[AkhirZaman.org] Pakar Asia, Victor Cha, dihilangkan dari daftar nominasi kandidat duta besar (dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Korea Selatan (Korsel). Pembatalan itu terjadi setelah dia mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan rencana pemerintah Donald Trump menggempur Korea Utara (Korut).

Sikap Cha yang dia tuliskan dalam sebuah artikel di New York Times. Tulisannya itu justru secara tidak sengaja mengungkapkan tujuan militer AS dan dikhawatirkan mengacaukan kerja keras administrasi Trump di tengah meningkatnya ketegangan nuklir di semenanjung Korea.

Seorang pejabat pemerintah AS mengonfirmasi penarikan Victor Cha dari pertimbangan perannya sebagai duta besar AS untuk Korsel. Kursi dubes AS di Korsel yang sangat penting itu kosong sejak Trump menjabat sebagai presiden.

Pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu menolak mengonfirmasi alasan penarikan Cha sebagai nominator dubes. Namun, The Washington Post melaporkan bahwa dia telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan kebijakan administrasi Trump terhadap rezim Kim Jong-un.

Dalam artikelnya, Cha menyatakan bahwa Korea Utara memang merupakan ancaman nuklir yang besar bagi AS. Tapi, dia tidak mendukung aksi militer yang dia sebut sebagai serangan “bloody nose” tersebut.

”Jawabannya tidak, seperti yang disarankan beberapa pejabat Trump, sebuah serangan militer preventif. Sebagai gantinya, ada opsi militer yang kuat yang bisa mengatasi ancaman tanpa meningkat menjadi perang yang kemungkinan akan membunuh puluhan, bahkan ratusan dari ribuan orang Amerika,” tulis Cha.

”Ketika saya berada dalam pertimbangan untuk mendapatkan posisi dalam pemerintahan ini, saya berbagi beberapa pandangan ini,” lanjut dia.

Bulan lalu tiga sumber pemerintah AS mengatakan kepada The Telegraph of London bahwa Gedung Putih sedang menyusun opsi militer karena diplomasi telah gagal untuk mengekang “rezim nakal” tersebut.

”Pentagon sedang mencoba untuk menemukan opsi yang memungkinkan mereka memukul Korea Utara di hidung, menarik perhatian mereka dan menunjukkan bahwa kita serius,” kata seorang pejabat keamanan AS kepada surat kabar tersebut.

Dalam tulisannya, Cha menyatakan bahwa tindakan militer bisa memaksa Kim Jong-un untuk lengser. ”Namun ada sebuah titik di mana harapan harus menyerah pada logika,” tulis dia yang menjelaskan bahwa opsi militer merupakan sikap yang menyerah.

Menurut Cha, opsi “serangan kinetik” terhadap Korut akan berdampak luas. Cha bukan diplomat sembarangan. Dia dipercaya sebagai “elang” di Korut ketika bertugas untuk pemerintah Presiden Bush.

”Untuk menjadi jelas; Presiden akan menempatkan risiko pada populasi Amerika seluas kota yang berukuran sedang di AS—Pittsburgh, katakanlah, atau Cincinnati—dengan asumsi bahwa seorang diktator yang gila dan tidak dapat dipahami secara rasional dikuasai oleh demonstrasi kekuatan kinetik AS,” tulis Cha.

Berita pembatalan pencalonan Cha sebagai dubes itu memicu kegaduhan di Washington. “Keputusan tersebut benar-benar sangat mencolok dan menunjukkan bahwa pilihan untuk melakukan serangan preventif bukan hanya sebuah rumor, tapi ini adalah kemungkinan nyata,” kata Direktur Program Asia Center Wilson, Abraham Denmark kepada news.com.au, Jumat (2/2/2018).

https://goo.gl/oUeVLd

Sikap Victor Cha ini justru mengonfirmasi bahwa opsi militer AS terhadap Korut bukan rumor.

Sikap AS untuk menghentikan kekuasaan pemerintah Korut sekarang, tentu akan menimbulkan keributan di semenanjung korea, bahkan Korutpun tidak akan berdiam diri, tapi akan memberikan perlawanan yang bertubi-tubi pula.

Korban akan berjatuhan, penyakit akan timbul, dan terbayangkan kesedihan akan terjadi dimana-mana.

Haruskah perselisihan ini ditempuh dengan peperangan? Ataukah awal kekacauan yang akan semakin terus menerus berjangkit bagaikan virus yang menular pada negara-negara lainnya?

“Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang; yang merancang kejahatan di dalam hati, dan setiap hari menghasut-hasut perang!; Deru perang akan sampai ke ujung bumi, sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap bangsa-bangsa; Ia akan berperkara dengan segala makhluk: Orang-orang fasik akan diserahkan-Nya kepada pedang, demikianlah firman TUHAN.”

Mazmur 120:7; 140:3; Yer 25:31.

(Ezr.th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here