belalang

[AkhirZaman.org] Pihak berwenang India mengirimkan pesawat nirawak dan traktor untuk melacak pergerakan belalang gurun dan menyemprotkan insektisida untuk menghalau serangan hama belalang yang dinilai sebagai terburuk yang dialami negara itu dalam hampir 30 tahun.

Melansir DW Indonesia, Jumat (29/5/2020), sekitar 50.000 hektar lahan pertanian di India telah hancur oleh serangan belalang. Dikhawatirkan India akan menghadapi kekurangan pangan terburuk sejak 1993.

Menurut organisasi pangan dan agrikultur di bawah PBB yaitu Food and Agriculture Organization (FAO) belalang gurun biasanya menyerang bagian barat India dan beberapa wilayah di negara bagian Gujarat mulai bulan Juni hingga November. Namun, Organisasi Peringatan Belalang di Kementerian Pertanian telah melihat keberadaan mereka di India pada awal April tahun ini.

FAO memperhitungkan bahwa sekelompok belalang yang berjumlah 40 juta ekor dapat memakan bahan pangan sebanyak yang dimakan oleh 35.000 manusia. Kawanan hama tersebut saat ini telah menghancurkan tanaman musiman di negara bagian Rajasthan dan Madhya Pradesh. Hama ini menyebabkan produksi pangan musiman lebih rendah dari biasanya dan menyebabkan kenaikan harga bahan pangan.

Krisis agraria dan inflasi pangan akan sangat menghambat India dalam menghadapi pandemi corona. Ribuan pekerja migran di negara itu telah meninggal kelaparan saat India tiba-tiba memberlakukan lockdown skala nasional untuk memperlambat laju penyebaran virus corona. Para pekerja ini mendadak kehilangan upah harian mereka untuk membeli makan.

Hujan deras dan angin topan di Samudra Hindia oleh para ahli dituding sebagai alasan meningkatnya jumlah belalang tahun ini. Serangan itu juga tersebar di berbagai wilayah yang lebih luas di India.

India bukan satu-satunya negara yang diserang oleh sekawanan besar belalang pada tahun ini. Pakistan, negara-negara di Afrika Timur, dan Yaman juga menghadapi hama padang pasir ini. Pada bulan Februari 2020, Pakistan mengumumkan keadaan darurat nasional karena serangan belalang di bagian timur negara itu. Hama ini telah merusak tanaman kapas, gandum, jagung dan tanaman lainnya.

Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, juga memperingatkan bahwa upaya untuk mengendalikan hama belalang gurun akan memakan waktu.

“Yang telah kami capai memang signifikan, tetapi perjuangan masih panjang dan (serangan hama) telah meluas ke sejumlah area baru,” ujar Qu. “Jelas bahwa kita belum dapat mengumumkan keberhasilan. Serangan hama sebesar ini jarang dapat dikendalikan dalam waktu beberapa bulan.”

Terlepas dari operasi pengendalian hama yang telah dilakukan, hujan lebat yang terjadi baru-baru ini telah menciptakan kondisi ideal untuk reproduksi hama belalang di beberapa negara. FAO juga telah memperingatkan bahwa serangan belalang akan meningkat pada bulan depan, ketika belalang di Afrika Timur mencapai India. Belalang muda akan tumbuh menjadi belalang dewasa yang rakus pada bulan Juni bertepatan dengan masa petani memulai panen, tulis FAO di situs mereka.

“Belalang, dikombinasikan dengan dampak COVID-19, dapat menyebabkan konsekuensi bencana pada mata pencaharian dan ketahanan pangan,” tegas Qu.

https://www.liputan6.com/global/read/4265676/saat-pandemi-corona-india-alami-serangan-hama-belalang-terparah-dalam-30-tahun

“Belalang itu akan menutupi permukaan bumi, sehingga orang tidak dapat melihat tanah; belalang itu akan memakan habis sisa yang terluput, yang masih tinggal bagimu dari hujan es itu, bahkan akan memakan habis segala pohonmu yang tumbuh di padang.” Keluaran 10:5

Kisah ini terjadi ketika Musa sesuai arahan Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan yaitu Mesir tetapi ditolak oleh raja Firaun. Ketegar tengkuan raja Firaun telah menghasilkan 10 tulah, diantaranya adanya belalang yang memakan habis semua yg bisa dimakannya. Tulah-tulah tersebut terjadi oleh karena penolakannya kepada perintah Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan (Mesir) menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan.

Saat ini bisa jadi kita sedang berada di dalam sebuah perbudakan, mungkin tidak dalam bentuk perbudakan karena penjajahan dari suatu bangsa, tetapi bisa jadi kita mengalami perbudakan oleh karena dosa-dosa atau kesenangan pribadi kita. Bisa jadi perbudakan dari kesenangan main Games, perbudakan dari kekayaan, atau bisa jadi Anda saat ini mengalami perbudakan dari rasa ketakutan atau kekhawatiran akan masa depan.

Kebebasan dari belenggu-belenggu dosa dan segala bentuk ketakutan atau kekhawatiran itu dapat dilepaskan hanya dengan satu cara, apa itu?

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28.

Tuhan saat ini memberikan undanganNya kepada Anda dengan tujuan untuk membantu Anda melepaskan segala kuk dosa, dan segala kekhawatiran akan masa depan Anda. Maukah Anda membukakan hati Anda dan menerima undanganNya?

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14:27.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here