daisis Copy

“Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wahyu 17:13, 14).

[AkhirZaman.org] “Mereka seia sekata.” Akan ada ikatan persatuan yang menyeluruh, satu konfederasi besar dari kekuatan Setan. “Kekuatan dan kekuasaan mereka, mereka berikan kepada binatang itu.” 

Begitulah dinyatakan kekuasaan sewenang-wenang yang menindas terhadap kebebasan beragama, kebebasan menyembah Allah menurut perintah kata hati, sebagaimana yang dilakukan oleh kepausan, ketika pada masa yang silam la menganiaya mereka yang berani menolak untuk menyesuaikan diri dengan upacara-upacara dan acara-acara agama Roma.

Dalam medan perang yang berkecamuk pada zaman akhir akan ada persatuan untuk melawan umat Allah, segala kuasa jahat yang telah murtad dari kesetiaan pada hukum Yehova. Dalam medan perang ini hari Sabat hukum keempat akan menjadi pokok utama permasalahan, karena di dalam hukum hari Sabat Pemberi hukum yang besar itu memperkenalkan diri-Nya sebagai Khalik langit dan bumi. . . .

Dalam buku Wahyu kita membaca mengenai Setan: “Dan la mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan la menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. la menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan la menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya” (Wahyu 13:13-17). . . .

“Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. ltulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. ‘Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya la jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya”’ (Wahyu 16:13-15). . . .

(3SM 392, 393)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here