paus fransiskus

[AkhirZaman.org] Paus Fransiskus pada Minggu (29/4) di Vatikan memuji Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un yang berhasil mencapai kesepakatan denuklirisasi di Semenanjung Korea usai kedua pemimpin itu bertemu di Seoul, Jumat (27/4) waktu setempat.

Paus menyebut kesepakatan itu sebagai langkah berani kedua pemimpin dalam menciptakan perdamaian di kawasan.

Pertemuan bersejarah antara Moon dan Kim Jong-un disebut mencapai keberhasilan menyusul janji Kim untuk menutup situs uji coba bom atom mereka pada bulan depan. Korea Utara juga berencana mengundang tim pemantau senjata dari Amerika Serikat.

Dikutip dari AFP, Paus Fransiskus mengatakan Kim dan Moon telah menunjukkan komitmen yang berani untuk menciptakan Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir.

Dalam pidatonya di Peter Square, Vatikan, pemimpin umat Katolik asal Argentina ini berharap kerja sama kedua negara dapat terus berlanjut.

“Sehingga menghasilkan keuntungan untuk masyarakat Korea dan penduduk dunia,” ujar Paus.

Kim Jong-un sepakat meneken Deklarasi Panmunjom usai bertemu Moon Jae-in di Seoul.

Salah satu isi deklarasi itu menegaskan niat perlucutan senjata nuklir Pyongyang atau denuklirisasi Semenanjung Korea.

Selama ini Semenanjung Korea dihantui oleh ancaman perang nuklir lantaran Kim kerap melakukan uji coba senjata pemusnah massal.

Pertemuan dua pemimpin Korea dan kesepakatan denuklirisasi itu tak hanya mendatangkan harapan perdamaian, namun juga menjadi awal yang baik dalam mewujudkan reunifikasi Korea.

Meski demikian, pertemuan bersejarah tersebut tak sepenuhnya mendapat respons positif. Sebagian warga Korea Selatan bahkan menggelar demonstrasi mengecam pertemuan itu dan mendesak Presiden Moon Jae-in mundur.

Sebagian besar pemrotes dilaporkan merupakan warga lanjut usia yang masih mengingat jelas kelamnya Perang Korea 1950-1953 lalu.

Secara teknis, kedua negara sampai saat ini masih terlibat perang karena Perang Korea saat itu hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180430013737-134-294553/paus-fransiskus-puji-pertemuan-kim-jong-un-dan-moon-jae-in

Apapun yang langkah-langkah serta keputusan yang disepakati oleh kedua negara Korea ini, setidaknya dapat memberikan perasaan lega oleh sebab tekanan yang selama ini dialami oleh kedua belah pihak.

Setidaknya bukan hanya warga di Korea yang menyambut baik kehangatan ini, ternyata seluruh dunia menyambut baik dan mendukung refrendum ini.

Kedua sekutu Korea Utara, yaitu Rusia, dan Tiongkokpun menyambut baik kesepatan kedua korea ini.

Paus Fransiskuspun memberikan pujian dengan Pertemuan antara Kim-Jong-un dan Moon-Jae-in.
*

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.”

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

Yesaya 45:22. ; Yohanes 10:28,29.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here