kecambah

Dibawakan oleh: Camron Schofield

Diterjemahkan oleh: G. Kadarman, Jr.

Iman. Apakah iman itu?

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ayat itu sepertinya salah satu dari ayat-ayat yang paling membingungkan yang ada di dalam Alkitab, bukan? Saya berjanji kepada anda bahwa jika kita mengambil definisi iman dari suatu tempat yang lain, maka hal satu ini akan menjadi lebih masuk akal bagi anda.

Saya menghabiskan sebagian besar hidup saya mencoba untuk mengerti apa itu iman. Faktanya, iman adalah sesuatu yang sangat tidak bisa dipahami oleh saya bahkan saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan saya mengenai iman ke dalam kata-kata! Saya sungguh berterima kasih kepada Tuhan ketika saya mendapatkan jawabannya. Dan saya berdoa agar anda juga akan berterima kasih kepada-Nya saat anda menemukan jawabannya.

Pertanyaan: Bagaimana Allah menciptakan dunia ini? Pada mulanya Ia berfirman, “Jadilah terang!” maka pohon pun jadi? Tidak! Maka buaya pun jadi? Tidak. Maka terang-lah yang jadi! Mari kita baca bagaimana Allah menciptakan dunia ini melalui kitab Mazmur 33:6, 9:

Mazmur 33:6, 9
Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Dunia ini diciptakan melalui firman Tuhan – Ia hanya “berfirman, maka semuanya jadi!” Ia berkata, “Jadilah terang”, maka terang itu jadi! Hal yang mana Allah katakan, menjadi terwujud.

Ada sesuatu yang sangat spesial perihal firman Tuhan – Ia melaksanakan apa yang telah Ia katakan. Mari kita baca kitab Yesaya 55:10-11:

Yesaya 55:10-11
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan. Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman Tuhan memiliki kuasa di dalam DIRINYA SENDIRI untuk melaksanakan hal yang ia katakan. FIRMAN ITU akan mengerjakan apa yang Ia kehendaki, FIRMAN ITU akan berhasil ke mana ia Kusuruh. FIRMAN ITU SENDIRI.

Sekarang, perhatikanlah di sini. FIRMAN ITU SENDIRI akan melakukan apa yang Allah KEHENDAKI – FIRMAN ITU, KATA-KATA ITU, akan melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Allah. Ingatkah anda akan ayat-ayat berikut?

• Filipi 2:13 – Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (perkenanan-Nya).
• Yohanes 8:29 – Kristus selalu melakukan apa yang berkenan kepada Bapa-Nya.
• Ibrani 11:6 – Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
• Yesaya 55:11 – Firman yang keluar dari mulut-Nya akan mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya.

Dapatkah anda melihat bahwa masing-masing ayat berbicara tentang perkenaan Allah?

Kitab Filipi mengatakan bahwa Allah akan mengerjakan di dalam kita menurut kerelaan-Nya. Inilah yang sesungguhnya Ia telah lakukan di dalam Kristus karena Kristus selalu melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Tetapi IMAN dibutuhkan agar hal tersebut boleh terjadi. Dan sekarang kita melihat bahwa adalah FIRMAN yang mengerjakan apa yang berkenan kepada Allah. Dapatkah anda melihat hubungan yang terdapat antara IMAN dengan FIRMAN yang BEKERJA?

Saya telah berjanji kepada anda untuk menunjukkan apa iman itu melalui 6 ayat sederhana yang terdapat di dalam kitab Injil Matius. Oleh sebab itu marilah kita beranjak ke sana.

Matius 8:5-10
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.”

Apakah anda melihat di sana apa iman itu? Yesus menunjukkan kepada kita apa yang dimaksud dengan iman itu SESUNGGUHNYA. Malahan, Yesus tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya dari antara orang Yahudi. Dia “heran” – Dia berhenti dan berkata, “wow! Benarkah apa yang baru saja Kudengar? Kalian semua, perhatikan apa yang telah dikatakan oleh pria ini. Karena INILAH IMAN ITU SESUNGGUHNYA! Iman yang luar biasa!

Hamba sang perwira sedang sakit parah. Ia ingin hambanya itu untuk sembuh. Maka dari itu Yesus berkata bahwa Ia akan datang dan menyembuhkan hambanya itu. Tetapi sang perwira itu berkata, “tidak, tidak, tidak. Engkau tidak perlu datang dan sembuhkan hambaku itu. ‘Cukup saja katakan sepatah kata’ maka hambaku itu akan sembuh.

Apa yang dituntut oleh sang perwira agar hambanya boleh sembuh? CUKUP SEPATAH KATA (FIRMAN) SAJA. Ia tidak memerlukan Yesus untuk datang dan menumpangkan tangan-Nya ke atas hambanya. Ia mengetahui bahwa SESUNGGUHNYA ada kuasa di dalam Firman Tuhan. Ia memberi ilustrasi melalui pekerjaannya sebagai seorang perwira Romawi. Ia adalah pemimpin atas seratus orang. Dan perkataannya memiliki otoritas. Apapun yang ia suruh bawahannya untuk lakukan, mereka akan melaksanakannya. Ia menyadari akan otoritas perkataan Kristus, yang adalah Firman Tuhan – yang mana apapun yang dikatakan oleh Tuhan, pasti akan terjadi. Maka dari itu dia mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh Yesus agar hambanya boleh sembuh adalah CUKUP berkata sepatah kata saja. Tidak perlu yang lain lagi. Hanya Firman Tuhan itu SENDIRI akan melaksanakan hal spesifik yang ia telah katakan.

Matius 8:13
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya. Jika engkau percaya akan perkataan yang telah Aku ucapkan, maka hal itu akan terjadi, karena Firman itu harus melaksanakan apa yang telah ia katakan! Ia tidak akan kembali dengan tangan hampa, tetapi Firman itu akan menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan telah perintahkan untuk ia laksanakan!

Jadi, apakah iman itu? Jelas bahwa iman adalah pengakuan bahwa firman Tuhan memiliki kuasa di dalam dirinya untuk mengerjakan PERSIS seperti apa yang Ia telah katakan, dan selanjutnya menuntut firman itu untuk melaksanakannya!

Atau sebagaimana Alonzo T. Jones menggambarkannya di dalam buku Pelajaran-pelajaran mengenai Iman:

A.T. Jones – Pelajaran-pelajaran Mengenai Iman, Bab 2
IMAN adalah mengharapkan/menuntut firman Tuhan untuk melaksanakan apa yang telah ia firmankan, dan kebergantungan terhadap firman itu untuk melaksanakan apa yang ia telah firmankan.

Tidaklah sulit bukan? Saya menghabiskan bertahun-tahun lamanya mencoba untuk mengerti apa itu iman, dan ketika saya membaca buku Pelajaran-pelajaran Mengenai Iman, yang adalah kumpulan artikel-artikel yang ditulis oleh Jones dan Waggoner, dan mereka menunjukkan kepada saya akan hal ini, adalah seumpama sinar yang terang yang memasuki kepala saya. Setelah itu, momen “ding” berubah menjadi momen “daah”. Tentu! Bukankah inilah caranya Tuhan menciptakan dunia ini? Ia berkata, “Jadilah terang!” maka terang itu jadi!

Sangatlah sederhana. Firman Tuhan akan melaksanakan apa yang ia telah katakan. Dan apa yang ia laksanakan adalah apa yang berkenan bagi Allah. Maka dari itu, jika saya memiliki iman, firman Tuhan akan mengerjakan di dalam saya baik kemauan maupun PEKERJAAN akan apa yang berkenan bagi Allah. Tanpa iman, saya tidak dapat berkenan kepada Allah, karena IMAN-lah yang akan membawa pekerjaan FIRMAN itu ke dalam kehidupan saya!

Apapun yang ia katakan, ia akan laksanakan, tetapi saya harus mempercayainya, menuntutnya, dan bergantung kepadanya! Dan semuanya ini terjadi melalui IMAN.

Apakah anda menginginkan sebuah contoh lain tentang hal ini?

Matius 9:20-22
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Di sini Yesus kembali lagi menunjukkan kepada kita apa itu iman. Wanita tersebut telah menderita selama dua belas tahun. Ia telah mencoba segala macam cara, dan telah menghabiskan seluruh uangnya untuk berkunjung kepada dokter-dokter dan mencoba resep-resep mereka. Ia tidak hanya kehabisan uang, tetapi kesehatannya malah memburuk hari demi hari, dan ia menjadi sangat putus asa dan depresi. Tetapi suatu hari ia mendengar tentang Yesus, dan pengharapan bertumbuh di dalam hatinya. Maka dari itu ia bertekad untuk mencari Dia, tetapi ketika ia berhasil menemukan Dia, Ia sedang dikerumuni oleh orang-orang yang banyak jumlahnya. Tetapi ia membulatkan tekadnya dan ia menyerobot untuk masuk, sembari berkata kepada dirinya jika saja ia bisa menyentuh hem jubah Yesus, maka ia akan sembuh.

Ia berhasil! Dan ia pun menjadi sembuh. Menurut Yesus, apakah yang membawa kesembuhan kepadanya? IMAN-nya. Apa itu iman? Iman adalah menuntut firman Tuhan untuk melaksanakan apa yang ia telah katakan, dan juga kebergantungan terhadap firman itu. Maka dari itu kita dapat lihat bahwa wanita ini JUGA menyadari bahwa ada kuasa di dalam firman Tuhan. Ia tahu bahwa firman itu akan melaksanakan apa yang ia telah firmankan.

Firman yang mana? Coba perhatikan bahwa ia memiliki iman mutlak bahwa jika saja ia dapat menyentuh pinggiran dari jubah Kristus, maka ia akan sembuh. Ia bahkan tidak memerlukan Kristus untuk menjamah dia! Mari kita beranjak ke kitab Maleakhi 4:2:

Maleakhi 4:2
Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

Ini adalah firman Tuhan. Surya kebenaran itu adalah Yesus Kristus. Dan firman itu mengatakan bahwa akan ada kesembuhan pada “SAYAPNYA”. Dalam bahasa asli Ibrani, kata yang diterjemahkan dengan “sayap” adalah kanaph. Yang berarti “tepian, atau ujung”. Kata yang sama ini, kanaph digunakan di dalam kitab Bilangan 15:38 dimana bangsa Israel disuruh untuk “membuat jumbai-jumbai pada punca (pinggiran/tepian) baju mereka turun temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.”

Bilangan 15:38
Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca (pinggiran/tepian) baju mereka, turun temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

Di saat firman itu berkata “punca”, bahasa aslinya adalah kanaph. Berdasar Bilangan 15:38 pasti Yesus memiliki pita ungu kebiru-biruan pada punca jubah-Nya. Dan dalam kitab Maleakhi 4:2 mengatakan bahwa akan ada kesembuhan pada punca-Nya – di punca (ujung). MAKA DARI ITU, wanita ini PERCAYA bahwa firman Tuhan akan melaksanakan apa yang ia telah firmankan, dan wanita itu berkata “jika saja aku dapat menyentuh jubah-Nya, maka aku akan sembuh.” Dan ia berhasil menyentuh punca jubah-Nya dan saat itu juga ia menjadi sembuh.

Dan Yesus mengatakan kepada wanita itu, “IMAN-mu telah menyembuhkan engkau!” Karena ia mempercayai Firman Tuhan sebagaimana tertulis di dalam kitab Maleakhi 4:2: ia bergantung kepada firman itu, maka ia menjadi sembuh.

Iman itu sangatlah sederhana bukan? Untuk menyadari bahwa ada kuasa di dalam firman untuk melaksanakan apa yang telah ia katakan, dan kemudian menuntut firman itu untuk melaksanakan apa yang ia telah katakan.

Inilah sebabnya terdapat dalam kitab Titus 1:2 yang mengatakan bahwa kita menyembah “…Allah yang tidak berdusta.” Karena apapun yang Ia telah katakan, Firman tersebut yang telah keluar dari mulut-Nya, akan melaksanakan persis seperti yang telah ia katakan.

Sungguh Allah yang luar biasa!

Pada pembelajaran kita selanjutnya, kita akan melihat bahwa oleh firman, melalui iman, maka Bapa menghidupkan hidup-Nya di dalam Yesus Kristus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here