makoko-pemukiman-kumuh-terapung-di-nigeria Copy

Pemukiman Kumuh Di Kota
[AkhirZaman.org] Di kota-kota besar banyak orang yang kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan dibandingkan dengan binatang-binatang yang dungu itu. Bayangkanlah keluarga-keluarga yang tinggal bersama dalam rumah-rumah petak yang keadaannya menyedihkan, banyak di antaranya di ruang bawah tanah yang gelap, lembab dan kotor. Di tempat-tempat yang buruk inilah anak-anak lahir, bertumbuh dan mati. Mereka tidak menyaksikan apa-apa dari keindahan alam yang diciptakan Allah untuk menyenangkan perasaan dan mengangkat jiwa. Dengan pakaian kumal dan setengah kelaparan mereka hidup di tengah-tengah kejahatan dan kehinaan, dibentuk dalam tabiat oleh kemelaratan dan dosa yang mengelilingi mereka. Anak-anak mendengar nama Allah hanya di dalam sumpah serapah. Bahasa kotor, hujatan dan caci maki, itulah yang memenuhi telinga mereka. Bau arak dan asap rokok, bau busuk yang menusuk, kebejatan moral, semuanya mengacaukan pancaindera mereka. Demikianlah banyak orang terlatih menjadi penjahat, musuh-musuh masyarakat yang telah membiarkan mereka dalam kemelaratan dan kebejatan moral.

 Tidak semua orang miskin dari pemukiman kumuh di kota-kota besar itu termasuk golongan ini. Pria dan wanita yang takut akan Allah telah terseret ke dalam kemiskinan karena penyakit atau kemalangan, sering akibat rencana jahat dari orang-orang yang hidup dengan memangsa sesamanya. Banyak orang jujur dan tulus menjadi miskin karena kurangnya latihan kerajinan. Karena kebodohan mereka tidak layak untuk bergumul dengan kesulitan-kesulitan hidup. Setelah kesasar di kota, sering mereka tidak mendapatkan pekerjaan. Karena dikelilingi oleh pemandangan dan suara-suara kejahatan, maka mereka berada di bawah penggodaan yang hebat. Karena tinggal dan sering digolongkan dengan orang-orang jahat yang tak bermoral, hanya dengan pergumulan luar biasa, melebihi kemampuan manusia, maka mereka dapat bertahan agar tidak tenggelam di kedalaman yang sama. Banyak orang yang mempertahankan kesetiaan mereka, memilih menderita daripada berdosa. Khususnya golongan seperti inilah yang memerlukan pertolongan, rasa simpati dan dorongan semangat.

cities CopyJika orang-orang miskin yang sekarang ini berdesak-desak di kota-kota mendapat tempat tinggal di pedesaan, mereka bukan saja mendapat sumber penghidupan tetapi juga kesehatan dan kebahagiaan yang belum mereka ketahui sekarang. Kerja keras, upah yang rendah, perekonomian yang berat, seringkali kesukaran dan kekurangan, akan menjadi bagian mereka. Tetapi betapa besar berkat yang akan mereka peroleh dengan meninggalkan kota besar, dengan godaan-godaan jahatnya, kekacauan dan kejahatannya, kesusahan dan kecurangannya, demi ketenangan dan kedamaian serta kemurnian di pedesaan.

Kepada banyak orang yang hidup di kota-kota di mana tidak terdapat rumput hijau untuk tempat berpijak, yang dari tahun ke tahun hanya memandang ruangan kotor dan gang-gang sempit, tembok-tembok beton dan lantai semen, serta langit yang dipenuhi dengan asap dan debu–kalau orang-orang ini dibawa pindah ke daerah pertanian, yang dikelilingi oleh ladang-ladang hijau, hutan, pegunungan dan anak-anak sungai, langit yang cerah serta udara pedesaan yang segar dan bersih, maka keadaan itu akan tampak hampir menyerupai surga.

Secara luas terputus hubungan dan ketergantungan terhadap manusia, terpisah dari percakapan, kebiasaan dan kesenangan dunia yang merusak, mereka akan datang lebih dekat kepada pusat alam. Hadirat Allah akan lebih nyata bagi mereka. Banyak orang akan belajar bergantung kepada-Nya. Melalui alam mereka akan mendengar suara-Nya berbicara ke dalam hati mereka tentang kedamaian dan kasih-Nya, maka pikiran, jiwa dan tubuh akan menyambut kuasa yang menyembuhkan dan memberi hidup itu.

Jikalau mereka suka berusaha dan mandiri, banyak sekali yang akan mendapat pertolongan, dorongan semangat dan pengajaran. Ada banyak keluarga miskin untuk siapa tidak ada pekerjaan misionaris dapat dilakukan dengan lebih baik selain membantu mereka tinggal di pedesaan dan belajar bagaimana mengusahakannya untuk penghidupan mereka.

1TSj9se8Nc CopyKebutuhan akan pertolongan dan pengajaran demikian tidak terbatas di kota-kota saja. Sekalipun di pedesaan, dengan segala kemungkinan untuk hidup lebih baik, banyak orang miskin yang sangat membutuhkan. Seluruh masyarakat itu kurang berpendidikan dalam hal perindustrian dan bidang sanitasi. Banyak keluarga yang hidup di gubuk-gubuk dengan perabot dan pakaian yang serba kurang, tanpa peralatan, tanpa buku-buku, kurang hiburan dan kesempatan serta sarana kebudayaan. Jiwa-jiwa yang tertekan, tubuh yang lemah dan penyakitan, semua menunjukkan akibat warisan jahat dan kebiasaan-kebiasaan buruk. Orang-orang ini harus dididik dari dasar. Mereka sudah terbiasa enggan bekerja, malas, hidup kacau, dan mereka perlu dilatih untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan jelek itu.

Bagaimana mereka dapat disadarkan akan perlunya perbaikan? Bagaimana mereka dapat diarahkan kepada taraf kehidupan yang lebih tinggi? Bagaimana mereka dapat ditolong supaya bangkit? Apa yang dapat dilakukan sementara kemiskinan merajalela dan harus dihadapi dengan setiap langkah? Tentu saja pekerjaan ini sulit. Reformasi yang diperlukan tidak akan terlaksana kecuali pria dan wanita itu dibantu oleh satu kekuatan di luar diri mereka. Adalah rencana Allah agar yang kaya dan yang miskin terikat erat oleh ikatan rasa simpati dan suka menolong. Mereka yang mempunyai harta, bakat-bakat, dan kesanggupan-kesanggupan harus memanfaatkan karunia agar menjadi berkat bagi sesama manusia.

Petani-petani Kristen dapat melakukan pekerjaan misionaris sejati dengan menolong orang miskin untuk mencari tempat tinggal di pedesaan dan mengajar mereka bagaimana caranya mengolah tanah dan membuatnya produktif. Ajarlah mereka bagaimana menggunakan alat-alat pertanian, bagaimana menanam pelbagai jenis palawija, dan bagaimana caranya menanam dan merawat kebun buah-buahan.

Banyak orang yang sudah mengolah tanah mereka gagal memperoleh hasil yang cukup karena kelalaian mereka. Kebun buah-buahan mereka tidak dirawat, palawija tidak ditanam pada musimnya yang tepat, dan pengolahan tanah hanya dikerjakan sekadarnya. Kegagalan itu mereka anggap akibat tanah yang tidak subur. Saksi palsu sering muncul untuk mempersalahkan lahan itu, yang kalau diolah dengan seksama akan membawa hasil yang baik. Perencanaan yang sempit, usaha yang hanya sedikit dilakukan, hanya sedikit belajar tentang cara-cara yang terbaik, semuanya sangat memerlukan perbaikan.

140430035Sawah-1-yuanapurnama.wordpress.com CopyHendaknya cara-cara yang tepat diajarkan kepada semua orang yang mau belajar. Kalau ada orang yang tidak ingin kamu jelaskan kepada mereka tentang cara-cara yang lebih maju, biarlah pelajaran itu dibiarkan dengan diam-diam. Tingkatkan pengolahan tanahmu sendiri. Ucapkanlah satu dua kata kepada tetanggamu kalau mungkin, dan biarlah panenmu yang berbicara nyaring dalam mendukung metode penggarapan yang benar. Tunjukkanlah apa yang dapat dilakukan dengan lahan itu apabila dikerjakan dengan baik.

Haruslah diperhatikan pembangunan berbagai jenis industri agar keluarga-keluarga miskin mendapat pekerjaan. Pertukangan kayu, pertukangan besi dan setiap orang yang memahami jenis pekerjaan apa saja yang bermanfaat, seharusnya merasa bertanggungjawab untuk mengajar dan menolong yang tidak tahu dan yang masih menganggur.

Dalam pelayanan kepada orang miskin ada lapangan pekerjaan luas bagi laki-laki dan perempuan. Jurumasak yang terampil, pengurus rumah tangga, penjahit wanita, perawat–pertolongan mereka sangat dibutuhkan. Biarlah para anggota keluarga yang miskin diajar memasak, bagaimana membuat dan menambal pakaian sendiri, bagaimana merawat orang sakit, dan bagaimana mengurus rumah dengan baik. Biarlah anak laki-laki dan perempuan diajar dengan seksama sebagian dari keterampilan atau pekerjaan yang berguna.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here