penglihatan

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Matius 7:19, 20.

[AkhirZaman.org] Sebagian orang yang sekarang hidup adalah skeptis, tidak memiliki keyakinan tentang karunia-karunia yang dimiliki oleh gereja, tidak beriman di dalam kebenaran, sama sekali tidak beragama. Orang-orang yang demikian, sebagaimana telah ditunjukkan kepada saya, adalah buah-buah yang pasti dari penglihatan-penglihatan yang palsu…….

Setan……. sedang terus-menerus menekankan perkara yang palsu—untuk menuntun keluar dari kebenaran.

Penipuan terakhir dari Setan akan berupa melenyapkan pengaruh kesaksian Roh Allah. “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat” (Amsal 29:18). Setan akan bekerja dengan cerdik, dalam cara-cara yang berbeda dan melalui agen-agen yang berbeda, untuk meruntuhkan keyakinan umat yang sisa milik Allah dalam kesaksian yang benar. Ia akan membawakan penglihatan-penglihatan yang palsu untuk menyesatkan, dan akan mencampurbaurkan yang salah dengan yang benar, dan dengan demikian membosankan orang-orang sehingga mereka akan menganggap segala sesuatu yang mengatasnamakan penglihatan-penglihatan sebagai sejenis fanatisisme; tetapi jiwa-jiwa yang jujur, yang mempertentangkan yang salah dan yang benar, akan dimampukan untuk memisahkan diri dari mereka…….

Tidak ada yang lebih merugikan pada kepentingan jiwa, kemurniannya, kebenaran dan pemikiran-pemikirannya yang suci, dan yang berasal dari perkara-perkara yang murni dan abadi, selain daripada memberi hormat dan meninggikan sesuatu yang tidak berasal dari Allah secara terus menerus. Ia itu meracuni hati dan merendahkan pemahaman. Kebenaran yang murni dapat ditelusuri pada Sumber ilahinya, dengan pengaruhnya yang meninggikan, menghaluskan, dan menguduskan tabiat si penerimanya. Sang Penulis dari segala kebenaran itu telah berdoa kepada BapaNya, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:20,21).

Perkara-perkara akan secara terus-menerus muncul untuk menimbulkan perpecahan, untuk menarik dari kebenaran. Penghakiman yang mempertanyakan, mengkritik, mencela dan menyingkirkan ini atas orang-orang lain, bukanlah merupakan sebuah bukti karunia Kristus di dalam hati. Ia itu tidak menghasilkan kesatuan. Pekerjaan yang demikian telah dilakukan di masa lalu oleh orang-orang yang mengklaim diri mereka memiliki terang yang ajaib, padahal mereka berada jauh di dalam dosa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here