cairn in sea Copy

“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9).

[AkhirZaman.org] Menulis kembali, Paulus mengatakan, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. 

Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa” (1 Timotius 1:15-17).

Kristus “….oleh lnjil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa” (2 Timotius 1:10). Tidak ada manusia dapat memiliki kehidupan rohani yang bebas terpisah dari Dia. Orang berdosa tidak kekal; karena Allah telah berfirman, Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati” (Yehezkiel 18:4). lni artinya semua yang diungkapkannya. Menjangkau lebih jauh dari kematian yang biasa bagi semua orang; itu artinya kematian kedua. Manusia memulai perjalanan pulang di sini, sambil mengatakan, Apakah engkau hendak menjadikan manusia tidak lebih dari pada seekor hewan? lni adalah kemerosotan pemikiran. Tetapi apakah kiranya yang mengangkat manusia dalam pemandangan Allah? Adakah pengumpulannya terhadap uang? Tidak; karena Allah menyatakan, emas dan perak adalah Aku punya. Jikalau manusia menyalahgunakan kekayaan yang dipercayakan padanya, Allah dapat menghamburkannya lebih cepat daripada yang manusia dapat himpun. Manusia dapat memiliki kepintaran yang cemerlang; la dapat menjadi kaya dengan harta kekayaan sebagai karunia-karunia alamiah. Tetapi semua ini diberikan kepadanya oleh Allah, Khaliknya. Allah dapat melenyapkan karunia akal budi, dan dalam sekejap manusia akan menjadi seperti Nebukadnezar, yang turun derajat sampai kepada taral binatang-binatang di padang. lni Allah lakukan oleh sebab manusia bertindak seakan-akan kepintaran dan kuasanya diperoleh dengan bebas di luar Dia.

Manusia hanyalah fana, dan sementara ia merasa dirinya sendiri terlampau pintar untuk menerima Yesus, maka ia akan tetap hanya fana saja. Manusia telah melakukan perkara-perkara luar biasa dalam dunia intelektual, tetapi siapakah yang memberi mereka kuasa untuk melakukan hal ini? Tuhan Allah semesta alam. Jikalau dalam daya guna mereka yang merupakan angan-angan manusia bersorak-sorai oleh sebab kuasa mereka sendiri, dan memuliakan diri mereka sendiri, mengikuti teladan dunia sebelum air bah, maka mereka akan binasa.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here