hjrh Copy

[AkhirZaman.org] Dalam artikel sebelumnya kita telah melihat bahwa Qushai berhasil merebut kota Mekah dan Ka’abah dari tangan keturunan Khuza’ah. Dan itu memberikan kepadanya sebuah gelar sebagai “Pahlawan Quraisy.”

Namun yang pasti dengan demikian keturunan Ibrahim, kaum Quraisy Mekah sangat dimuliakan dan dihormati di Mekah, sama halnya dengan keturunan Ibrahim yang lain, yaitu kaum Yahudi Yerusalem yang mendapat kedudukan dan kemuliaan di kalangan bangsa asing yang tinggal di sekitar Yerusalem, sebagaimana dapat kita baca dalam Kitab Injil Kisah Para Rasul 10:28, 29 (Terjemahan Lama) bunyinya: “Lalu kata Petrus kepada mereka itu, ‘Kamu sendiri mengetahui, bahwa tiada halal bagi seorang Yahudi berkarib atau bercampur dengan orang bangsa asing; tetapi Allah sudah menunjukkan kepadaku, supaya aku jangan mengatakan barang seorang pun haram atau najis. Sebab itulah aku datang juga dengan tiada enggan, tatkala aku dipanggil.’”

Kitab sejarah mencatat tentang kemuliaan kaum Quraisy Mekah itu sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Kelengkapan Tarikh Muhammad SAW, jilid IA, halaman 79, 80: “Sebagaimana telah kami terangkan di atas, betapa tinggi dan mulianya pandangan segenap Qabilah-qabilah Arab yang lain tergadap golongan Quraisy terutama sekali karena mereka itulah yang mengepalai semua urusan dan pekerjaan-pekerjaan penting. Mereka yang mengurus Ketata Negaraan di Mekah dan Pemegang Kunci Ka’abh. Di samping itu kaum Quraisy mempunyai hak-hak istimewa umpanya: ‘Tidak diharuskan membayar iuran-iuran yang telah ditetapkan akan dipikul oleh tiap-tiap kepala. Jika mereka akan kawin dengan wanita-wanita dari Qabilah-qabilah Arab lainnya tidak ada halangan apa-apa, dan tidak diharuskan membayar mas kawin. Sebaliknya bangsa Arab yang lain, tidak diperkenankan dengan wanita-wanita kaum Quraisy. Jika bangsa Arab dari Qabilah lain berbuat salah kepada golongan Quraisy, mereka dijatuhi hukuman. Sebaliknya jika ada golongan Quraisy berbuat salah kepada bangsa Arab lain tidak boleh dihukum oleh mereka. Itulah hak-hak istimewa golongan Quraisy sebelum datang agam Islam.’”

AGAMA BANGSAWAN QURAISY
Sejarah mencatat tentang apa agama Bangsawan Quraisy itu: “Sepanjang riwayat, banyaknya berhala-berhala dan patung-patung yang ditaruh di sekeliling Ka’abah saja pada masa Tanah Hijaz di tangan kekuasaan Bangsa Quraisy, sudah lebih dari 300 buah berhala . . . . Berhala-berhala mereka yang paling besar adalah Hubal. Di bawahnya adalah Manata, kemudian Al-Lata, dan Al-Uzza . . . Mereka berkeyakinan bahwa barangsiapa mencela atau mencaci maki brhala Al-Lata atau Al-Uzza, ia akan mendapat penyakit sopak” (Kitab Kelengkapan Tarikh Muhammad SAW, jilid IA, halaman 49, 50, 51).

“Qushai mempunyai beberapa orang anak laki-laki, Abdul-Dar (artinya hamba berhala Dar), Abdul-Uzza (artinya hamba berhala Uzza), Abdul Manaf (artinya hamba berhala Manaf).”—Kitab Kelengkapan Tarikh Muhammad SAW, halaman 77.

“Abdul-Muththalib, adalah Wali Negeri Mekah. Ia bernazar kepada berhalanya, jika anaknya laki-laki berjumlah 10 orang, maka salah seorang dari mereka dijadikan korban di muka berhala yang ada di sisi Ka’abah” (KItab Kelengkapan Tarikh Muhammad SAW, halaman 102, 103).

“Bangsa Arab di zaman jahiliyah, menyembah patung-patung dan batu-batu berhala, dan mereka menyembelih hewan-hewan korban di hadapan patung-patung dan berhala itu untuk memuliakannya” (Mukaddimah Qur-an Dep. Agama RI, halaman 85).

Itulah kisah agama Ibrahim di Tanah Arab, yang mana kota Mekah dan Ka’abahnya itu tadinya adalah tempat menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi setelah Isma’il wafat telah bertukar dengan Ka’abah Mekah itu menjadi pusat penyembahan kepada berhala, walaupun Ka’abah itu telah kembali ke dalam kekuasaan kaum Quraisy.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here