baby Copy

 

[AkhirZaman.org] Pepatah mengatakan, ”Anak adalah titipan dari Yang Mahakuasa,” seperti juga pujangga besar Khalil Gibran, dalam sebuah puisinya yang sangat popular menyebutkan, ”… Mereka adalah putra-putri kehidupan. Dari kita mereka ada… tetapi mereka bukanlah milik kita….”

Sesungguhnya, setiap manusia (anak atau dewasa), memiliki hak-hak yang melekat sejak dia menghirup udara oksigen di muka bumi ini. Ironisnya, banyak orangtua yang sering memperlakukan anak-anak mereka dengan semena-mena, otoriter, dengan anggapan, ”sampai kapanpun anakku adalah anak-anak, yang harus menuruti segala kehendak orangtua.” Walaupun yang disebut anak itu pada saat ini telah memiliki anak-anak mereka sendiri.

Apakah orangtua adalah hakim absolut bagi anak-anak? Setiap hari menyaksikan ulah anak-anak, dan begitu kenakalan terjadi, hati dan pikiran kita bereaksi. Mau diapain anak ini? Cukup diberi pengertian? Diperingatkan dengan keras? Harus dicubit? Atau…?

Saat itulah kita siap memvonis bagai seorang hakim. Maka, emosi, kebijaksanaan dan wawasan berpikir sebagai orangtua sangat menentukan, apakah anak merasa diperlakukan secara wajar dan adil oleh orangtuanya terhadap ulah mereka.

Pada sebuah seminar, ada seorang peserta yang bertanya tentang bagaimanakah kami mendidik anak? Dengan cara baru atau lama? Nah lho, mendidik anak dengan cara baru? (Setiap anak melakukan kesalahan, cukup diberi peringatan). Dan cara lama? (Dengan pukulan atau kekerasan). Dalam mendidik anak tidak ada cara baru atau lama. Karena orangtua paling tahu karakter anak-anak, maka cara apa pun, asal tidak ekstrem, tidak masalah.

Sekali lagi, orangtualah yang paling tahu karakter anak sendiri, selama niatnya baik dan kemudian diberi pengertian benar, maka sebuah pendidikan tidak berbatas pada vonis pemukulan berarti tindak kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi lebih daripada itu, mendidik anak berarti mengantar mereka dalam pembentukan karakter dan kepribadian sebagai bekal menjadi diri mereka sendiri.

Karena setiap anak memiliki karakter khas yang berbeda satu sama lain, maka temukan metode dan mendidik anak sesuai dengan karakter mereka masing-masing sehingga anak tidak hanya mampu memperbaiki diri dari sebuah kesalahan tetapi juga terdorong untuk senang secara terus menerus mengembangkan sisi baiknya.

Di samping itu, keteladanan orangtua merupakan pola pendidikan yang paling ringkas, sederhana dan efektif. Kasih sayang dan komunikasi antar anggota keluarga ditambah dengan contoh nyata dari keteladanan orangtua merupakan unsur penting dalam mendidik buah hati kita. Orangtua yang luar biasa adalah orangtua yang disegani, ditaati dan diteladani oleh anak-anaknya. Selamat mengarungi samudera pendidikan anak.

Roy M. Hutasoit, Rumah Tangga dan Kesehatan, 07-2011, hal. 3.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here