sarafotak Copy

[AkhirZaman.org] Di bawah judul Obat Perangsang dan Penenang ini tergolong sejumlah besar bahan yang kalau digunakan sebagai makanan dan minuman, akan merusak lambung, meracuni darah dan merangsang saraf. Pemakaiannya betul-betul jahat. Orang-orang mencari kesenangan dalam obat perangsang karena untuk sementara hasilnya baik. Tetapi selalu ada reaksi. Pemakaian bahan perangsang yang tidak alami selalu cenderung menimbulkan ekses, dan itu merupakan suatu bahan aktif dalam mendorong kerusakan dan kehancuran tubuh.

Bumbu Masak
Di zaman yang serba cepat ini, makanan yang kurang merangsang adalah lebih baik. Bumbu-bumbu masak bersifat membahayakan. Mostar, merica, rempah-rempah, acar, dan lain-lain sejenisnya, semuanya mengganggu lambung dan membuat darah jadi panas dan tidak bersih. Kondisi lambung pemabuk yang meradang sering dijadikan gambaran dari efek minuman beralkohol. Kondisi meradang yang sama disebabkan oleh pemakaian bumbu yang merusak. Tidak lama kemudian makanan yang biasa tidak lagi memuaskan selera. Tubuh merasakan kekurangan, suatu kerinduan akan sesuatu yang lebih merangsang.

Teh dan Kopi
Teh bertindak sebagai perangsang, dan sampai batas tertentu menimbulkan keracunan. Akibat dari kopi dan banyak lagi minuman populer lainnya sama saja. Efeknya yang pertama ialah memberi perasaan segar. Saraf-saraf lambung terangsang; ini menyebabkan iritasi pada otak, dan pada gilirannya otak terangsang untuk memberi kegiatan yang meningkat pada jantung dan tenaga cadangan seketika pada seluruh tubuh. Rasa letih terlupakan; kekuatan tampaknya bertambah. Kecerdasan digerakkan, imajinasi menjadi lebih terang.

Karena pengaruh-pengaruh ini, banyak orang mengira bahwa teh dan kopi itulah yang menghasilkan kebaikan yang besar bagi mereka. Tapi ini suatu kesalahan. Teh dan kopi tidak memberi zat makanan pada tubuh. Pengaruhnya sudah ada sebelum sempat terjadi pencernaan dan penyerapan, dan apa yang nampaknya seperti kekuatan sebenarnya hanyalah rangsangan saraf. Setelah hilang pengaruh rangsangan itu, tenaga yang tidak alami itu hilang, dan akibatnya ialah kelesuan dan kelemahan sampai tingkat tertentu.

Penggunaan terus-menerus dari bahan-bahan perangsang saraf ini diikuti dengan sakit kepala, tidak bisa tidur, jantung berdebar, gangguan pencernaan, gemetar, dan banyak kesulitan lainnya; karena bahan itu menghabiskan daya hidup. Saraf yang letih memerlukan istirahat dan ketenangan gantinya rangsangan dan kerja lembur. Alam memerlukan waktu untuk memulihkan tenaganya yang terkuras. Bila tenaganya itu dipaksa dengan menggunakan bahan-bahan perangsang, untuk sementara kelebihan tenaga itu didapatkan; tetapi karena tubuh sudah lemah akibat terus dipakai maka lambat laun semakin sulit untuk membangkitkan tenaga pada batas yang diperlukan. Tuntutan akan bahan perangsang jadi semakin sulit dikendalikan, sampai kemauan dilemahkan dan tidak mampu lagi menolak keinginan yang tidak wajar itu. Semakin kuat bahan-bahan perangsang itu dituntut, sampai tubuh yang sudah letih tidak dapat lagi bereaksi.

Kebiasaan Menggunakan Tembakau
Tembakau adalah racun yang lambat dan tidak kelihatan cara kerjanya, tetapi paling berbahaya. Dalam bentuk apapun benda itu digunakan, tetapi ada pengaruhnya pada tubuh; paling berbahaya karena akibatnya lambat dan pada mulanya sukar diketahui. Tembakau merangsang dan kemudian melumpuhkan saraf. Melemahkan dan mengganggu otak. Tembakau sering mempengaruhi saraf dengan cara yang lebih dahsyat dibanding minuman yang memabukkan. Lebih tidak kentara dan akibat-akibatnya sulit dibasmi dari tubuh. Penggunaannya merangsang rasa haus akan minuman keras, dan dalam banyak kasus itu meletakkan dasar bagi kebiasaan minuman keras.

rokok43234211 CopyPenggunaan tembakau menyusahkan, mahal, tidak bersih, mencemari si pemakai, dan mengganggu orang lain. Para pecandunya terdapat di mana-mana. Engkau jarang menyelinap di antara keramaian orang, tanpa ada si perokok menghembuskan napas beracun ke wajahmu. Rasanya tidak nyaman dan tidak menyehatkan kalau berada di dalam gerbong kereta api atau dalam suatu ruangan yang udaranya penuh dengan bau arak dan asap rokok. Sekalipun orang-orang bersikeras menggunakan racun ini untuk diri mereka sendiri, apa hak mereka untuk mencemari udara yang harus dihirup oleh orang lain?

Bagi kalangan anak-anak dan orang muda, penggunaan tembakau mengakibatkan bahaya yang tak terkira. Praktik-praktik yang tidak menyehatkan dari generasi yang lalu mempengaruhi anak-anak dan orang muda sekarang ini. Ketidakmampuan otak, kelemahan fisik, saraf yang terganggu, dan keinginan-keinginan yang tidak wajar ditularkan sebagai warisan dari orangtua kepada anak-anak. Dan praktik-praktik serupa yang diteruskan oleh anak-anak meningkatkan dan memperpanjang akibat yang buruk. Akibatnya, bukan kecil kemerosotan fisik, mental dan moral sehingga menjadi suatu tanda bahaya.

Anak-anak lelaki mulai menggunakan tembakau dalam usia yang sangat muda. Kebiasaan itu terbentuk ketika tubuh dan pikiran sangat mudah terbawa kepada pengaruhnya, merongrong kekuatan tubuh, membuat tubuh jadi kerdil, membius pikiran, dan merusak moral.

Tetapi, apa yang dapat dilakukan untuk mengajar anak-anak dan orang muda tentang buruknya suatu praktik yang dicontohkan oleh orangtua, guru dan pendeta? Anak-anak lelaki yang masih kecil, yang baru saja melewati masa kanak-kanak, mungkin saja terlihat sedang mengisap rokok. Kalau ada orang menegur, mereka akan menjawab, “Ayah saya juga merokok.” Mereka menunjuk kepada pendeta atau guru Sekolah Minggu dan berkata, “Orang itu merokok, apa bahayanya kalau saya juga merokok seperti dia?” Banyak pekerja dalam bidang pertarakan tapi kecanduan menggunakan tembakau. Apa kuasa orang seperti itu untuk dapat menahan kemajuan ketidakbertarakan?

“Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.” Amsal 23:21.

Pertanyaan kepada mereka yang mengaku percaya dan menuruti firman Allah: Dapatkah kamu sebagai orang Kristen memanjakan kebiasaan yang melumpuhkan kecerdasanmu dan merampas kuasamu yang benar untuk menilai kenyataan-kenyataan yang kekal? Dapatkah kamu merampok Allah setiap hari akan pelayanan yang seharusnya milik-Nya, dan merampasi sesama manusia, baik pelayanan yang harus kamu berikan dan kemampuan untuk menjadi teladan?

Pernahkah kamu mempertimbangkan tanggungjawabmu sebagai penatalayan-penatalayan Allah untuk harta yang ada di tanganmu? Berapa banyakkah uang Tuhan yang kamu belanjakan untuk membeli tembakau? Hitunglah berapa jumlahnya selama hidupmu. Bandingkanlah jumlah yang dihabiskan oleh nafsu yang merusak ini dengan apa yang kamu telah berikan untuk menolong orang miskin dan menyebarkan Injil?

Tidak ada makhluk manusia yang memerlukan tembakau, tetapi banyak orang binasa karena kekurangan uang akibat penggunaannya lebih buruk lagi daripada dibuang. Bukankah engkau telah menyalahgunakan milik Tuhan? Tidakkah engkau bersalah telah merampok Allah dan sesamamu manusia? “Tidak tahukah kamu bahwa . . . kamu bukan milik kamu sendiri? Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” 1 Korintus 6:19, 20.

Minuman yang Memabukkan

“Anggur adalah pencemooh
Minuman keras adalah peribut;
Tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.”
“Siapa mengeluh? Siapa bertengkar?
Siapa yang berkeluh kesah?
Siapa mendapat cedera tanpa sabar?
Siapa merah matanya?
Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam.
Mereka yang datang mengecap anggur campuran.
Jangan melihat kepada anggur kalau merah menarik warnanya
dan mengilau dalam cawan,
yang mengalir masuk dengan nikmat
Tetapi kemudian memagut seperti ular,
Dan menyemburkan bisa seperti beludak.”

mnmnkrs CopyTidak pernah digambarkan oleh tangan manusia suatu gambaran yang lebih jelas tentang kemerosotan martabat dan perhambaan dari korban minuman yang memabukkan. Terjamah, direndahkan, sekalipun ketika disadarkan tentang rasa kesedihannya, dia tidak mampu untuk keluar dari jerat itu; dia “akan mencari anggur lagi.” Amsal 23:55.

Tidak perlu diperdebatkan untuk menunjukkan akibat buruk dari bahan yang memabukkan bagi pecandunya. Manusia yang hancur dan bermuram durja — yakni jiwa-jiwa yang telah ditebus Kristus dengan Nyawa-Nya, yang ditangisi oleh para malaikat — berserakan di mana-mana. Mereka adalah noda dari peradaban yang kita banggakan ini. Mereka merupakan corengan di wajah, kutukan, dan kebinasaan bagi setiap negeri.

Siapakah yang dapat menggambarkan kesusahan, penderitaan dan keputusasaan yang tersembunyi di rumah si pemabuk? Pikirankanlah tentang istrinya, yang sering dibesarkan dengan tata krama yang halus, peka, berbudaya dan suci, sekarang berhubungan dengan seorang pemabuk yang akibat minuman keras telah berubah menjadi setan. Pikirkanlah tentang anak-anaknya yang kesenangannya, pendidikannya dan pengajarannya dirampas; mereka hidup ketakutan terhadap dia (ayahnya) yang seharusnya menjadi kebanggaan dan perlindungannya, telah terperosok kepada dunia ini, memikul rasa malu, sering bahkan mewarisi kutukan keturunan untuk cenderung menjadi pemabuk.

Pikirkanlah akan kecelakaan-kecelakaan mengerikan yang setiap hari terjadi karena pengaruh minuman keras. Ketika kejadian-kejadian itu diselidiki, didapati bahwa ada seseorang yang sedang dalam pengaruh minuman keras. Sampai sejauh manakah seseorang yang memanjakan diri dengan kebiasaan minum minuman keras dapat dipercayakan dengan nyawa manusia? Dia boleh dipercaya hanya kalau sudah menghentikannya secara total.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here