dosa

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

[AkhirZaman.org] Beberapa orang memiliki pandangan yang terbatas mengenai penebusan. Mereka mengira Kristus hanya menanggung sebagian kecil dari akibat pelanggaran hukum Allah; mereka mengira bahwa, meskipun kemurkaan Allah dirasakan Anak yang dikasihi, melalui semua penderitaan-Nya yang menyakitkan, IA mendapat kasih dan penerimaan Bapa; sehingga pintu liang kubur di depan-Nya disinari oleh cahaya terang pengharapan, dan bahwa IA telah mendapat bukti menetap tentang kemuliaan masa depan-Nya. Ini merupakan kesalahan besar. Penderitaan Kristus terhebat itu adalah pemahaman tentang ketidaksenangan Bapa-Nya, penderitaan mental-Nya sangat luar biasa karena hal ini sehingga manusia tidak dapat memahaminya dengan benar.

Bagi banyak orang kisah tentang sikap merendahkan diri Yesus, kehinaan, dan pengorbanan Tuhan Ilahi kita tidak membangkitkan minat yang dalam… lebih daripada kisah kematian para martir Yesus. Banyak mengalami kematian oleh siksaan yang perlahan; yang lain mengalami kematian oleh penyaliban. Dalam hal apakah kematian Anak kesayangan Allah berbeda dari semua ini?… Jika penderitaan Kristus akibat dari rasa sakit fisik semata, maka kematian-Nya tidak lebih menyakitkan dari kematian para martir itu. Namun rasa sakit pada tubuh hanya sebagian kecil dari penderitaan Anak yang dikasihi Allah. Dosa-dosa dunia ditanggung-Nya, juga merasakan kemurkaan Bapa-Nya sementara mengalami penghukuman akibat pelanggaran hukum. Semua inilah yang menghancurkan jiwa Ilahi-Nya…. Perpisahan yang diakibatkan dosa antara Allah dan manusia sepenuhnya disadari dan amat dirasakan oleh Manusia Golgota yang tak bersalah dan menderita. IA tertindas oleh kuasa kegelapan. IA tidak memiliki satu pun berkas cahaya untuk menerangi masa depan-Nya…. Di dalam masa gelap yang mengerikan inilah, wajah Bapa-Nya tersembunyi, ribuan malaikat jahat mengelilingi Dia, dosa-dosa dunia dibebankan kepada-Nya, sehingga kata-kata keluar dari bibir-Nya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Dibandingkan dengan kehidupan kekal, maka hal lainnya menjadi tidak berarti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here