sepatu berhak tinggi

[AkhirZaman.org] Seorang pria tengah menjadi pembicaraan warga oleh kota Sydney karena penampilannya pakaian kantornya yang unik, yakni menggabungkan setelan jas dengan sepasang sepatu berhak tinggi.

Ashley Maxwell-Lam, nama pria tersebut, merupakan seorang bankir muda yang bekerja di pusat bisnis kota Sydney. Tampilannya fisiknya rapi, seperti pria metropolitan pada umumnya.

Khalayak akan menilai penampilan Ashley layaknya pekerja kantoran pada umumnya, mengenakan setelan formal berdasi dengan wajah serta rambut yang ditata klimis.

Namun, ketika melirik ke arah kedua kakinya, banyak orang dipastikan mengenyitkan dahi. Ashley dengan bangga mengenakan sepatu berhak tinggi ke kantor, dan bahkan kerap bergonta-ganti model setiap beberapa hari sekali. Demikian dikutip dari News.com.au pada Senin (26/2/2018).

“Suatu keputusan yang berani! Tidak ada satu pun yang membayangkan seorang pria dengan tinggi 6 kaki, berjalan mengenakan sepatu stiletto setinggi 6 inci,” ujar Ashley bangga.

Menurutnya, penampilan tersebut bukan ditujukan untuk acara amal, dan bukan pula persiapan menuju Mardi Gars, pawai budaya kontemporer tahunan di Australia.

“Ini adalah pakaian kerja saya setiap harinya,” jelas Ashley. “Atasan saya menyetujui, dan saya merasa sangat berterima kasih padanya.”

Maxwell-Lam, yang merupakan seorang manajer proyek pada sebuah bank ternama, mengaku telah mengenakan sepatu berhak tinggi sejak hampir setahun lalu. Pandangan sinis dan bahkan ejekan, sudah tidak lagi digubrisnya.

Menurutnya, ia menunjukkan dirinya apa adanya, dan merasa bersyukur hal itu — beserta orang-orang yang sepaham dengannya — mendapat jaminan kebebasan berekspresi yang sangat besar dari pemerintah negara bagian New South Wales.

“Saya mengenakan sepatu hak tinggi karena saya memang menyukainya,” tegas Ashley. “Saya tidak ingin menjadi wanita. Saya tetap seorang pria, namun menyukai berjalan dengan sepatu cantik.”

Dukungan Penuh Mendiang Sang Ayah

Ashley yang kini berusia 30, sebelumnya tinggal di negara bagian Queensland di timur Australia. Ia pindah ke Kota Sydney sejak kepergian sang ayah pada akhir 2016 lalu.

“Satu hal yang dikatakan terakhir kali oleh ayah saya adalah, ‘Kamu terlihat kehilangan banyak momen berarti di hidupmu, dan mengapa kamu tidak pindah ke Sydney bersama orang-orang sepertimu.’ Ia tahu, saya penyuka sesama jenis, dan saran tersebut adalah bentuk dukungan terbesarnya pada saya,” cerita Ashley.

Ketika pindah ke Sydney, ia melihat sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi berbayar, yang menampikan Yanis Marshall, Arnauld dan Mehdi, sekelompok trio penari pria asal Prancis yang gemar mengenakan sepatu berhak tinggi.

“Mereka mengsinpirasi saya, selain cerita teman wanita saya di kantor yang mengaku merasa sangat bersemangat ketika mengenakan sepatu berhak tinggi,” tukasnya.

Kini, Ashley memiliki sembilan pasang sepatu berhak tinggi di rak sepatunya. Empat dalam potongan formal untuk bekerja, dan lima buah lainnya bergaya kasual untuk berpergian santai.

“Keputusan saya tidak mudah diterima oleh banyak orang, termasuk oleh mereka yang menganut paham seksual seperti saya. Namun karena saya merasa percaya diri, dan tidak mengganggu kehidupan orang lain, mengapa tidak?” tukas Ashley.

https://goo.gl/gGBZZn

Suatu praktek kehidupan yang tidak lazim yang bisa saja berbeda dengan cara pandang kebanyakan orang zaman ini khususnya dari cara berpakaian yang mulai berbeda dari norma-norma yang seharusnya seorang pria berpakaian.

Apakah mulai bergeser norma-norma kebaikan di zaman ini, sehingga seorang pria harus menggunakan pakaian seorang wanita yang tentunya tidak pas untuk di lihat oleh orang lain.

Hati manusia ini suka meniru hal-hal yang buruk dan inilah yang menunjukkan kebiasaan manusia ini sebenarnya.

“Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.”

1Korintus 11:3,9.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here