persaudaraan

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan namaMu? Sebab Engkau saja yang kudus,’ karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakimanMu. Wahyu 15:4.

[AkhirZaman.org] Kristus mau agar kita menyadari bahwa kepentingan kita adalah satu. Juruselamat ilahi itu mati untuk semua orang, agar semua orang dapat memperoleh di dalam Dia sumber ilahi mereka. Di dalam Kristus Yesus kita adalah satu. Dengan ucapan satu nama, “Bapa kami,” kita terangkat pada pangkat yang sama. Kita menjadi anggota keluarga raja, anak-anak Raja sorga. Prinsip kebenaranNya mengikat hati ke hati, apakah mereka kaya atau miskin, mulia atau hina.

Bilamana Roh Kudus menggerakkan pikiran manusia, maka segala persungutan yang tidak berarti dan pengaduan di antara manusia dan sesama teman akan disingkirkan. Sinar terang Matahari Kebenaran akan memancar masuk ke dalam bilik-bilik pikiran dan hati. Di dalam perbaktian kita kepada Allah, tidak akan terdapat lagi perbedaan di antara orang kaya dan orang miskin, orang berkulit putih dan berkulit hitam. Segala prasangka akan lenyap. Bilamana kita menghampiri Allah hendaklah hal itu sebagai satu persaudaraan. Kita adalah musafir dan orang asing, menuju satu negeri yang lebih baik, yakni sorga. Di sana segala kesombongan, pengaduan, penipuan diri sendiri akan berakhir sampai selama-lamanya. Setiap topeng atau kedok akan disisihkan, dan kita akan “melihat dia sebagaimana adanya.”

Rumah perbaktian kita mungkin sangat sederhana, akan tetapi meskipun demikian halnya rumah itu dibenarkan oleh Allah. Jika kita berbakti di dalam roh dan kebenaran dan di dalam keindahan yang kudus, maka rumah perbaktian itu akan menjadi gerbang ke sorga bagi kita. Sementara pelajaran-pelajaran tentang pekerjaan Allah yang ajaib itu diulang-ulangi, dan sementara ucapan syukur diungkapkan di dalam doa dan lagu, ketika itulah malaikat-malaikat sorga menyanyi dan bersatu di dalam pujian dan ucapan syukur kepada Allah. Upacara ini mengusir kuasa setan. Mereka mengenyahkan persungutan dan keluhan sehingga setan kehilangan alasan.

Allah mengajar kita agar kita berhimpun di dalam rumahNya untuk memupuk sifat-sifat kasih yang sempurna. Dengan berbuat demikian berarti memantaskan orang yang tinggal di dunia ini menempati tempat tinggal yang disediakan Kristus bagi orang-orang yang mengasihi Dia, di mana dari hari Sabat ke Sabat, dari bulan baru ke bulan baru mereka berhimpun di dalam kaabah untuk bersatu di dalam lagu-lagu pujian yang mulia, di dalam ucapan syukur dan pujian kepada Dia yang duduk di atas takhta itu, dan kepada Anak Domba itu sampai selama-lamanya.“

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here