wakeup Copy

Tampilnya Orang yang Sudah Mati
[AkhirZaman.org] Tidak sulit bagi Malaikat-malaikat jahat itu untuk menyaru sebagai orang-orang saleh dan orang-orang berdosa yang sudah mati, dan membuat penyamaran ini tampak di mata manusia. Pemunculan ini akan lebih sering terjadi, dan perkembangan tabiat yang lebih mengagetkan akan tampak pada waktu kita mendekati kiamat.-Ev 604 (1875).

Adalah penipuan Setan yang paling berhasil dan mangagumkan satu penipuan yang diperkirakan akan memikat simpati mereka yang telah menguburkan kekasih-kekasih mereka. Malaikat-Malaikat jahat muncul dalam sosok orang-orang yang dikasihi itu dan menceritakan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan mereka, dan memperlihatkan tingkah laku yang mereka buat semasa hidup. Dengan cara ini mereka membuat orang-orang percaya bahwa sahabat-sahabat mereka yang sudah meninggal sekarang menjadi malaikat-malaikat yang melayang-layang di atas mereka dan berbicara dengan mereka. Malaikat-Malaikat jahat ini, yang disangka adalah sahabat-sahabat yang sudah meninggal dunia, dihormati dengan cara mendewakannya dan bagi banyak orang kata-kata mereka mempunyai pengaruh yang lebih besar ketimbang firman Allah.-ST, 26 Agustus 1889.

Dia (Setan) berkuasa menampilkan rupa sahabat-sahabat yang sudah meninggal di hadapan manusia. Penipuan itu sempurna; rupa yang dikenali, kata-katanya, nada suaranya, ditampilkan dengan ketepatan yang mengagumkan. . . . Banyak orang akan berhadapan dengan roh-roh jahat yang menyaru seperti sanak saudara atau sahabat dan menyatakan kemurtadan yang paling berbahaya. Pendatang-pendatang ini akan menggugah simpati kita yang paling lembut dan akan melakukan mukjizat-mukjizat untuk mendukung penyamaran mereka.-GC 552. 560 (1911).

Satan Menyaru Seperti Kristus
Musuh itu bersiap untuk menipu seluruh dunia dengan kuasanya yang dapat mengadakan mukjizat. Dia akan mengambil rupa seperti Malaikat-Malaikat terang untuk menyaru seperti Yesus Kristus.-2SM 96 (1894).

Jika sekarang ini manusia begitu mudah disesatkan, bagaimana mereka bisa bertahan bila Setan menyaru sebagai Kristus, dan mengadakan mukjizat-mukjizat? Siapa yang tidak akan goyah oleh penyamarannya nanti yang mengaku sebagai Kristus padahal dia hanyalah Setan yang menggunakan rupa Kristus, dan seolah-olah melakukan pekerjaan-pekerjaan Kristus? 2SM 394 (1897).

Setan akan memulai pertarungan dan mengambil rupa Kristus. Dia akan mengemukakan kenyataan yang tidak benar, menyalahgunakan dan menyelewengkan segala yang dapat dia lakukan.-TM 411 (1898).

Satu kuasa dari bawah tanah sedang bekerja untuk menampilkan babak-babak terakhir yang hebat dari drama itu – Setan datang sebagai Kristus dan bekerja dengan segala tipuan ketidakbenaran melalui mereka yang mengikatkan diri bersama-sama dalam persekutuan rahasia.-8T 28 (1904).

Satan Menyerupai Kristus Dalam Segala Segi
Ada batas yang tidak dapat dilewati Setan, dan di sini dia menggunakan penipuan sebagai penolong dan memalsukan pekerjaan yang dia sebenarnya tidak berkuasa untuk lakukan. Pada zaman akhir dia akan tampil sedemikian rupa untuk meyakinkan manusia bahwa dialah Kristus itu yang datang untuk kedua kalinya ke dunia ini. Benar-benar dia akan mengubah dirinya menjadi seorang Malaikat terang. Tetapi sekalipun dia akan tampil dengan sosok Kristus dalam segala segi sejauh hanya penampilannya saja, hal itu tidak akan memperdayai siapapun kecuali mereka yang seperti Firaun berusaha untuk menolak kebenaran.-5T 698 (1889).

Sebagai lakon puncak dari drama penipuan besar itu, Setan sendiri akan menyaru sebagai Kristus. Gereja sudah lama mengaku menantikan kedatangan Juruselamat yang kedua kali sebagai wujud dari pengharapannya. Sekarang penipu besar itu hendak menampilkan diri seakan-akan Kristus sudah datang. Di berbagai bagian dunia ini Setan akan menyatakan dirinya di antara manusia sebagai satu oknum yang gemerlap, menyerupai gambaran Putra Allah yang diuraikan Yohanes dalam kitab Wahyu (Wahyu 1:13-15). Kemuliaan yang menyelubungi dia tak tertandingi oleh apa pun yang pernah disaksikan oleh mata manusia yang fana. Seruan kemenangan bergema di angkasa: ‘Kristus sudah datang! Kristus sudah datang!’ Orang banyak merebahkan diri di hadapannya dengan penghormatan, sementara dia mengangkat tangannya dan mengucapkan berkat kepada mereka sebagaimana Kristus memberkati murid-murid-Nya ketika la berada di bumi ini. Suaranya lembut dan menawan namun merdu. Dengan nada yang lembut dan berpengasihan dia mengemukakan beberapa kebenaran semawi yang mulia yang pernah diucapkan oleh Juruselamat; dia menyembuhkan penyakit orang banyak kemudian dengan cara seperti Kristus dia mengaku telah mengubah Sabat kepada hari Minggu, dan memerintahkan semua orang memuliakan hari yang sudah diberkatinya itu. -GC 624 (1911).

Setan Berpura-Pura Menjawab Doa Orang-Orang Saleh
Setan menyadari bahwa dia hampir kalah dalam pertarungannya. Dia tidak dapat menguasai seluruh dunia. Dia mengadakan usaha terakhir yang nekat untuk mengatakan umat yang setia dengan penipuan. Dia melakukan ini dengan meniru seperti Kristus. Dia menyalut dirinya dengan jubah kebesaran persis seperti yang digambarkan dalam khayal Yohanes. Dia berkuasa melakukan hal ini. Dia akan tampak kepada para pengikutnya yang sudah tertipu, yaitu dunia Kristen yang tidak menerima kasih akan kebenaran melainkan bergemar dalam ketidakbenaran (pelanggaran hukum), sebagai Kristus yang datang untuk kedua kalinya. Dia menyatakan dirinya Kristus, dan dia dipercaya sebagai Kristus, oknum yang cantik dan bersalut jubah kebesaran, dan dengan suara lembut dan Kata-kata yang menyenangkan dengan kemuliaan yang tak dapat ditandingi oleh apa pun yang pernah dilihat oleh mata manusia. Kemudian para pengikutnya yang sudah tertipu dan terperdaya itu bersorak, ‘Kristus sudah datang untuk kedua kalinya! Kristus sudah datang! Dia telah mengangkat tangan-Nya seperti yang la lakukan semasa berada di bumi ini, dan memberkati kita.’ . . .

Orang-orang saleh memandang dengan terperanjat. Akankah mereka juga tertipu? Apakah mereka juga akan menyembah Setan Malaikat-Malaikat Allah ada dengan mereka. Sebuah suara yang jelas, tegas dan merdu terdengar, ‘Pandanglah.’ Ada satu sasaran di hadapan orang-orang yang suka berdoa itu – keselamatan jiwa-jiwa mereka yang terakhir dan abadi. Sasaran ini senantiasa berada di depan mereka – bahwa kehidupan kekal sudah dijanjikan kepada mereka yang bertahan sampai akhir. Ah, betapa sungguh-sungguh dan besarnya kerinduan mereka itu. Penghakiman dan kekekalan sudah tampak. Melalui iman mata mereka tertuju ke tahta yang berkilauan itu, di depan mana berdiri orang-orang yang berjubah putih. Pemandangan ini mencegah mereka dari pemanjaan dosa. . . .

Satu lagi usaha, lalu rencana Setan yang terakhir dilaksanakan. Dia mendengar seruan yang tiada henti-hentinya agar Kristus datang, supaya Kristus meluputkan mereka. Strategi terakhir lni ialah menyaru sebagai Kristus, dan membuat mereka beranggapan bahwa doa mereka dijawab. -Ms 16, 1884.

 

 

-PPAZ

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here