Mountains Copy

Abad Kedelapanbelas
[AkhirZaman.org] Jerman – Tennhardt dari Nuremberg. “Dia memegang teguh doktrin hari Sabat, karena doktrin itu adalah salah satu dari Sepuluh Hukum’ (Bengel’s Leben Und wirken, Burk, hlm. 579). Dia sendiri berkata “Tak dapat dibuktikan bahwa hari minggu telah menggantikan hari Sabat (hlm. 366). Tuhan Allah telah menyucikan hari yang terakhir dari minggu itu. Sebaliknya, orang-orang antikristus telah menentukan hari yang pertama dari minngu itu’ (Ki auszug Ans Tennhardt’s Schrifen, hlm. 49, dicetak tahun 1712).

Bohemia dan Moravia – (sekarang Cekoslowakia). Sejarah mereka dari 1635-1867 dijelaskan sebagai berikut oleh Adolf Dux: “Keadaan pemelihara Sabat sangat menyedihkan. Buku-buku mereka harus diserahkan kepada dewan gereja di Larlsburg untuk dibakar.” (Ans Ungarn, hlm. 289-291 Leipzig, 1880).

Moravia-Pangeran Zinzendorf. Pada tahun 1738 Zinzendorf menulis tentang pemeliharaan akan hari Sabat sebagai berikut: Bahwa saya telah menggunakan hari Sabat untuk istirahat selama bertahun-tahun, dan hari Minggu untuk pengabaran Injil.” (Buidngsche Sammlung, Sec 8. hlm. 224, Leipzig 1742).

Amerika 1741 (Saudara-saudara orang Moravia, sesudah Zinzendorf tiba dari Eropa). “Sebagai contoh khusus yang perlu diperhatikan bahwa dia memutuskan dengan gereja di Betlehem untuk memelihara hari ketujuh sebagai hari perhentian. (Id, hlm. 1421, 1422).

Amerika. Tetapi sebelum Zinzendorf dan orang-orang Moravia di Betlehem memulai pemeliharaan hari Sabat dan bertambah banyak pengikutnya, ada sekumpulan kecil orang-orang Jerman yang memelihara Sabat di Pennsylvania. (Lihat Rupps History of Religious Denomination in the United States, hlm. 109-123).

Abad Kesembilanbelas
Cina. Pada saat itu Hung melarang menggunakan opium, dan juga tembakau, dan semua minuman yang memabukkan, dan hari Sabat dipelihara dengan tekun.” (The Ti-Ping Revolution, oleh Lin Le dan seorang pegawai lain, jilid I hlm. 36-48, 84). “Hari ketujuh dipelihara dengan sangat tekun dan ketat. Sabat Taiping dipelihara pada hari ketujuh (hlm. 319).

Cina. “Orang-orang Taiping apabila ditanya mengapa mereka memelihara Sabat hari ketujuh, mereka menjawab: pertama, sebab demikianlah ajaran Alkitab, dan kedua, sebab nenek moyang mereka memeliharanya sebagai hari perhentian” (A Critikal History of the Sabbath and the Sunday).

India dan Persia. “Disamping itu, mereka memelihara perbaktian secara Kristen dengan hikmat pada hari ketujuh, diseluruh kerajaan kami. (Chrisian Researches in Asia, hlm. 243).

Denmark. “Pada tahun 1875, Pendeta M.A. Sommer mulai dengan pemeliharaan hari ketujuh dan menuliskan di majalah gerejanya Indovet Krestendom No. 5, 1875, sebuah tulisan menarik tentang hari Sabat yang benar. Dalam sebuah surat kepada ketua jemaat John G. Matteson dia berkata: “Di antara penganut Baptist di sini, di Denmark ada banyak hasutan mengenai hukum hari Sabat….. tetapi, mungkin hanya saya sendiri pendeta di Denmark yang berpendirian paling dekat dengan Masehi Advent Hari Ketujuh, yang sudah bertahun-tahun sudah memberitakan kedatangan Kristus ke dua kali. (Advent Tidente, Mei 1875).

Babtist di Swedia. “Kami akan berusaha dengan keras untuk menunjukkan bahwa penyucian hari Sabat berdasarkan dan bermula dari hukum yang ditetapkan Allah sendiri pada saat penciptaan dunia, sehingga mengikat umat manusia sepanjang zaman. (30 Mei-15 Agustus 1863, hlm. 169. Evanglisten, The Evangelist) Stockholm, 30 Mei 15 Agustus 1863, anggota gereja Baptist di Swedia).

Amerika 1845 “Begitulah kami menyaksikan Daniel 7:25 digenapi, tanduk kecil itu mengubah waktu dan hukum. Itu sebabnya bagi saya, semua orang yang memelihara hari pertama sebagai hari Sabat adalah pemelihara hari Minggu Paus dan pelanggar hari Sabat Allah” (Ketua T.M. Preble, 13 Februari 1845).

Masehi Advent Hari Ketujuh
Segolongan Kristen yang percaya Alkitab dan memelihara hari Sabat sesuai dengan Sepuluh Hukum Allah, umat Masehi Advent Hari Ketujuh adalah orang-orang yang meneruskan obor yang terangkat tinggi dari zaman ke zaman oleh pahlawan-pahlawan iman. 

Allah Mengetuk Di pintu Hati Saya (Geeta)
ketuk-pintu CopySeperti telah anda baca, terang kebenaran Allah bersinar memancar sepanjang zaman. Terang itu menembus penjuru-penjuru dunia yang terpencil sekalipun untuk mencari orang-orang yang rindu akan kebenaran dengan sungguh-sungguh.

Geeta Lall dibesarkan di India. Sebab kedua orangtuanya meninggal ketika dia masih kecil, dia dibesarkan oleh seorang dosen perguruan tinggi, seorang anggota gereja Baptis yang setia yang selalu membawa dia ke sekolah minggu.

Dengan mukjizat pemeliharaan Allah, seorang penjual buku Advent ini mengawini saudara sepupu Geeta. Ketika pecah perang antara orang Hindu dan Orang Islam pada tahun 1946, Geeta tinggal bersama saudara sepupunya selama masa libur sekolah. Dia menerangkan pengalamannya dengan kata-katanya sendiri, “Satu hari seorang pendeta Advent mengunjungi rumah sepupu saya. Selama kunjungan pendeta ini, saya diminta menghidangkan minuman dari buah yang biasanya kami menghidangkan teh. Saya heran mengapa demikian. Sepupu saya menjelaskan sebab-sebabnya, sambil menambahkan bahwa orang Advent tidak minum teh atau minuman-minuman beralkohol, tidak makan daging babi, dan tidak merokok.

“Saya merasa ingin tahu lebih banyak, saya masuk ke ruangan tamu, dengan pelan-pelan lalu saya mulai menanyakan pendeta itu tentang kepercayaan Advent. Selama pembicaraan kami dia menyebutkan hari Ketujuh sebagai hari yang suci dan sebagai hari Sabat yang benar. Saya katakan kepadanya, ‘tidak bisa, itu hanya mungkin pada masa Perjanjian Lama, tapi ketika Kristus datang mati bagi kita, Dia mengubah hari itu kepada hari Minggu, yaitu hari kebangkitan-Nya.’ Pendeta itu diam saja. Akhirnya dia berkata, bahwa jika saya bisa menemukan satu ayat dalam Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Kristus sudah mengubah hari perhentian itu, ia akan menjadi anggota gereja Baptis. Tetapi jika saya tidak bisa mendapatkan ayat seperti itu, saya harus mau belajar Alkitab dengan dia. Dengan segera saya tambahkan bahwa saya akan jadi angota Advent kalau saya tidak bisa mendapatkan ayat yang menunjukkan bahwa Kristus telah mengubah Sabat hari Ketujuh kepada hari Minggu.

“Tidak ada gunanya saya mengatakannya, saya tidak bisa menemukan satu ayat seperti itu walaupun saya sudah mencari dan meneliti dengan rajin seluruh isi Alkitab berjam-jam lamanya. Terlebih lagi, saya terkejut mendapatkan bahwa Kristus sendiri pergi ke sinagog pada hari Sabat.

“Akhirnya saya mengikuti pelajaran Alkitab, dan saya dibaptiskan pada bulan April tahun 1946, lalu bergabung dengan gereja Advent di Kalkuta. Pada bulan Juni, saya ikut para mahasiswa yang pergi belajar di Perguruan Tinggi Spicer, di mana saya bersekolah selama enam tahun.

“Di tengah peperangan dan kekacauan, kemurungan dan kesepian, Allah mengeluarkan saya dari sebuah kota berpenduduk enam juta…. (Geeta R. Lal, Ph.D, Konsultan, pendidikan khusus anak-anak, Berrien Springs, Michigan).

Sahabatku, bukan secara kebetulan Anda membaca artikel ini. Seperti Geeta Lall, anda juga, seorang pria dan wanita yang jujur, bagaimana saya bisa tahu? Buktinya anda sudah membaca artikel ini sampai sejauh ini, dan mengatakan bahwa Allah telah berbicara ke dalam hati anda. Sekarang waktunya untuk mengambil keputusan serta mengikuti Dia dengan sepenuhnya. Sementara anda melanjutkan membaca artikel ini, berdoalah agar Allah menyanggupkan anda untuk mengambil keputusan itu.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here