akhir zaman

[AkhirZaman.org] Ada dua orang yang terlibat dalam perjudian. Menurut hukum pemerintahan daerah itu, hukuman untuk main judi adalah denda sebesar Rp. 5.000.000. Polisi pun menangkap mereka. Salah seorang dari mereka adalah anak dari seorang kaya dan yang satunya adalah anak dari seorang janda miskin. Orang kaya itu segera dapat membayar uang tersebut, dan anaknya dapat dibebaskan dengan mudah dan cepat dari penjara itu.

Tetapi, apa yang dapat diperbuat oleh anak yang miskin itu, dia masih tetap tinggal di dalam penjara itu. Kemudian, ibunya mulai bekerja keras, dari dini hari sampai larut malam. Dia mengangkat dan memikul batu-batu yang besar dan melakukan pekerjaan kasar. Kadang-kadang batu itu jatuh menimpa tangannya, sehingga tangannya penuh dengan luka.

Pada suatu hari, anak itu melihat ibunya dan memanggilnya serta bertanya, “Mengapa tangan ibu berdarah? Mengapa banyak luka di tangan ibu?” Ibunya menjawab, “Saya menderita dan bekerja keras karena saya menginginkan kamu bebas dari penjara ini!” Kemudian, ibunya menjelaskan secara terperinci. Setelah beberapa tahun ibu ini berhasil mengumpulkan Rp. 5.000.000 dan akhirnya anaknya bebas dari penjara.

Beberapa hari kemudian, anak dari orang kaya itu bertemu dengan dia dan mengajaknya untuk main judi lagi. Tetapi anak janda miskin itu menjawab dan berkata, “Hal itu tidak mungkin saya lakukan lagi. Kamu dibebaskan tanpa tanpa kesulitan apa-apa, tetapi saya dibebaskan karena ibu saya bekerja keras sehingga tangannya penuh dengan luka-luka dan darah. Oleh sebab itu, saya tidak akan berjudi lagi karena judi itu membawa banyak kasukaran dan penderitaan bagi ibu saya.”

Demikian juga siapa yang merasa diselamatkan dengan mudah seperti anak orang kaya tadi tidak akan memiliki kerinduan untuk lepas dari dosanya. Tetapi orang Kristen yang sadar bahwa dia telah dibebaskan oleh kasih Allah yang datang ke dunia ini dengan meninggalkan sorga dan menjadi manusia serta mencurahkan darahNya, akan membenci dosa yang telah memakukan sang Juruselamat ke kayu salib.

Setiap cobaan untuk berbuat dosa itu datang menghampiri Anda, coba renungkan lagi betapa besar penderitaan yang telah dipikul Kristus untuk menebus dosa-dosa kita. Pandanglah pada Kristus, berdoalah memohon kekuatan untuk melawan pencobaan itu, Ia yang telah mati untuk mengangkat kita dari dosa akan senantiasa memberikan kekuatan untuk melawan pencobaan dosa.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
{1 Petrus 1:18,19}

Sumber: Secangkir Sup bagi Jiwa Anda, Oleh Dr. Timotius Adi Tan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here