benteng hati

Susungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Mazmur 51:8

[AkhirZaman.org] Kebenaran haruslah menjadi kebenaran kepada orang yang menerimanya kepada segala maksud dan tujuan. Kebenaran itu haruslah dimeteraikan ke dalam hati. ”Dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 1O:1O). “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan Segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan Segenap akal budimu dan dengan Segenap kekuatanmu”

(Markus 12:30). lnilah pelayanan yang berkenan kepada Allah…. Hati itu adalah benteng manusia, dan sebelum hati itu dengan sepenuhnya berada di pihak Tuhan, musuh akan selalu menang melawan kita dengan perantaraan pencobaan yang dilancarkannya dengan licik sekali ….
Persediaan yang penuh dan berlimpah-limpah telah diadakan agar kita dapat memperoleh rahmat, kasih karunia dan damai sejahtera: Tetapi, mengapa makhluk manusia bertindak seolah-olah memanjakan bahwa kebenaran itu adalah kuk perhambaan? Hal itu disebabkan hati itu belum pernah mengecap dan melihat bahwa Tuhan itu baik.”

Dunia ini penuh dengan ajaran palsu; dan jika kita tidak bertekad menyelidik Kitab Suci bagi diri kita sendiri, maka kita akan menerima pandangan dunia yang salah gantinya kebenaran, mengikuti adat kebiasaannya, serta menipu hati kita sendiri. Segala ajaran dan adat kebiasaannya bertentangan dengan kebenaran Allah ….

Adalah Suatu hal yang amat penting dan patut menarik perhatlan kita, agar kita mengerti apakah kebenaran itu, dan permohonan kita haruslah keluar dengan hati yang sungguh-sungguh agar kita dapat dituntun ke dalam segala kebenaran.”

Kebenaran itu suci dan ilahi. ltu lebih kuat dan lebih berkuasa daripada sesuatu yang lain di dalam pembentukan tabiat yang supaya serupa dengan Kristus. Di dalamnya penuh sukacita. Bilamana kebenaran itu dipelihara di dalam hati, maka kasih Kristus akan lebih disukai daripada kasih manusia manapun. lnilah yang disebut kekristenan. lnilah kasih Allah di dalam jiwa. Demikianlah kebenaran yang murni, dan tidak bercela menduduki benteng manusia …

Bilamana kebenaran itu, seperti kebenaran yang terdapat di dalam Yesus membentuk tabiat kita, maka kebenaran itu akan tampak dengan sesungguhnya. Bilamana hal itu direnung-renungkan oleh orang percaya, maka kebenaran itu akan semakin terang, bersinar dengan keindahannya yang sesungguhnya. la akan bertambah-tambah berguna, menghidupkan dan menggiatkan pikiran serta menaklukkan hati yang suka mementingkan diri sendiri dan tabiat kasar yang tidak menyerupai tabiat Kristus. Kebenaran itu akan meninggikan angan-angan hati, menyanggupkan kita mencapai derajat kesucian yang sempurna.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here