ducks at serpentrivers Copy

 

“Pada waktu itulah (setelah mereka melakukan pekerjaan rahmat dan penting ini) terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu” ( Yesaya 58:8).

[AkhirZaman.org] “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya memecah-mecah rotimu bagi orang yang Iapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yesaya 58:5-7).

Kita harus mempraktikkan peraturan-peraturan hukum, dan dengan demikian memiliki kebenaran di hadapan kita; pahala nantinya adalah kemuliaan Allah. Terang kebenaran Kristus akan menjadi penjaga di depan kita, dan kemuliaan Tuhan akan menjadi pahala kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas jaminan ini. Marilah kita senantiasa berdiri pada suatu posisi di mana Tuhan Allah yang di surga dapat menolong kita. Marilah kita memikirkan bahwa adalah kesempatan kita yang tinggi berhubungan dengan Allah menjadi tangan-Nya yang menolong.

Dalam rencana Allah yang besar untuk penebusan bangsa yang hilang, la menempatkan diri-Nya sendiri di bawah perlunya menggunakan agen-agen manusia sebagai tangan-Nya yang menolong. la harus memiliki tangan yang menolong, supaya dapat mencapai manusia. la harus memiliki kerja sama dari mereka yang mau giat, cepat melihat kesempatan-kesempatan, cepat mengerti apa yang harus dilakukan untuk sesamanya manusia.

Kristus menyerahkan nyawa-Nya demi pria dan wanita yang berdosa. la rindu untuk menyelamatkan bangsa itu dari kehidupan durhaka kepada kehidupan menurut dan benar; dan bagi mereka yang menerima Dia sebagai Penebus mereka. Ia menawarkan pahala terkaya yang surga dapat curahkan—yaitu mewarisi hidup yang kekal….

Sekiranya saja kita dapat mengerti dengan lebih penuh akan harga yang tak terbatas membayar penebusan kita Paulus memaklumkan, “kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar (1Korlntus 6:20); dan memang benar; karena harga yang dibayar itu tidak kurang daripada nyawa Anak Allah yang tunggal itu. Marilah kita semua merenungkan hal ini. Kita boleh saja menolak undangan yang disampaikan Kristus pada kita; kita boleh mengabaikan tawaran pengampunan dan damai sejahtera; tetapi tetap merupakan suatu kenyataan bahwa masing-masing kita telah dibeli dengan harga yang telah lunas dibayar, yaitu darah Anak Allah yang indah itu. Dengan demikian, “lngatlah selalu akan Dia” (lbrani 12:3).

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here