nyanyian pujian

la memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan. Mazmur 40:4.

[AkhirZaman.org] Saya telah memikirkan betapa senangnya malaikat-malaikat memandang kita dari sorga jika semuanya kita memuji Allah dan tinggal di dalam Kristus. Jika benar-benar sukacita yang limpah perlu bagi orang Kristen, mengapa kita tidak memilikinya dan menyatakannya kepada dunia ini?

Tidak lama lagi, Kristus akan datang di dalam kuasa dan kemuliaan besar, dan betapa dahsyatnya jika kita tidak bersedia! Marilah kita bersedia. Jauhkanlah yang jahat dari padamu, dan nyanyikanlah nyanyian pujian dan bersukarialah di dunia ini. . . Biarlah bibirmu melagukan nyanyian untuk memuji Allah. . . Malaikat-malaikat sorga memuji-muji Allah sepanjang zaman, dan di sini ada orang fana yang untuknya Kristus telah meninggalkan rumah yang di sorga dan menderita olok-olok, fitnah, hinaan, dan kematian agar la dapat mengangkat kita dan duduk di dalam sorga, namun mereka tidak mempersembahkan lagu pujian.

Jika engkau duduk bersama Kristus di dalam sorga, engkau tidak dapat tahan untuk tidak memuji Allah. Oleh sebab itu, mulailah membiasakan lidahmu memuji Dia dan melatih hatimu menyanyikan lagu merdu kepada Allah; dan bilamana iblis mulai melemparkan bayang-bayang gelap ke sekitarmu, nyanyikanlah lagu pujian kepada Allah. Bilamana terjadi keadaan kusut di dalam rumahmu, nyanyikanlah sebuah lagu tentang keindahan Anak Allah yang tiada taranya itu, dan saya katakan padamu, bilamana engkau memetik tali kecapimu, maka setan akan meninggalkan engkau. Engkau dapat mengusik musuh itu bersama-sama dengan bayang-bayangnya yang menyuramkan dan engkau dapat melihat, betapa jauh lebih jelas, cinta dan belaskasihan Bapamu yang di sorga itu.”

Orang-orang yang masuk ke dalam hubungan yang kudus dengan Allah yang di sorga tidak akan dibiarkan jatuh di dalam kelemahan mereka…. Segala penarikan dunia sia-sia bagi mereka; sebab mereka mencari negeri yang lebih indah, dunia yang kekal, di mana akan hidup terus-menerus sepanjang zaman yang tak berkesudahan. lnilah yang menjadi pokok pikiran dan perbincangan mereka. Firman Allah menjadi sangat indah dan mahal bagi mereka. Mereka mengenal perkara-perkara rohani. Mereka bersukaria di dalam “pengharapan yang bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang Maha besar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Mereka rindu melihat Raja itu di dalam keindahanNya, melihat malaikat-malaikat yang tidak pernah jatuh ke dalam dosa, dan juga melihat taman bunga yang tidak pernah layu itu.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here