sorga

Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Mazmur 84:3.

[AkhirZaman.org] Bila umat Allah mengalihkan pandangan mata mereka dari perkara-perkara dunia ini menuju ke sorga dan perkara-perkara sorga, mereka akan menjadi suatu umat yang istimewa, sebab mereka akan melihat rahmat, kebajikan, dan belas kasihan yang telah ditunjukkan Allah kepada anak-anak manusia. KasihNya akan menimbulkan satu sambutan dari pihak mereka, dan hidup mereka akan menunjukkan kepada orang-orang yang di sekitar mereka bahwa Roh Allah sedang mengendalikan mereka, bahwa mereka menaruh kasih sayang mereka atas perkara-perkara di atas, dan bukan atas perkara-perkara yang di bumi. Dalam memikir-mikirkan sorga kita dapat membayang-bayangkan dengan mengerahkan segenap pikiran, dan memikirkan yang tertinggi menurut kesanggupan berpikir kita, dan dengan berbuat demikian menjadikan pikiran kita letih dalam usaha memahami lebar dan dalamnya, serta tingginya apa yang dipikirkan itu. Tidak mungkin bagi pikiran kita untuk menyelami hal-hal yang kekal. Tidak mungkin bagi kita, Walaupun dengan berusaha sungguh-sungguh untuk mengerti perkara ini tanpa usaha mempengaruhi segenap tabiat kita supaya baik dan mempunyai satu pengaruh yang diangkat tinggi atas pikiran kita. Sementara kita memikirkan tentang bagaimana Kristus datang ke dunia kita ini untuk mati bagi manusia yang jatuh ke dalam dosa, pada saat itulah kita mengerti sesuatu tentang harga tunai yang telah dibayar untuk menebus kita, dan kitamenyadari bahwa tidak ada kebaikan sejati dan kebesaran yang terpisah dari Allah.

Hanya oleh terang yang memancar dari salib di Golgota itu kita dapat mengetahui ke kedalaman dosa serta kemerosotan apakah umat manusia jatuh karena dosa. Hanya oleh panjangnya tali rantai yang diulurkan dari sorga untuk mengangkat kita ke atas dapat kita mengetahui dalamnya kita tenggelam. Dan hanyalah oleh meyakini kenyataan yang tidak kelihatan itulah kita dapat mengerti sesuatu tentang penebusan yang ajaib itu!

Kita sudah hampir sampai di rumah; kita segera akan mendengar suara Juruselamat lebih merdu dari suara musik yang berkata, Peperanganmu sudah berakhir. Masuklah ke dalam kesukaan Tuanmu. Berbahagialah, berbahaglalah; saya ingin mendengarnya dari bibir Dia yang kekal itu.

Saya mau memuji Dia; saya mau menghormati Dia yang duduk di atas takhta itu. Saya ingin suaraku bergema dan bergema kembali memsrusi istana sorga. Maukah engkau ke sana? Allah menolong kita, dan memenuhi kita dengan segala kepenuhan dan kuasa, lalu kelak kita akan mengecap kesukaan dunia yang akan datang itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here