Ramalan Ilmuwan

[AkhirZaman.Org] Selama berabad-abad lamanya ramalan akan hari kiamat berulang-ulang kali telah disampaikan, namun kalangan ilmuwan dikenal sebagai pihak yang netral bahkan anti akan ramalan. Pengertian yang keliru pada prinsip dan etika di kalangan ilmuwan sering menuntun pada suatu kesimpulan yang keliru, namun pada hakekatnya ilmuh pengetahuan tidak dapat memungkiri akan adanya hari kiamat. Sejumlah tokoh-tokoh penting serta penelitian-penelitian yang dilakukan dalam kalangan ilmuwan klasik hingga modern tentang dunia dan alam semesta, menyimpulkan suatu fakta tentang tidak kekalnya peradaban dunia sekarang ini.

 

Sir Isaac Newton

isaac

 

Sir. Isaac Newton yang lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 “meninggal 31 Maret 1727 pada usia 84 tahun, dikenal sebagai seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya mensirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah. Newton berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama yang mendukung penelitiannya.

Hingga saat ini Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar sehingga dapat dikatakan sebagai simbol dalam kalangan ilmuwan.

Ditengah-tengah penyelidikanya pada hukum-hukum yang mengatur alam semesta ini, Newton memiliki ketertarikan yang mendalam akan Akhir zaman. Isaac Newton memprediksikan bahwa akan terjadi perang armageddon yang menandai berakhirnya dunia ini yang akan terjadi pada tahun 2060. Newton melakukan penghitungan matematis terhadap umur dunia dengan sumber-sumber dari berbagai kitab ramalan, sejarah, dan juga Alkitab. Newton mendapatkan hasil bahwa setelah Kerajaan Romawi Suci berlalu di tahun 800 M, maka harus ada waktu selang selama 1260 tahun untuk mendirikannya kembali. Newton menulis, bahwa Kerajaan Romawi Suci akan berkuasa kembali yang menandai Hari Akhir Dunia, pada tahun 2060.

Ramalan ini tercatat dalam suratnya yang telah di publikasikan. Penemuan arsip ini membawa pengaruh pada ilmuwan modern sekalipun Newton menulis ini lebih banyak berdasarkan pandangan rohani daripada pandangan logika seorang ilmuwan. Dalam surat yang di tulis pada tahun 1704 seperti yang sudah di pertunjukan di Yerusalem, Hebrew University, diketahui bahwa Newton menggunakan buku Daniel yang merupakan kitab nubuat dalam Alkitab untuk menghitung dan meramalkan akhir zaman dengan menemukaan padanannya pada buku Wahyu, buku yang serupa yang dipahami sebagai pembuka metrai pada kitab Daniel.

dokumen_isaac

Dokumen ramalan Newton

 

Newton juga meramalkan bahwa Orang Yahudi akan kembali ke Israel dan menjadi satu negara, dimana hal ini telah disampaikannya pada tahun 1704, sementara Israel sendiri baru merdeka pada tanggal 14 mei tahun 1948, ± 221 tahun sesudah kematian Newton. Izaac Newton meramalkan bahwa mereka akan kembali ke Yerusalem sebelum akhir dunia:

the ruin of the wicked nations, the end of weeping and of all troubles, the return of the Jews (from) captivity and their setting up a flourishing and everlasting Kingdom.

Yemima Ben-Menahem, salah satu curator yang meneliti tulisan ini mengatakan Dokumen ini menunjukan bahwa menjadi seorang ilmuwan tidaklah berarti harus bertentangan dengan hal-hal rohani ataupun menyangkali campur tangan Tuhan dalam setiap peradaban Dunia.

Surat dari Isaac Newton ini, bersama-sama dengan prosa dan catatan tentang pendapatan dan harga timah, tersimpan disebuah rumah di Portsmouth selama 250 tahun sebelum akhirnya ditemukan setelah pelelang pada tahun 1930-an. Banyak dari dokumen-dokumen Isaac Newton tersimpan di museum nasionl Israel, sampai tahun 1969.

 

 

 

Ilmuwan Modern

Berangkat dari asumsi akan berakhirnya peradaban dunia ini, pengamatan dan pengkajian terhadap segala fenomena di alam semesta ini secara cermat terus dilakukan oleh para ilmuwan. Beberapa diantaranya adalah perubahan-perubahan signifikan pada siklus-siklus di alam semesta yang memicu terjadinya bencana-bencana alam yang maha dasyat yang bisa menyebabkan musnahnya peradaban dunia ini.

Kemusnahan Seketika

Hasil penelitian dikalangan ilmuwan menunjukan bumi kita sekarang ini pernah mengalami kemusnahan peradaban secara regional maupun universal. Di dalam buku yang berjudul Menyibak Cadar Kebudayaan Pra Sejarah tercatat banyak sekali penemuan-penemuan yang menyangkut hal ini. Salah satu diantaranya adalah penemuan peradaban Kreta (Crete) yang musnah secara misterius.

Peradaban Kreta yang pernah berjaya pada lebih dari 3000 tahun silam di Laut Tengah, terkenal dengan arsitektur istananya yang sangat rumit namun mewah. Pada tahun 1980, arkeolog Inggris berhasil menemukan sisa reruntuhan sebuah istana di Knossos, di pulau Crete. Luas arealnya sekitar 2 hektar, dengan ratusan bangunan rumah di dalamnya, yang dihubungkan dengan banyak jalan dan lorong. Strukturnya yang sangat rumit dan belum pernah dijumpai sebelumnya menunjukan suatu peradaban yang sangat maju. Namun kebudayaan yang sedemikian agung itu lenyap tanpa sebab musabab yang jelas. Menghilangnya kebudayaan bangsa ini secara tiba-tiba dari rangkaian sejarah, menjadi salah satu teka teki yang sekian lamanya membayangi para ahli arkeolog dunia.

Pada tanggal 27 April 2006, harian Daily Earth melaporkan, ilmuwan Denmark telah menemukan serpihan kecil batang pohon zaitun di pulau Thera di Laut Aegean yang membuka jalan pada tersingkapnya misteri kemusnahan pulau Kreta. Serpihan batang pohon zaitun ini ada di pulau Thera di Laut Aegean yang terkubur di pulau Santorini pada saat terjadi letusan gunung berapi. Setelah diadakan penelitian pada serpihan ini, para ilmuwan percaya bahwa mereka dapat menghitung waktu persis matinya pohon zaitun tersebut. Temuan itu kemudian diumumkan di majalah Science edisi 28 April 2006.

Berdasarkan serpihan pohon zaitun tersebut, para peneliti dari Universitas Huss, Denmark, menyimpulkan suatu teori yang sangat meyakinkan: kebudayaan Kreta (Crete) ini hancur akibat suatu bencana ledakan gunung api yang maha dasyat disertai gelombang Tsunami hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Letusan gunung berapi itu mungkin merupakan letusan gunung berapi paling dasyat sepanjang sejarah manusia. Luas area yang ditutup oleh debu hasil letusan itu mencapai 62,5 km persegi, kota di atas pulau tersebut tertimbun hanya dalam sekejap mata oleh abu yang sedemikian tebal itu, sekaligus juga membawa pengaruh besar terhadap pesisir Laut Tengah dan kepulauan sekitarnya.

Berdasarkan catatan sejarah, Mesir terlihat pada waktu itu diselimuti oleh kegelapan sepanjang hari selama 3 hari berturut-turut. Selain itu ledakan tersebut juga mengakibatkan terjadinya gelombang Tsunami, dengan ombak yang mencapai 50 meter tingginya. Gelombang yang maha dasyat tersebut menenggelamkan seluruh kota dan desa di atas Pulau Kreta.

Hal yang paling menarik perhatian dari penemuan tersebut adalah lempengan-lempengan yang terbuat dari tanah liat berukirkan abjad, dimana salah satu di antaranya bertuliskan : Swedia telah mempersembahkan 7 orang wanita, anak lelaki dan perempuan masing-masing satu orang.

Di luar dugaan, para arkeolog pun berhasil menemukan tumpukan tulang manusia yang jumlahnya mencapai 200 potong lebih, yang merupakan tulang tengkorak anak yang berusia antara 10 – 15 tahun, yang masih meninggalkan bekas dibunuh dengan benda tajam, serta sebuah biara pemujaan.

Dalam temuan itu terbukti bahwa penduduk Kreta telah melakukan pemujaan dengan mengorbankan manusia hidup. Di dalam biara tersebut ditemukan berbagai jenis wadah dari bahan keramik yang digunakan untuk melakukan pemujaan. Terdapat meja pemujaan, dimana masih tergeletak tengkorak yang diduga adalah korban. Disamping meja tersebut terdapat wadah tempat menampung darah, dan sebilah pisau dari tembaga yang digunakan untuk membunuh.

Sementara di dekat situ terdapat seonggok tumpukan tengkorak lain dengan posisi kepala menengadah ke atas, mengenakan cincin perak di salah satu jarinya, dan seonggok lagi tengkorak yang sedang menutupi wajah sang korban, yang diperkirakan adalah tulang tengkorak sang ketua upacara beserta asistennya.

Tak jauh dari tempat itu ada sekumpulan tulang tengkorak yang serampangan, yang diduga merupakan para pejabat dan pembantu, yang tidak sempat lagi melarikan diri pada saat bencana terjadi dan mati di tempat itu.

Dilihat dari keadaan situs temuan tersebut, arkeolog menyimpulkan bahwa : Pada saat para penduduk Crete sedang melangsungkan upacara pengorbanan manusia hidup, yang bertujuan untuk memohon agar terhindar dari bencana, malah justru telah mengundang terjadinya gempa bumi dan bencana maha dasyat, yang telah merobohkan seketika atap tempat upacara berlangsung dan menimpa semua orang yang ada di dalamnya.

Sebenarnya, bukan hanya Kreta saja. Dari sejarah Tiongkok mulai dari Raja Jie pada Dinasti Xia, dan Raja Zhou dari Dinasti Shang, hingga raja Romawi yang kejam, Nero, ataupun cerita kebinasaan Sodom dan Gomora dalam Alkitab menunjukan pola yang sama yaitu kebinasaan seketika menimpa peradaban yang telah sangat bejat.

Dunia Yang Tunggang Balik

Hasil penelitian lainnya berdasarkan keterangan-keterangan dari web NASA, ditemukan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar, jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka beberapa tahun ini terdapat fenomena baru dimana planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Fenomena-fenomena itu sendiri membawa dampak perubahan pada bumi kita.

Berdasarkan laporan BBC pada tanggal 24 Oktober 2006, dulunya aliran sungai Amazon yang sangat besar itu pernah mengalir kearah barat, bukan mengarah ke timur seperti sekarang ini. Para peneliti dari University of North Carolina (UNC) kemudian menyelidikinya dan menemukan kebenarannya melalui kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian terhadap lapisan batu di Sungai Amazon. Kapan waktu yang tepat berubahnya arah aliran sungai ini belum dapat dipastikan.

Bukan aliran sungai saja yang berubah arah, bahkan kedua kutub bumi kita ini pun telah mengalami perubahan. Dalam majalah Science edisi 8 September 2006, diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan, secara perlahan arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat sekarang ini. Perubahan ini setara dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa. Bahkan India Daily dalam beritanya pada tanggal 1 Maret 2005 melaporkan, bahwa ada sejumlah ilmuwan geofisika dan astronomi dari perusahaan Hyderabad telah meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi perputaran terbalik pada kutub bumi maupun kutub matahari yang disebabkan oleh gangguan grafitasi.

Dampak perubahan-perubahan ini pada bumi kita adalah meningkatnya panas bumi dan iklim yang menjadi tidak menentu, akibatnya kemiskinan dan kesusahan terus mengalami peningkatan secara konstan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Heinz Von Foerster dan beberapa ilmuwan lainnya, menunjukan kesulitan hidup terus meningkat setiap tahunnya seiring pertambahan penduduk. Dengan menggunakan rumus berdasarkan pertambahan penduduk pertahun maka di temukan hasil bahwa dunia ini hanya bisa bertahan sampai pada hari Jumat 13 November 2026 kemudian sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Tabrakan Planet

laporanpenelitian lainnya berdasarkan hasil pengamatan ruang angkasa oleh NASA adalah ancaman hancurnya bumi kita oleh tabrakan dengan benda langit lainnya yang ada di ruang angkasa. Sebuah perhitungan menunjukan bahwa bumi kita berada dalam posisi bahaya berada pada lintasan Asteroid 1997 XF11 pada 26 Oktober 2028. Analisa sementara menunjukan bahwa jarak terdekat yang bisa terjadi antara bumi dengan lintasan asteroid tersebut adalah 951.000 km atau 2,5 kali lebih jauh dari jarak antara bumi dengan bulan. Jika analisa terakhir itu ternyata benar maka dampak negatif dari asteroid tersebut terhadap bumi kita tidak ada. Namun fenomena-fenomena yang terjadi pada alam semesta memperingatkan kita akan hal-hal yang tak terduga yang bisa saja terjadi.

Ketidak pastian pada alam semesta ini didukung oleh ditemukannya sebuah Planet yang bergerak dari galaksi lain masuk pada galaksi kita yang lintasannya menuju tatasurya. Planet ini dikenal dengan nama Planet X atau Nibiru. Penyebab masuknya Planet ini tidak di ketahui secara pasti. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Planet ini memiliki lintasan sendiri yang mana lintasannya ini tepat mengarah pada medan lintasan tatasurya kita.

Orbit_planet_X

Lintasan Planet X berbenturan dengan Tatasurya

Saat ini Planet X sudah berada dalam galaksi kita dan sedang bergerak kearah tatasurya kita, lebih tepatnya akan bertemu dengan lintasan Bumi. Ilmuwan menyebutkan 50 tahun lagi planet X (Nibiru) ini akan memasuki orbit tata surya kita, sejak ia ditemukan tahun 2003 lalu. Planet X adalah planet humongous (tak terkira besarnya) yang memiliki massa seratus kali lipat lebih besar daripada bumi sehingga apabila mencapai tatasurya dan mampu menembus medan magnetnya, maka benturan dengan Bumi tak akan bisa dihindari. Boleh jadi tahun 2053 itulah akhir dunia ini.

lintasan_planet_x_mengarah_ke_bumi

Lintasan Planet X mengarah pada lintasan Bumi

Penemuan planet X bermula dari terdeteksinya gangguan elektromagnetis atas planet-planet pada tatasurya kita. Berangkat dari situ, upaya pelacakan pun dilakukan oleh para ahli perbintangan modern hingga menemukan kenyataan yang mengejutkan yakni: masuknya Planet X ke galaksi kita terutama ke tatasurya kita adalah positif menjadi penyebab perubahan maha dahsyat di bumi kita. Bagaimana mungkin planet yang sedemikian jauhnya dapat memicu perubahan cuaca dan efek-efek bumi lainnya yang terkait?

lintasan_planet_x

Didapati, Matahari sebagai pengatur medan magnet bumi terhalang oleh lintasan Planet X. Planet X (Nibiru) ini memiliki kekuatan magnet yang sangat besar yang hampir sama dengan yang dimiliki matahari. Gerakan Planet X yang memasuki tata surya telah menyebabkan inti bumi memanas akibat adanya tambahan gerakan berputar di dalamnya. Inti bumi terpengaruh untuk menyelaraskan dirinya dengan ekuilibrium yang ada dalam tata surya dikarenakan gangguan medan magnet.

planet_x

Inti bumi yang memanas mengakibatkan peningkatan bertahap pada aktifitas seismik dan gunung berapi. Gempa-gempa pun sering terjadi hingga memicu bencana alam lainnya. Panas dari inti bumi juga dikeluarkan melalui selimut bumi sampai mencapai lapisan bumi sehingga dasar laut pun ikut menghangat. Laut-laut yang menghangat akan membuat perubahan pada arus-arus laut, curah hujan dan pola-pola meteorologis lainnya.

Lebih mendekatnya Planet X akan memicu gempa bumi yang sangat dasyat pada peradaban manusia modern sekarang ini dan akan terjadi di seluruh dunia. Gempa bumi dengan kekuatan jangkauan gempa yang lebih besar dari 9 skala Richter akan terjadi, akibatnya gunung es di kutub Antartika akan membelah dan mencair, menimbulkan gelombang pasang yang dahsyat, membawa hanyut apa saja yang disapunya.

Selanjutnya inti bumi akan berhenti bergerak untuk sejajar dengan medan magnet Planet X, seperti yang sudah pernah diprediksikan oleh seorang ilmuwan matematika Jepang yang bernama Haido Itakawa pada tahun 1980, planet-planet matahari akan tersusun didalam satu garis dibelakang matahari dan kenyataan ini akan mengakibatkan kejadian di angkasa raya yang luar biasa.

Lintasan Planet Nibiru yang melewati tata surya membuka pandangan akan ketidakterhinggaan semesta yang dapat berperan mendatangkan kiamat di bumi. Gempa bumi yang dasyat disertai tsunami akan terjadi dimana-mana sampai pada kehancuran total pada tahun 2053 nanti, jika bumi akhirnya benar-benar akan bertabrakan dengan Planet Nibiru.

 

planet_x2

Sadari

Beberapa ratus tahun belakangan ini, terutama puluhan tahun terakhir, di bawah pengaruh aktifitas manusia, bumi telah berubah menjadi tempat yang tak layak dihuni. Sudah beberapa tahun yang lalu ketika dunia ini adalah tanah yang permai, aman dan nyaman. Entah apa dan bagaimana kaitan yang jelas lainnya, namun perubahan besar-besaran terus terlihat diatas maupun dibawah langit ini, antara garis khatulistiwa hingga ke kedua kutub dibumi kita dikarenakan ulah manusia sendiri.

Kenyataan-kenyataan yang kita lihat disekeliling kita terus menunjukan tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Upaya penanggulangan, pembenahan dan pengantisipasian apapun yang dilakukan oleh manusia tidak kunjung menemui hasil yang memuaskan, tak cukup meyakinkan jutaan hati yang gentar untuk berharap adanya masa depan yang lebih cerah didunia yang tua ini. Kesusahan hidup terus meningkat, tak kuasa melawan nubuat-nubuat ilahi:

(Lukas 21:10,11,25-28)

Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,

dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Temukanlah harapan yang sejati, yang lebih pasti.

 

Referensi

http://erabaru.net/iptek/80-bumi-lingkungan/4720-ilmuwan-prediksi-2012-kutub-bumi-bertukar-posisi

http://www.nytimes.com/2004/02/17/science/from-space-a-new-view-of-doomsday.html

http://www.thebulletin.org/

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/11/101117094248.htm

http://www.docstoc.com/docs/50508908/NASA-Scientific-hidden-facts-about-Doomsday-Forecast-2012-2024

http://www.google.co.id/search?hl=en&q=science+view+on+doomsday&sa=N&tab=sw

http://links.jstor.org

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here