Sungai Eufrat Copy

[AkhirZaman.org] Pekabaran tiga malaikat dalam Wahyu 14:6-12 memperingatkan terhadap penghakiman tujuh bala yang akan datang (Wahyu 15:1). Bala-bala ini berpuncak dalam perang kosmis Armagedon dan kebinasaan Babel rohani (Wahyu 16:13-21). Sebagai akibatnya, ketujuh bala ini menjadi bagian yang amat mendasar dari pekabaran tiga malaikat, dan tidak dapat dihapuskan demi kenyamanan.

Ketidaktahuan ataupun ketidakpastian akan arti penting yang sesungguhnya akan menyebabkan kita tidak setia kepada perintah untuk mempersiapkan satu umat bagi konflik terakhir. Pengumuman Injil yang kekal (Wahyu 14:6) secara spesifik meliputi peringatan terhadap Armagedon, yaitu peperangan kosmis di mana “murka Allah” dicurahkan tanpa belas kasihan.

Untuk dapat memahami makna Armagedon yang Alkitabiah, kita perlu mempelajari hubungan tipologis antara kejatuhan Babel zaman dahulu dan Babel akhir zaman, yaitu Babel modern atau Babel rohani.

KEJATUHAN BABEL KUNO
Catatan dari dua penulis Yunani—Herodotus (lahir sekitar 438 SM) dan Xenophon (lahir sekitar 431 SM)—mendukung ketetapan sejarah tentang kejatuhan Babel melalui pengaliran aliran sungai Efrat secara sengaja dan mendadak. Penting untuk dicatat cara kejatuhan Babel sejarah, dan bagaiamana ketepatan nubuatan telah menyatakannya.

Koresh, jenderal tentara Persia itu, benar-benar telah muncul dari timur sebagaimana dinubuatakan (Yesaya 41:2, 25) menurut catatan Koresh, ia menaklukkan Babel “tanpa peperangan.” Masuknya secara tiba-tiba ke dalam kota dengan mengalihkan aliran sungai Efrat yang masuk ke dalam kota terjadi sebagai kegenapan secara harafiah dari nubuatan (Yesaya 44:27, 28; Yeremia 51:13, 36; 50:38). Tuhan bahkan “membuka pintu-pintu (dalam KJV adalah “dua pintu”) di depannya supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup” (Yesaya 51:3).

Yesaya telah menekankan tujuan penebusan dari semua itu: “Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku” (ayat 4). Dan lagi, “dialah (Koresh) yang akan membangun kota-Ku dan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan” (ayat 31) dan memulihkan pembangunan Bait Suci (Yesaya 44:28). Oleh karenanya, Tuhan mengaruniakan kepada Koresh gelar kehormatan “yang Kuurapi” dan “gembala-Ku” (Yesaya 45:1; 44:28).

Gelar-gelar ini mengangkat penyerbuannya ke Babel dan selanjutnya pembebasan Israel (lihat Ezra 1:1-4) sebagai sebuah lambang bagi peperangan terakhir Mesias melawan Babel akhir zaman (Babel rohani).

KESEJAJARAN YANG SIGNIFIKAN
Rincian tentang kejatuhan Babel adalah amat mendasar dalam usahan untuk memahami arti penting dari kejatuhan Babel rohani.

1. Babel berfungsi sebagai musuh Tuhan dan penindas Israel.

2. Sungai Efrat adalah bagian dari Babel yang tidak terpisahkan, yang mendukung dan melindunginya seperti sebuah tembok. Maka seperti itulah sungai itu juga kejam terhadap Israel.

3. Pengeringan sungai Efrat adalah pembuka bagi penghakiman Tuhan atas Babel, yang membawa kepada kejatuhannya yang mendadak. Maka pengeringan itu menandai persiapan bagi pembebasan Israel.

4. Koresh dan para raja sekutunya, yaitu Media dan Persia (Yeremia 50:41; 51:11, 28) muncul sebagai raja-raja dari timur Babel untuk menggenapi tujuan-tujuan Tuhan. Mereka adalah musuh-musuh Babel dan pembebas-pembebas Israel. Koresh kemudian “diurapi” oleh Tuhan untuk mengalahkan Babel dan membebaskan Israel.

5. Daniel dan seluruh umat Tuhan yang setia yang hidup sebagai tawanan di Babel adalah umat Tuhan perjanjian yang setia dan bertobat (lihat Daniel 9).

Rincian sejarah ini adalah amat penting untuk memahami acuan-acuan tentang kejatuhan Babel yang terdapat di dalam Wahyu.

(artikel selanjutnya adalah tentang Babel Modern)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here