838272 58642503 Copy
Mengapa tertekan hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah: sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya penolongku dan Allahku. Mazmur 42:5
[AkhirZaman.org] Suami yang kekasih: Saya telah menerima telegrammu. . . . Setan tidak akan menampi sekam, sebab la tidak akan memparoleh apa-apa di sini. la menampi gandum.
 

lblis tidak akan mencoba dan menggoda serta menganiaya mereka yang sudah diketahuinya, oleh sebab mereka sudah terkenal hidup dalam pelanggaran terhadap hukum Allah. Mareka yang telah mendaftarkan diri dalam tentara Tuhan berdiri di bawah panji yang berlumuran darah Raja Immanuel, yang diusahakan setan untuk diancam dan dibinasakan. Orang-orang Kristen akan menghadapi banyak perjuangan sengit dengan musuh yang licik, yang tidak mempunyai belas kasihan. la akan menyeret mereka ke tempat yang paling sulit lalu kemudian bersukaria dalam kesengsaraan mereka. Tetapi syukur kepada Allah, sebab Yesus hidup untuk mengadakan pengantaraan bagi masing-masing kita. Keselamatan kita terletak pada penyerahan diri kita sendiri kepada Allah dan tinggal dalam jasaNya oleh iman yang pernah berkata, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (lbr 13:5).

 
Saya barsuka karana Yesus memegang kita dengan teguh. Pegangan kita lemah dan mudah terlepas, tetapi keselamatan kita bergantung atas pegangan Yesus yang teguh itu pada kita. Saya bersukacita dalam Yesus hari ini. Suamiku, kita telah berjalan berdampingan lebih tiga puluh tahun lamanya di dalam kesukaran dan perjuangan hidup di tengah-tengah pencobaan dan tipu daya setan, anak panahnya terarah kepada kita untuk melukai dan membinasakan; tetapi Yesus telah menjadi kubu pertahanan kita. Setan telah dipukul mundur. Roh Tuhan telah mengangkat suatu standar bagi kita untuk melawan musuh. Matahari kita sudah condong ke barat, tetapi ia tidak akan terbenam dalam kegelapan. Yesus sanantiasa hidup untuk mengadakan pengantaraan bagi kita. Pada akhir zaman kita akan beristirahat di dalam Allah dalam pengembaraan kita dan berharap padaNya. Jikalau kita berjalan dengan Allah, iman kita akan bertumbuh semakin lama semakin terang sampai terang matahari siang, dan pahala orang yang setia pada akhirnya akan menjadi bagian kita.
 
Sawaktu-waktu rohku bergemar di dalam Allah. Saya melihat dalam pengharapan yang terbentang di muka kita kemuliaan besar yang kekal. Bukan kita yang mengusahakannya. Ya, Yesuslah yang mengusahakannya bagi kita dan itu adalah pemberian cuma-cuma, bukan oleh sebab suatu kebenaran atau kebaikan kita sendiri. Marilah kita, dalam beberapa saat pintu kasihan yang masih terbuka bagi kita, berjalan dengan rendah hati bersama Allah dan melakukan dengan setia pekerjaan yang diserahkanNya ke tangan kita.
 
Saya marasa senang engkau berada di pagunungan besar di Colorado. Saya akan berada di sana tidak lama lagi. Dengan damikianlah kita mendekatkan diri kepada Allah melalui hasil karya penciptaanNya yang mamberi kesagaran dan ilham. . . . Sementara menikmati hasil ciptaan Allah ang besar, kita dapat berjalan dengan Allah. Kita dapat berbicara dengan Dia. Dengan Allah sebagai teman kita, sebagai tamu kita, akan menjadi penghormatan tertinggi yang sorga dapat berikan pada kita. Kiranya Tuhan memberkati engkau adalah doa Ellenmu.—Letter 42, 27 Juli 1878 kepada James White, Ketua General Conference.