takut akan Tuhan

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian. Amsal 3: 13.

[AkhirZaman.org] Takut akan Tuhan ialah permulaan hikmat, dan orang yang mau dibentuk menyerupai ilahi adalah contoh yang paling agung daripada pekerjaan Allah….

Pengetahuan yang berdasarkan percobaan tentang ibadat yang sebenarnya di dalam penyerahan diri setiap hari dan pelayanan kepada Allah, mengukuhkan pertumbuhan yang tertinggi atas pikiran jiwa dan tubuh…. Pemberian kuasa ilahi mendorong usaha kita yang sungguh-sungguh mencapai hikmat atas kesadaran penggunaan kemampuan kita yang sebisa-bisanya untuk menghormati Allah serta mendatangkan berkat atas sesama manusia Karena kuasa ini datangnya dari Allah, dan bukan yang diciptakan dari diri sendiri, maka patutlah kemampuan itu dihargai sebagai talenta yang berasal dari Allah untuk digunakan di dalam pelayanan pekerjaanNya.

Kuasa pikiran yang dipercayakan sorga haruslah diperlakukan sebagai kuasa yang lebih tinggi untuk menguasai tubuh. Nafsu alamiah dan hawa nafsu haruslah ditaklukkan ke bawah pengendalian kata hati dan kasih sayang rohani….

Agama Yesus Kristus tidak pernah membuat bagi penerimanya menjadi hina; agama Yesus tidak pernah membuat dia kasar dan bengis, tidak hormat atau mementingkan diri sendiri, pemberang atau berhati keras. Sebaliknya, agama itu memurnikan citarasa, menyucikan pertimbangan, menjernihkan dan meluhurkan pikiran oleh menaruh semuanya itu takluk kepada Yesus Kristus.

Cita-cita Allah bagi anak-anakNya lebih tinggi daripada pikiran yang dapat dijangkau oleh manusia. Allah yang hidup telah mengaruniakan di dalam hukumNya yang kudus itu satu salinan tabiatNya. Guru terbesar yang pernah dikenal dunia ini adalah Yesus Kristus. Dan apakah ukuran yang telah dikaruniakanNya kepada semua orang yang percaya kepadaNya supaya mereka capai? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Matius 5:48). Sebagaimana Allah sempurna di dalam tindakanNya sebagai Allah, demikianlah manusia dapat sempurna di dalam kemanusiaannya. Cita-cita yang pantas di dalam tabiat orang Kristen adalah tabiat untuk menyerupai tabiat Kristus. Di depan kita terbentang jalan di mana kita akan bertambah maju terus-menerus. Kita mempunyai suatu tujuan tertentu yang patut kita raih, satu ukuran yang akan dicapai, yang di dalamnya termasuk segala sesuatu yang baik, bersih, luhur dan ditinggikan. Harus ada usaha yang terus menerus dan kemajuan yang tetap di dalam penyempurnaan tabiat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here