Judgement Day Copy

 

.: TIDAK BERCAMPUR DENGAN BELAS KASIHAN

[AkhirZaman.org] Peringatan tulus terhadap murka Allah “yang tidak bercampur” (Wahyu 14:10), menyatakan bahwa penghakiman yang segera tiba tidak lagi berisikan kasih kemurahan Allah yang melunakkan sebagaimana di masa lalu (Habakuk 3:2; Daniel 9:11, 12, 16-18). Sebaliknya kita diingatkan kepada perang suci Israel di zaman dahulu, di mana seorang musuh yang berbahaya diletakkan “di bawah larangan” (Bahasa Ibrani cherem). Ini berarti bahwa ia harus dihancurkan sama sekali dan tanpa belas kasihan (Ulangan 7:2, 5, 6; 20:16-18). Juga nabi-nabi palsu yang telah mendorong bangsa Israel untuk menyembah ilah-ilah selain Yahweh harus dieksekusi tanpa belas kasihan (Ulangan 13:8).

Di zamannya, Yehezkiel mengejutkan bangsa Israel dengan ramalannya bahwa Yerusalem yang telah murtad akan segera mengalami penghakiman yang mengerikan dari murka Allah. Satu-satunya terang yang menghiburkan dalam nubuatannya yang gelap adalah khayal tentang malaikat keimaman, yang berpakaian linen, maju di depan malaikat-malaikat permbawa murka (Yehezkiel 9). Para pengeksekusi tidak boleh menyentuh siapapun yang memiliki “tanda” perlindungan ilahi pada dahi mereka (sebuah tanda pertobatan yang sungguh-sungguh dari kemurtada rohani dan ketidak adilan social—ayat 6). Namun bagi orang-orang yang ditemukan tidak setia dalam penghakiman pemeriksaan awal ini, penghakiman akhir akan diberlakukan: “Karena itu Aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; kelakuan mereka akan Kutimpakan atas kepala mereka (ayat 10).

Yerusalem mengalami kenyataan yang mengerikan dari penghakiman ilahi ini di tahun 586 SM ketika Nebukadnezar (raja Babel) menghancurkan kota itu sama sekali, hanya menyisakan satu kelompok sisa yang kecil (2 Tawarikh 36:15-20). Penulis Tawarikh menggambarkan keadaan kerohanian Yerusalem sebelum penghakiman pembinaan ini sebagai berikut: “Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan” (2 Tawarikh 36:16).

Kebinasaan Yerusalem yang luar biasa oleh Babel merupakan tipe atau lambang nubuatan dari penghakiman Allah yang lebih keras terhadap kota kudus itu karena penolakannya terhadap Juruselamat-Raja pada saat kedatangan-Nya (Daniel 9:26, 27). Perjanjian Baru secara eksplisit menyatakan bahwa kebinsaan Yerusalem yang kedua pada tahun 70 M oleh bala tentara Romawi disebabkan oleh dosa puncak penolakan atas Mesias (Matius 23:32-39). Yesus telah memperingatkan: “Mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau” (Lukas 19:44).

bangunan batu CopyApa yang terjadi kepada orang Yahudi adalah peringatan bagi seluruh umat manusia. Paulus berbicara tentang “mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.” Kepada mereka ia berkata, “Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani . . . Sebab Allah tidak memandang bulu” (Roma 2:8, 9-11).

Maka titik penentu bagi Paulus adalah bukan apakah ia sebagai orang Yahudi atau bukan sebagai orang Yahudi, melainkan apakah seseorang menerima atau menolak Yesus Kristus dan Injil kekal-Nya.

Selanjutnya, konsep murka Allah menurut rasul Paulus adalah terutama bersifat eskatologis. Manifestasi sepenuhnya terjadi pada kedatangan Kristus kedua kali. Dalam hal ini ia mengatakan kepada bangsanya: “Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan” (Roma 2: 5).

Untuk memperingatkan semua orang tentang bahaya besar dan untuk mengarahkan perhatian mereka, kita perlu memiliki pekabaran yang jelas tentang permasalahan yang teramat penting ini. Dalam Wahyu 15, Yohanes melihat sebuah tanda besar dan ajaib: “Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah” (Wahyu 15:1).

Dengan perkataan lain, umat-umat Tuhan yang dilambangkan sebagai malaikat ketiga (Wahyu 14:9-11) juga mengumumkan kepastian tentang tujuh bala terakhir sebagai kecurahan murka Allah terhadap Babel rohani. Pada masa itu, masa atau pintu kasihan bagi manusia telah berakhir, karena “seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir tujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu” (ayat 8). Wahyu 16 menjelaskan secara lebih terperinci bahwa bala-bala tersebut dimaksudkan secara khusus bagi orang-orang yang mengikuti binatang dari dalam laut atau kerajaan antikristus (Wahyu 13:1) dan nabi palsu di akhir zaman, bagi semua orang yang menerima tanda khusus kesetiaan dn persekutuannya.

(untuk mempelajari lebih lanjut siapa binatang atau kerajaan antikristus, Anda dapat mengklik link di bawah ini:

http://akhirzaman.org/nubuatan/5986-antikristus-666-diungkap-1;

http://akhirzaman.org/nubuatan/6004-antikristus-666-diungkap-2;

http://akhirzaman.org/nubuatan/6012-antikristus-666-diungkap-3).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here