execution-dock-wapping Copy

Hukuman Mati Serupa Dengan yang Dikeluarkan Oleh Ahasyweros
[AkhirZaman.org] Perintah yang pada akhirnya dikeluarkan terhadap umat Allah yang sisa akan sangat serupa dengan perintah yang dikeluarkan oleh Ahasyweros terhadap orang Yahudi. Sekarang ini musuh-musuh dari gereja yang benar melihat di antara sekelompok orang yang memelihara hukum hari Sabat ada seorang Mordhekai di pintu gerbang. Penghormatan umat Allah terhadap hukum-Nya merupakan suatu teguran yang tetap bagi mereka yang telah membuang rasa takut akan Tuhan dan menginjak-injak Hari Sabat-Nya.-PK 605 (c. 1914).

Saya melihat orang-orang terkemuka dunia mengadakan rapat dan Setan serta Malaikat-Malaikatnya sibuk di sekelillng mereka. Saya melihat sebuah tulisan yang salinan-salinannya disebarkan di berbagai bagian dunia, yang memerintahkan bahwa kecuali orang-orang saleh itu melepaskan iman mereka yang aneh itu dan meninggalkan Sabat, lalu memelihara hari yang pertama dalam pekan, maka setelah suatu waktu tertentu orang banyak bebas untuk membunuh mereka.-EW 282, 283 (1858).

Kalau umat Allah mau menaruh kepercayaan kepada-Nya dan oleh lman bergantung pada kuasa-Nya, prakarsa Setan akan dikalahkan sama mencoloknya pada zaman kita ini seperti pada zaman Mordekhai.-ST, 22 Februari 1910.

Umat yang Sisa Menjadikan Allah Sebagai Benteng Pertahanan Mereka
Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael. Pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput yakni barang siapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu (Daniel 12:1) Bilamana masa kesusahan ini tiba, setiap kasus sudah diputuskan; pintu kasihan tidak lagi terbuka, dan tidak ada lagi belas kasihan bagi orang berdosa. Meterai Allah yang hidup ada pada umat-Nya.

Kelompok kecil umat yang sisa ini, yang tidak sanggup mempertahankan diri dalam peperangan sengit melawan kuasa-kuasa dunia yang dipimpin oleh bala tentara naga itu, menjadikan Allah sebagai benteng pertahanan mereka. Perintah telah disahkan oleh penguasa dunia yang tertinggi bahwa mereka harus menyembah binatang dan menerima tandanya di bawah penganiayaan yang kejam dan kematian. Kiranya Allah menolong umat-Nya sekarang ini, karena apa yang dapat mereka lakukan dalam suatu pertarungan yang begitu menakutkan tanpa bantuan-Nya-5T 212, 213 (1882).

Umat Allah Meninggalkan Kota-Kota: Banyak yang Dipenjarakan
Begitu dikeluarkannya perintah oleh berbagai penguasa dunia Kristen melawan para pemelihara hukum sehingga perlindungan dari pemerintah akan ditarik, dan membiarkan mereka kepada orang-orang yang menghendaki kebinasaan mereka, maka umat Allah akan melarikan diri dari kota-kota dan desa-desa lalu bergabung dalam kelompok-kelompok, tinggal di tempat-tempat yang paling sepi dan terpencil. Banyak yang mencari perlindungan di tebing-tebing pegunungan. . . . Tetapi banyak orang dari segaia bangsa dan golongan tinggi maupun rendah, kaya dan miskin, hitam atau putih, akan dijebloskan ke dalam perhambaan yang paling tidak adil dan kejam. Umat yang dikasihi Allah melewatkan hari-hari melelahkan terikat dengan rantai, dikurung dalam penjara dihukum mati, sebagian seolah-olah dibiarkan mati kelaparan dalam kegelapan dan penjara yang jorok.-GC 626 (1911).

Sekali pun sebuah perintah menyeluruh sudah menentukan waktu di mana para pemelihara hukum itu hendak dibunuh. dalam beberapa kejadian musuh-musuh mereka sudah mengantisipasi adanya perintah itu, rian sebelum tiba waktunya akan berusaha mencabut nyawa mereka. Tetapi tak seorang pun yang dapat menembus pengawal-pengawal perkasa yang ditempatkan pada setiap jiwa yang setia. Sebagian diserang dalam pelarian mereka dari kota-kota dan desa-desa; tetapi pedang-pedang yang diangkat untuk membunuh mereka patah dan jatuh tak berdaya bagaikan sehelai jerami. Yang lain dilindungi oleh para Malaikat yang berpakaian seperti pasukan tempur.-GC 631 (1911).

Pada saat ini umat Allah tidak semuanya berkumpul di satu tempat. Mereka berada dalam kelompok-kelompok yang berbeda di segenap bagian bumi; dan mereka akan diuji secara perorangan, bukan secara kelompok. Setiap orang harus bertahan menghadapi ujian itu sendirian.-4BC 1143 (1908).

lman masing-masing anggota jemaat akan diuji seakan-akan tidak ada lagi orang lain di dunia ini.—7BC 983 (1890).

Rumah dan Tanah Tidak Berguna
Pada masa kesusahan ltu rumah-rumah dan tanah tidak ada gunanya bagi orang-orang saleh, sebab mereka harus melarikan diri dari gerombolan yang sedang mengamuk itu dan pada waktu itu harta mereka tidak dapat digunakan untuk memajukan pekerjaan kebenaran masa kini. . . . Saya melihat bahwa kalau ada yang memeluk harta bendanya, dan tidak bertanya kepada Tuhan apa tugas mereka, maka la tidak akan memberitahukan tugas itu, dan mereka akan diizinkan untuk menyimpan harta kekayaan mereka, dan pada masa kesusahan itu akan muncul di hadapan mereka bagaikan sebuah gunung yang akan menimpa mereka, lalu mereka akan mencoba untuk menjualnya tetap tidak bisa lagi. . . .

Tetapi jika mereka ingin diajar maka Ia akan mengajar mereka, kapan itu harus dijual dan berapa harus dijual.-EW 56, 57 (1851).

Sudah terlambat sekarang untuk bergantung pada kekayaan dunia. Tidak lama lagi rumah-rumah dan tanah tidak akan berguna lagi bagi siapa pun, Karena kutuk Allah akan semakin parah menimpa bumi ini. Seruan datang, Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah (Lukas 22:33). Pekabaran ini harus dipegang teguh – mendesak hati orang banyak agar harta-benda Allah sendiri bisa dikembalikan kepada-Nya melalui persembahan-persembahan untuk memajukan pekerjaan-Nya di dunia ini.-16 MR 348 (1901).

Seperti Pada Masa Kesusahan Yakub 
Perintah akhirnya akan dikeluarkan terhadap mereka yang menghormati hari Sabat hukum Keempat, mencela mereka sebagai orang-orang yang pantas mendapat hukuman paling berat, dan memberi kebebasan kepada orang banyak untuk membunuh mereka pada waktu tertentu. Paham Romanisme di belahan Bumi Lama, dan Protestantisme di belahan Bumi Batu, akan menjalankan tindakan yang sama terhadap mereka yang menghormati semua pengajaran llahi. Kemudian umat Allah akan dljerumuskan ke dalam penyiksaan dan kesukaran yang oleh nabi itu diterangkan sebagai masa kesusahan Yakub.-GC 615, 616 (1911).

Bagi pandangan manusia hal itu akan tampak bahwa umat Allah harus segera memeteraikan kesaksian mereka dengan darah, sebagaimana yang dilakukan oleh para syuhada sebelumnya. Mereka sendiri mulal takut jangan-jangan Tuhan telah membiarkan mereka jatuh ke tangan musuh-musuh mereka. ltulah saat penderitaan yang sangat mengerikan. Siang malam mereka berseru kepada Allah meminta kelepasan. . . .

Seperti Yakub, semua bergumul dengan Allah. Wajah-wajah meneka memperlihatkan pergumulan batin. Semua wajah menjadi pucat. Namun mereka tidak henti-hentinya berdoa dengan tekun.-GC 650 (1911).

Pengalaman Yakub sepanjang malam pergumulan dan penderitaan itu melambangkan cobaan melalui mana umat Allah harus lalui sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. Nabi Yeremia di dalam khayal yang Kudus memandang kepada masa ini, berkata, telah kami dengar jerit kegentaran kedahsyatan dan tidak ada damai, . . . setiap muka berubah menjadi pucat. Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi la akan diselamatkan dari padanya’ (Yeremia 30:5-7).—PP 201 (1890).

Orang Benar Tidak Menyimpan Kesalahan untuk Dinyatakan
Pada masa kesusahan ltu, kalau umat Allah mempunyal dosa-dosa yang tidak diakui muncul di hadapan mereka sementara tersiksa dengan kebalcutan dan penderitaan, maka mereka akan kewalahan; keputusasaan akan melepaskan iman mereka, dan mereka tidak akan mempunyal keyakinan cliri untuk memohon kelepasan dari Allah. Tetapi sementara mereka sangat merasakan ketidaklayakan mereka, maka tidak ada kesalahan yang tersembunyi untuk dinyatakan. Dosa-dosa mereka sebelumnya sudah dihadapkan kepada penghakiman, serta sudah dihapuskan; dan mereka tidak dapat mengingatnya lagi.-GC 620 (1911).

Umat Allah . . . akan sangat merasakan kekurangan mereka, dan sementara mereka mengenang kembali kehidupan mereka maka pengharapan mereka pun akan pudar. Tetapi mengingat akan besamya kemurahan Allah, dan pertobatan mereka sendiri yang sungguh-sungguh itu, mereka pun akan memohon janji-janji-Nya yang disampaikan melalui Kristus bagi orang-orang berdosa yang tak berdaya dan menyesal. Iman mereka tidak akan luntur Karena doa mereka yang tidak langsung dijawab. Mereka akan terus berpegang pada kekuatan Allah, sebagaimana Yakub bertahan memegang Malaikat itu, dan bahasa jiwa mereka akan berkata, Aku tidak akan melepaskan Engkau sebelum Engkau memberkati aku -PP 202 (1890).

Orang-Orang Saleh Tidak Akan Kehilangan Nyawa
Allah tidak mau membiarkan orang jahat memblnasakan mereka yang mengharapkan perubahan, dan yang tjdak mau tunduk kepada perlntah blnatang itu atau menerima tandanya. Saya melihat bahwa kalau orang-orang jahat diizinkan membunuh orang-orang saleh maka Satan beserta seluruh bala tentaranya yang jahat, dan semua yang membenci Allah akan senang. Dan, ah, betapa hebatnya kemenangan lblis pada akhir pertarungan ini, untuk menguasai mereka yang telah begini lama menunggu untuk memandang Dia yang mereka kasihi Mereka yang telah mengejek pemlklran tentang naiknya orang-orang saleh itu akan menyakslkan pemeliharaan Allah atas umat-Nya, dan memandang kelepasan mereka yang mulia itu.—EW 284 (1858). Umat Allah tidak akan bebas dari penderitaan; tetapi sekalipun teraniaya dan tertekan, sementara mereka menderita kekurangan, dan menderita kurangnya makanan, mereka tidak akan dibiarkan binasa.-GC 629 (1911).

Kalau darah dari saksi-saksi Kristus yang setia itu tertumpah pada waktu ini, darah itu tidak akan menjadi sebagai benih yang ditabur untuk menghasilkan penuaian bagi Allah seperti halnya darah para syuhada.-GC 654 (1911).

Allah Akan Menyediakannya 
Sudah berulang-ulang Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa adalah bertentangan dengan Alkitab untuk mengadakan persediaan bagi kebutuhan-kebutuhan kita sehari-hari untuk masa kesusahan itu. Saya melihat bahwa jika orang-orang saleh menumpuk persediaan makanan di tempat mereka atau di ladang pada masa yang sulit, ketika pedang, kelaparan dan wabah sedang melanda negeri, maka itu semua akan dirampas dari tangan mereka dan orang-orang asing akan memungut hasil ladang mereka. Pada waktu ltulah saatnya bagi kita untuk berharap sepenuhnya pada Allah, maka la akan memelihara kita. Saya melihat bahwa roti dan air minum akan terjamin pada waktu itu, dan bahwa kita tidak akan kekurangan atau menderita kelaparan Karena Allah sanggup menggelar meja penuh makanan bagi kita di padang belantara. Kalau perlu la akan menyuruh burung gagak memberi makan kepada kita seperti yang dilakukan-Nya bagi Elia, atau menurunkan hujan manna dari langit sebagaimana dilakukan-Nya bagi orang lsrael.-EW 56 (1851).

Saya melihat bahwa masa kesusahan sudah ada di depan kita, apabila keperluan yang mendesak memakssa umat Allah untuk hidup dengan roti dan air. . . . Pada masa Kesusahan tidak ada yang akan bekerja dengan tangan. Penderitaan mereka bersifat mental, dan Allah akan menyediakan makanan bagi mereka.-Ms 2, 1858.

Masa kesusahan persis di depan kita, dan kebutuhan mendesak akan memaksa umat Allah supaya menyangkal diri dan hanya makan untuk sekadar bisa hidup, tetapi Allah akan menyiapkan kita untuk masa seperti itu. Pada saat yang menakutkan itu kebutuhan kita akan menjadi kesempatan bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya yang menguatkan dan memelihara umat-Nya.-IT 206 (1859).

Roti dan air semuanya dijanjikan kepada umat yang sisa pada masa kesusahan itu.-SR 129 (1870). Pada masa kesusahan itu, sesaat sebelum kedatangan Kristus, orang benar akan terpelihara melalui pelayanan Malaikat-Malaikat Surga.-PP 256 (1890).

Bukan Pengantaraan Tetapi hubungan yang Tetap Dengan Kristus
Kristus sudah mengadakan pendamaian bagi umat-Nya dan menghapuskan dosa-dosa mereka. Jumlah rakyat-Nya sudah ditentukan. . . .

Ketika la meninggalkan kaabah, kegelapan menudungi penduduk bumi. Pada saat yang menakutkan itu orang-orang benar harus hidup di hadapan pemandangan Allah yang kudus tanpa seorang pengantara.-GC 613, 614 (1911).

Akankah Tuhan melupakan umat-Nya pada saat yang mencemaskan ini? . . . Walaupun musuh-musuh menjebloskan mereka ke dalam penjara namun tembok-tembok penjara itu tidak dapat memutuskan hubungan antara jiwa mereka dengan Kristus. Seorang yang melihat setiap kelemahan mereka, yang sudah terbiasa dengan setiap cobaan, berada di atas segala kuasa dunia, dan Malaikat-Malaikat akan menjenguk mereka di kamar-kamar tahanan yang sepi, membawa terang dan damai dari Surga. Penjara itu akan menjadi bagaikan sebuah istana, karena di situ tinggal orang yang kaya akan iman, dan tembok-temboknya yang gelap akan diterangi dengan cahaya Surga seperti pada waktu Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan pujian di tengah malam dalam penjara di Filipi. GC 626, 627 (1911)

Sekiranya manusia dapat melihat dengan penglihatan surgawi maka mereka akan melihat kelompok-kelompok Malaikat yang kekuatannya jauh melampaui penjaga yang menunggui orang-orang yang memegang firman kesabaran Kristus. Dengan keharuan yang lembut Malaikat-Malaikat itu sudah menyaksikan penderitaan mereka dan mendengar doa mereka. Mereka sedang menunggu perintah Panglima mereka untuk merenggut mereka dari bahaya. . . . Juruselamat yang indah itu akan mengirim bantuan tepat pada saat dibutuhkan.-GC 650,655 (1911).

Tidaklah mungkin memberi pendapat tentang pengalaman umat Allah yang masih tetap hidup di bumi ini ketika kemuliaan Surga dan pengulangan penganiayaan masa lampau dipadukan. Mereka akan berjalan di dalam terang yang memancar dari takhta Allah. Melalui para Malaikat akan ada hubungan yang tetap antara surga dan bumi. . . .

Di tengah-tengah masa kesusahan yang akan datang itu suatu masa kesusahan seperti yang belum pernah terjadi sejak adanya bangsa-bangsa — umat pilihan Allah akan berdiri teguh tak bergeming. Setan dan bala tentaranya tak dapat membinasakan mereka, Karena Malaikat-Malaikat yang kekuatannya lebih hebat akan melindungi mereka.-9T 16, 17 (1909).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here