amaran

Dan sama seperti terjadi pada Zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mareka makan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Lukas 17:26, 27.

[AkhirZaman.org] Tuhan bangsa lsrael adalah Allah yang cemburuan akan kehormatanNya. Saya ingin bertanya, bagaimanakah la memperhatikan penduduk bumi ini yang tinggal di dalam rumahNya dan dari perbendaharaanNya yang limpah itu, yang dicukupkannya dengan makanan dan pakaian, tetapi tidak sering mengucapkan, Terima kasih, kepadaNya? Mereka tidak mengingat segala KebaikanNya. Mereka bagaikan penduduk dunia zaman dahulu kala yang dibinasakan sebab mereka terus-menerus melawan Khaliknya.

Tentang orang-orang zaman dulu kita membaca: “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata …. Berfirmanlah Allah kepada Nuh, Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi” (Kejadian 6:5, 13).

Allah mengamarkan penduduk dunia zaman dahulu, tentang apa yang dimaksudkanNya di dalam membersihkan dunia ini dari kejahatannya. Akan tetapi mereka tertawa mengejek apa yang mereka anggap sebagai ramalan yang bersifat takhyul. Mereka mengejek amaran Nuh tentang datangnya air bah; Ketika Kristus masih berada di dunia ini la memberi amaran tentang apa yang akan terjadi atas kota Yerusalem sebab orang banyak sudah menolak kebenaran, menghinakan pekabaran yang telah dikirim Allah. Tetapi amaranNya tidak dihiraukan oleh mereka.

Tuhan telah mengirim kita, melalui utusan-utusanNya, pekabaran amaran, menyatakan bahwa akhir segala sesuatu sudah dekat, Sebagian orang mau mendengar amaran-amaran ini, tetapi oleh kebanyakan orang hal ini tidak diperhatikan.

Demikianlah kelak akan terjadl ketika Kristus datang. Para petani, saudagar-saudagar, ahli hukum, pedagang-pedagang, semuanya akan terikat dengan urusan dagangnya, dan hari Tuhan itu akan datang seperti jerat bagi mereka.

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah”‘ (Markus 13:35-37).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here