pengorbanan

KataNya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Lukas 9:23.

[AkhirZaman.org] Kristus mengatakan bahwa sebagaimana la hidup, demikianlah kita harus hidup. . . . JejakNya menuntun sepanjang jalan pengorbanan. Manakala kita melewati kehidupan banyak kesempatan bagi kita untuk mengadakan pengabdian. Di sekeliling kita terbuka pintu-pintu untuk itu. Dengan pemakaian talenta berbicara yang baik kita dapat melakukan banyak hal untuk Tuhan. Perkataan adalah suatu kuasa untuk kebaikan bilamana perkataan itu ditimbang-timbang dengan lemah lembut dan dengan belas kasihan Kristus. Uang, pengaruh, akal budi, waktu, dan kekuatan-semuanya ini adalah karunia yang dipercayakan kepada kita untuk menjadikan kita lebih berguna bagi orang-orang yang berada di sekeliling kita, dan lebih lagi menjadi suatu kehormatan kepada Khalik kita.

Banyak orang merasa bahwa hal itu menjadi suatu kewajiban untuk mengunjungi tempat kediaman Kristus di dunia ini, berjalan di tempat la menginjakkan kaki, menatapi danau di mana la suka mengajar, dan lembah-lembah serta bukit-bukit ke tempat mana la sering mengarahkan pandangan mataNya; akan tetapi kita tak perlu pergi ke Palestina supaya berjalan di atas bekas jejak Yesus. Kita akan mendapati jejakNya di samping ranjang orang sakit, di gubuk-gubuk orang miskin, di lorong-lorong kota yang padat penduduknya, dan di dalam setiap tempat di mana ada hati manusia yang perlu mendapat penghiburan.

Justru setelah kita mengikuti jalan aliran sungai dengan deretan pepohonan yang hijau, demikianlah Kristus dapat dilihat di dalam perbuatan rahmat yang menandai jalanNya di setiap Pangkah. Ke mana saja la pergi, terdapatlah di sana kesembuhan, dan kebahagiaan mengikuti di mana la lewat. Orang buta dan orang tuli bersukaria di hadiratNya. Wajah Kristus adalah yang pertama-tama yang pernah dipandang mata banyak orang; perkataanNya yang pertama yang pernah terdengar di telinga mereka. . . . PerkataanNya kepada orang yang bodoh membukakan sumber mata air hidup kepada mereka. la membagi-bagikan berkatNya berlimpah-limpah dan terus-menerus. Semuanya itu adalah harta kekayaan kekal yang dikumpulkan, yakni karunia Tuhan yang limpah pada manusia.

Berjuta-juta dan berjuta-juta jiwa hampir binasa, yang diikat pada rantai kebodohan dan dosa, tidak pernah sebegitu banyak mendengar kasih Kristus bagi mereka. Jikalau keadaan itu mengenai diri kita, apakah yang kita kehendaki mereka lakukan bagi kita? Semuanya ini, sejauh yang dapat kita lakukan, kita sungguhsungguh berkewajiban menolong mereka. Dasar hidup Kristus, dengan mana setiap orang harus berdiri atau jatuh di dalam penghakiman, adalah, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here