44647_1950_b

[AkhirZaman.org] Banyak orang yang telah meninggalkan makanan daging dan sejumlah bahan makanan yang membahayakan, berpikir bahwa makanan mereka itu sederhana dan menyehatkan sehingga mereka bebas memanjakan selera tanpa batas. Mereka makan sebanyak-banyaknya, kadang kadang sampai gelojoh. Ini adalah satu kesalahan. Alat pencernaan seharusnya tidak dibebani dengan kuantitas atau kualitas makanan yang akan membebani alat pencernaan.

Kadang kadang seorang langsung merasakan akibat dari memakan makanan yang terlalu banyak. Mungkin tidak ada rasa sakit, tetapi alat pencernaan kehilangan tenaga vitalnya, lalu landasan kekuatan tubuh itu pun digerogoti. Pemanjaan selera adalah penyebab utama kelemahan fisik dan mental dan hal ini meletakkan sebagian besar dasar kelesuan yang nyatanya terdapat di mana mana.

        Kelebihan makanan membebani alat pencernaan sehingga timbullah demam dan keadaan tidak sehat. Sejumlah darah diperlukan di dalam organ perut sehingga kaki dan tangan merasa dingin dengan segera. Satu beban berat menimpa alat pencernaan, dan setelah alat ini melakukan tugasnya, maka tubuh terasa letih dan lelah. Banyak orang yang terus menerus makan terlalu banyak lalu menyebut ini sebagai pemuas rasa lapar. Tetapi itu disebabkan oleh kerja lembur alat pencernaan. Kadang kadang otak terasa lumpuh dengan melemahnya mental dan fisik.

Gejala yang tidak menyenangkan ini dapat dirasakan karena alam telah melaksanakan tugasnya dengan membuang tenaga vital sehingga orangnya sama sekali kehabisan tenaga. Tetapi bagi beberapa orang, rasa letih itu dianggap satu tuntutan untuk memakan lebih banyak lagi. Jadi, gantinya memberi perut waktu untuk istirahat, beban baru ditempatkan di atasnya. Sebagai akibatnya, alat pencernaan kehabisan tenaga yang seharusnya dia sanggup melakukan pekerjaan yang baik.

    Semua makanan yang dimasukkan ke dalam perut menjadi beban alam dan perut tidak dapat mengolah keuntungan dari padanya. Makanan yang ber¬lebihan itu menghambat perputaran mesin tubuh. Alat pencer¬naan terganggu dan tak dapat melakukan tugasnya, dengan baik. Alat alat tubuh yang penting dibebani oleh sesuatu yang tidak perlu. Kuasa saraf otak dikerahkan ke bagian perut untuk menolong alat pencernaan melaksanakan tugasnya, yaitu membuang sejumlah makanan yang seyogianya tidak diperlukan.

Pengaruh apakah yang diberikan oleh kebiasaan makan terlalu banyak kepada perut? Perut itu semakin lelah, alat pencernaan dilemahkan, dan akhirnya muncullah penyakit setelah serentetan kejahatan. Kalau orang itu sudah diserang penyakit sebelumnya, maka mereka mengalami lebih banyak kesulitan, dan tenaga inti semakin berkurang setiap hari. Mereka mengerahkan kuasa vital mereka, untuk tugas yang tidak perlu untuk mengolah makanan yang mereka masukkan ke dalarn perut. Betapa mengerikan kondisi seperti ini!

Tuhan telah memberitahukan pada saya bahwa secara umum kita mengisi perut dengan makanan yang terlalu banyak. Banyak orang tidak merasa nyaman karena makan terlalu banyak, dan akhirnya mereka jatuh sakit. Tuhan tidak membawa hukuman ini kepada mereka. Mereka mengundangnya sendiri. Allah menginginkan agar mereka menyadari bahwa rasa sakit adalah akibat pelanggaran.

Banyak orang makan terlalu cepat. Yang lain memakan makanan yang tidak cocok. Sekiranya mereka mau mengingat betapa banyak kali mereka menyiksa diri pada waktu menyiksa perut dan betapa dalam Kristus dihina apabila perut itu disalahgunakan, maka mereka akan berani menyangkal diri dengan memberikan kesempatan pada perut untuk memulihkan kesehatannya. Sementara duduk mengelilingi meja makan, kita dapat melakukan pekerjaan penginjilan oleh makan dan minum demi kemuliaan Allah. Haruslah berhati hati memelihara dirimu agar tetap sehat dalam kondisi puncak agar engkau dapat melayani Allah dengan sempurna dan dapat melakukan tugas untuk masyarakat dan keluarga.

-Buku Petunjuk Diet dan Makanan Anda

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here