806302 75429389 Copy

Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian unttuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan 72:2 

[AkhirZaman.org] Adalah kesempatan kita untuk mengerti tanggung jawab yang diletakkan Allah kepada kita supaya kita jangan berada dalam kegelapan sebagaimana yang menimpa dunia kita.

Tetapi bilamana kita memikirkan peristiwa kedatangan Kristus yang besar dan khidmat itu di atas awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar, maka kita seharusnya hidup dengan sangat rendah hati di hadapan Allah, jangan sampai kita tidak menerima kasih karunia Allah dan ternyata kita sendiri tidak layak untuk hidup yang kekal. . . .

Kita melihat bahwa sebagian besar dunia ini tidak memikirkan tentang hari besar ini, dan banyak dari antara mereka acuh tak acuh mendengar sesuatu mengenai hal itu. Tetapi kita harus menghadapi catatan hidup kita. Kita harus mengingat bahwa ada saksi untuk segala pekerjaan kita. Satu mata bagaikan nyala api memandang kita dalam segala tingkah laku hidup kita. Pikiran-pikiran kita, maksud-maksud dan tujuan-tujuan hati kita terbuka pada pemandangan Allah. Sebagaimana lukisan dibuat di atas plat yang licin milik si pelukis, demikianlah tabiat kita di atas buku-buku catatan sorga.

Kami bertanya padamu, “Bagaimanakah keteguhan tabiatmu pada pemandangan Allah sekarang ini? Apakah engkau menyediakan jiwamu buat pemeriksaan besar, yang memungkinkan engkau memiliki jubah putih tabiat pada hari itu? “Engkau tidak boleh memanjakan dirimu dalam dosa dan kesalahan. Engkau tidak boleh membuat dirimu menjadi seorang pelanggar hukum moral kebenaran Allah yang besar itu. . . .

Allah sorga telah memberi kita kuasa berpikir dan kecerdasan, dan la ingin kita menggunakannya. la telah mengaruniakan kita tubuh yang diinginkanNya kita pelihara dalam kesehatan yang sempurna sehingga kita dapat memberi pelayanan sepenuhnya kepadaNya. Tuhan Allah hadir senantiasa menyaksikan perbuatan jahat yang dilakukan di antara anak-anak manusia di dunia ini. Bagaimanakah pandanganNya terhadap pria dan wanita untuk siapa la telah membayar harga tunai yang tak terpermanai, tetapi tidak mau menurut hukumNya?. . .

Kita tidak boleh menunggu hingga hari penghukuman barulah kita mulai menyangkal diri dan memikul salib. Maka kita tidak dapat membentuk tabiat untuk sorga. Di dunia inilah, dalam hidup ini kita harus memihak pada Penebus yang hina itu, yang menyangkali diri sendiri itu. Di dunia inilah kita harus mengalahkan kedengkian, perselisihan, sifat mementingkan diri sendiri, cinta akan uang, dan cinta akan dunia. di dunia inilah kita harus memasuki sekolah Kristus, dan mempelajari pelajaran mengenai kerendahan hari dan kelamahlembutan Tuhan itu. Dan di dunia inilah kita harus menjadikan tujuan dan usaha kita yang sungguh-sungguh berlaku setia dan benar pada Allah yang di sorga oleh menurut semua hukumNya dan dengan demikian layak untuk tempat tinggal yang la pergi sediakan bagi semua orang yang mengasihi Allah—Naskah 6a, 27 Juni 1886, “Persediaan Buat Penghakiman,” khotbah Nyonya White di Orebro, Swedia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here