelah kematian pertama, kata polisi Superintendent Ashish Singh dari distrik Morena kepada CNN.

Di Punjab, negara bagian dengan persentase tertinggi penduduk Dalit, kasta rendah India, pengunjuk rasa menutup negara bagian utara, memaksa pemerintah menghentikan transportasi umum, menutup bank dan lembaga pendidikan dan menunda ujian sekolah menengah.

Meski demikian, tidak semua protes dilakukan dengan kekerasan atau dalam skala besar. Di Delhi, ibu kota India demonstrasi berlangsung damai.

Dalam sistem kasta Hinduisme, di India, Dalit secara tradisional berada di anak tangga paling bawah.

Anggota kasta yang lebih tinggi terkadang menganggap mereka tidak murni, dan di tempat-tempat tertentu, mereka tidak diizinkan memasuki rumah atau kuil komunitas kasta tinggi atau berbagi peralatan dengan mereka.

Sejumlah kekerasan yang berujung kematian kerap menimpa kaum Dalit India. Biasanya, hanya masalah sepele. Seperti menonton bioskop hingga pria Dalit menumbuhkan kumis.

Namun, yang paling mengenaskan menimpa gadis 14 tahun dari kasta Dalit. Ia diduga dua kali menjadi korban kejahatan seksual oleh pria yang sama.

Pada Mei 2016 lalu, korban diculik oleh pria bejat itu — yang juga dijadikan tersangka atas kasus kekerasan seksual atas dirinya pada Desember 2015 lalu, demikian menurut pejabat Kepolisian New Delhi.

Menyusul kepergiannya, tersangka yang tak disebutkan identitasnya kembali ditangkap.

Kematian korban terjadi di tengah pengungkapan kasus kejahatan seksual yang dialami seorang mahasiswi, yang juga dari kasta Dalit. Pelakunya diduga adalah sejumlah pria yang pernah melakukan tindakan biadab atas dirinya.

Kasus yang menimpa mahasiswa itu menjadi sorotan dunia, membangkitkan keprihatinan sekaligus tanda tanya besar, mengapa para tersangka pemerkosaan bisa melenggang bebas dari penjara dengan jaminan duit. Di sisi lain, insiden tersebut kian menegaskan kerentanan perempuan Dalit di India.

Menurut Biro Catatan Kriminal Nasional India, lebih dari 4 perempuan Dalit menjadi korban kejahatan seksual setiap harinya.

http://www.liputan6.com/global/read/3423272/unjuk-rasa-kasta-haram-di-india-berujung-kekerasan-8-orang-tewas

Kasta dalam sistem Hinduisme sepertinya sudah sangat memberikan corak arogan bagi mereka yang merasa kasta keluarganya yang lebih tinggi dari yang lain serta meremehkan kehidupan orang lain.

Dalam hati sebahagian orang india ini bisa saja sebahagian mereka yang telah berpendidikan serta berwawasan luas menyadari bahwa telah terjadi pelanggaran Ham di India.

Inilah akibat dari suatu negara yang tidak mengenal Tuhan yang sebenarnya, dan berada dalam jeratan setan.

Semoga Injil dapat di terima oleh penduduk dunia dan mereka boleh terbebaskan dari penderitaan di dunia ini.
*

“ “Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang. Malah Ia mengganjar manusia sesuai perbuatannya, dan membuat setiap orang mengalami sesuai kelakuannya.”

Ayub 34:10,11

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here