akhir zaman

[AkhirZaman.org] Pencobaan  dan  Penyesalan Mendalam. Bilamana seorang yang bersalah menyadari kesalahannya, hati-hatilah jangan sampai merusak harga dirinya. Janganlah mengecewakannya dengan kelalaian atau mosi tidak percaya.  Jangan katakan: ‘Sebelum saya mempercayainya, saya mau lihat apakah dia bertahan atau tidak.” Seringkali mosi tidak percaya ini menjadi batu sandungan bagi yang tergoda.

Kita harus berusaha memahami kelemahan orang lain. Kita hanya sedikit mengetahui pencobaan hati mereka yang sudah diikat dengan rantai kegelapan dan yang kekurangan kesanggupan mengambil keputusan dan kuasa moral. Yang paling dikasihani ialah keadaan dia yang sedang menderita karena penyesalan yang mendalam; dia bagaikan seorang yang kebingungan, berjalan sempoyongan dan tenggelam di dalam debu. Dia tak dapat melihat apapun dengan jelas. Pikirannya dikelamkan, dia tidak tahu mau melangkah ke mana. Banyaklah jiwa-jiwa yang malang disalahpahami tidak dihargai, penuh dengan kesediaan dan penderitaan, dialah domba yang sesat. Dia tidak dapat menemukan Allah, namun dia mempunyai kerinduan hati yang besar untuk pengampunan dan kedamaian.

Pengaruh yang Penuh Kuasa Melawan Kejahatan. Oh, janganlah sepatah kata pun diucapkan untuk menambah perasaan sakit! Kepada jiwa yang lelah karena hidupnya penuh dosa, tetapi tidak mengetahui ke mana harus mencari kelepasan, kenalkanlah Juruselamat yang penuh belas kasihan. Peganglah tangannya, angkat dia, ucapkanlah kata-kata yang membangkitkan semangat dan pengharapan. Tolonglah dia memegang erat-erat tangan Juruselamat. . . . Kita perlu menempatkan diri kita di tempat orang yang tergoda. Perhatikan kuasa pengaruh turunan, pengaruh pergaulan jahat dan lingkungan, dan juga kuasa kebiasaan yang salah. Dapatkah kita merasa heran bahwa di bawah pengaruh yang demikian banyak orang mengalami kemerosotan? Dapatkah kita merasa heran bahwa mereka seharusnya lamban menanggapi usaha peningkatannya? MH 167, 168.

Rasa Simpati yang Lembut.  Kasih yang ajaib, bahwa Allah, yaitu Allah yang kekal, telah memberikan peluang bagi kita untuk mendekati Dia dengan nama yang disayangi “Bapa”! Tidak ada orang tua di dunia yang membujuk lebih sungguh-sungguh kepada anaknya yang bersalah dibandingkan dengan Dia yang mengajak kita supaya membujuk orang-orang yang melanggar. Tidak ada perhatian manusia yang mengikuti orang berdosa dengan undangan yang begitu lembut.

Lalu, dengan rasa simpati selembut apakah seharusnya kita bekerja bagi mereka yang bersalah dan berdosa, yang sedang binasa di sekitar kita. Kita harus bekerja dengan roh Kristus, dengan kelembutan berbelas-kasihan seperti yang dinyatakan-Nya. Bilamana kita akan menuntut janji-janji Allah dalam iman, bilamana kita akan hidup dengan setiap kata yang keluar dari mulut Allah, kita menempatkan diri kita di pihak Kristus. Kita memperoleh Roh-Nya dan rahmat-Nya melaksanakan upaya kita untuk membawa jiwa-jiwa kepada pengenalan akan kemauan ilahi.

Belas Kasihan Bagi yang Bersalah.  Betapa dangkal kita selami belas kasihan Kristus yang mana seharusnya menjadi ikatan yang paling kuat antara kita dengan Dia, yaitu belas kasihan untuk orang yang sudah rusak akhlaknya, yang bersalah, jiwa yang menderita, yang sudah mati dalam pelanggaran dan dosa! Manusia yang tidak berperikemanusiaan terhadap manusia itulah dosa terbesar. Banyak orang menganggap bahwa mereka sedang menunjukkan keadilan Allah sementara mereka gagal total menunjukkan kelembutan-Nya dan kasih-Nya yang besar. Acapkali orang-orang yang ditemuinya dengan kekasaran dan kepelikan sedang mengalami stres karena penggodaan. Setan sedang bergumul melawan jiwa-jiwa ini, kata-kata kasar dan tidak simpati mematahkan semangat mereka dan menjadikan mereka mangsa kuasa si penggoda.

Menangani pikiran adalah satu hal yang rumit. Hanya Dia yang dapat membaca hati itulah yang mengetahui bagaimana memimpin orang kepada pertobatan. Hanya akal budi-Nyalah yang memberikan sukses kepada kita untuk menjangkau yang hilang. Boleh saja engkau berdiri kaku dan berkata, “Aku lebih suci dari padamu,” tidak menjadi masalah betapa tepat pemikiranmu atau betapa benar perkataanmu; keduanya tidak akan pernah menyentuh hati. Kasih Kristus yang dinyatakan dalam perkataan dan tindakan, akan mendapat tempat dalam jiwa, sedangkan ulangan persepsi atau argumentasi tidak akan membawa hasil apa-apa.

Kita memerlukan rasa simpati kristiani bukan hanya bagi mereka yang tampaknya sudah bersalah terhadap kita, tetapi rasa simpati terhadap jiwa-jiwa yang sedang bergumul, yang menderita dan yang miskin, yang sering diikuti kesalahan, yang sedang melakukan dosa dan yang sedang menyesal, yang tergoda dan yang patah semangat. Kita melayani sesama manusia setelah hati kita tersentuh seperti Imam Besar kita yang berbelas kasihan, yang merasakan segala kelemahan kita. MH 163, 164.

Alkitab, Kekakuan dan Kelalaian. Sebagai satu umat kita kekurangan kasih sayang dan rasa simpati yang mendalam, yang sungguh-sungguh dan yang menyentuh jiwa, yaitu yang akan ditunjukkan kepada orang tergoda dan yang bersalah. Banyaklah orang yang menunjukkan kekakuan dan kelalaian, memperkenalkan Kristus tetapi lewat di sisi lain jalan itu dan menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Jiwa yang baru bertobat sering bergumul dengan seru melawan penggodaan berbentuk khusus, dan setelah dikalahkan oleh nafsu atau kecenderungannya, dia bersalah karena kurang bijaksana atau benar-benar bersalah. Kalau begitu diperlukan dari saudara-saudaranya tenaga, kewaspadaan dan kebijaksanaan, agar mereka dapat dipulihkan ke dalam kesehatan rohani. Dalam hal seperti itu berlakulah ajaran Firman Allah yang mengatakan “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dengan roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” “Kita yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat, dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.”

Tetapi betapa sedikit dari kelemahlembutan Kristus yang dinyatakan oleh orang-orang yang mengaku pengikut Kristus! Bilamana seorang bersalah, yang lain juga merasa bebas untuk membuat hal itu sejelek-jeleknya. Mereka yang barangkali bersalah sepenuhnya seperti melakukan dosa besar di bidang lain, akan memperlakukan saudaranya dengan sadis dan kejam. Kesalahan yang dilakukan karena kebodohan, kelengahan atau karena kelemahan, itu dibesar-besarkan menjadi dosa yang disengaja dan direncanakan sebelumnya. Sementara mereka menyaksikan jiwa-jiwa yang sedang tersesat, sebagian orang melipat tangan dan berkata, “Saya sudah katakan padamu. Saya telah mengetahui yang mereka tidak dapat dipercaya.” Begitulah mereka menempatkan diri mereka sendiri dalam sikap Setan, dengan roh bersukaria karena rencana kejahatannya ternyata benar. 5T 604, 605.

Kasih Sayang Bagi yang Bersalah. Tidak semuanya kita diatur dengan cara yang sama, dan banyak di antara kita yang tidak terdidik dengan benar. Pendidikan mereka tidak cukup. Sebagian kita diimbasi dengan sifat cepat marah dan dalam pendidikan kita sewaktu kecil tidak diajarkan pengendalian diri. Seringkali rasa cemburu dan dengki berbaur dengan sifat yang ganas ini. Yang lain bersalah di bidang lain. Ada yang tidak jujur dalam menjalankan perdagangan yang meluas. Ada yang bertindak sewenang-wenang dalam keluarga, ingin menguasai. Hidup mereka jauh dari yang benar. Pendidikan mereka serba salah. Mereka tidak diberi amaran tentang dosa yang dilakukan dengan berserah kepada pengendalian sifat-sifat yang jahat. Karena itu dosa tidak tampak kepada mereka sebagai satu perbuatan yang amat jahat. Yang lain, yang telah mendapatkan pendidikan yang tak salah, yang mendapat latihan yang lebih baik, telah mengembangkan tabiat yang sedikit menjijikkan. Kehidupan kekristenan semua orang sangat banyak dipengaruhi oleh yang baik atau yang jahat dari pendidikan yang sebelumnya.

Yesus sebagai Pembela kita memahami segala jenis keadaan sekeliling kita dan memperlakukan kita sesuai dengan terang yang ada pada kita dan keadaan lokasi di mana kita ditempatkan. Sebagian mempunyai organisasi yang lebih baik dari orang lain. Sementara sebagian tetap tergoda, tersiksa dan mengalami kesusahan karena perangai yang tidak menyenangkan dalam tabiatnya, berperang melawan musuh dalam hati dan pencemaran sifatnya, yang lain tidak mempunyai separuhnya itu untuk diperangi. Mereka berjalan hampir bebas dari kesulitan yang ditimbulkan oleh saudaranya laki-laki dan perempuan yang kurang teratur. 2T 74.

Selamat Datang Bagi Mereka yang Telah Bertobat. “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.” (Yudas 22). Mereka yang bijaksana dalam akal budi yang dilahirkan dari Allah akan melihat jiwa-jiwa yang memerlukan pertolongan, jiwa-jiwa yang sudah dikalahkan, dan mereka yang jarang berani memegang pengharapan, walaupun mereka menyesal dengan sungguh-sungguh tetapi tanpa dukungan. Tuhan akan menempatkannya dalam hati mereka yang menatalayani rahmat-Nya untuk menyambut jiwa-jiwa yang menyesal dan gemetar, ke dalam persekutuan yang penuh kasih. Para pengikut-Nya yang sejati tidak akan memperlakukan orang-orang berdosa seakan-akan mereka tidak layak mendapat pengampunan. Mereka akan menaruh belas kasihan terhadap mereka yang hidup dalam keadaan yang tidak menyenangkan, yang telah membiarkan Setan untuk memimpin mereka di jalan terlarang.

Jiwa-jiwa ini telah berdosa terhadap Allah, tetapi jika mereka menyesal dan menunjukkan keaslian pertobatannya dengan upaya yang sungguh-sungguh melayani Tuhan, siapakah yang berani melarang mereka? Doronglah semangat mereka. Berikanlah kesempatan kepada mereka untuk memperoleh kembali apa yang sudah hilang. Kesombongan, ketamakan, nafsu, semuanya mungkin jadi dosa mereka yang mengikat. tunjukkanlah kesalahannya, tetapi bukan dengan cara yang salah sehingga mereka lari dari Kristus. Tetapi kata-kata yang penuh belas kasihan akan menarik mereka kepada-Nya. Betapapun dalamnya kejatuhan mereka, janganlah memusnahkan pengharapan dan pengampunan mereka. Bekerjalah demi mereka, berdoalah dengan mereka, tunjukkanlah Penebus itu kepada mereka. . . .

Tidak Menghakimi Orang Lain. Dengan upaya yang sungguh-sungguh seperti Kristus, orang-orang akan ditobatkan dan diyakinkan, dan Allah akan mengucapkan kata-kata pengampunan kepada mereka. Janganlah mengusir satu jiwa yang meninggalkan pekerjaan Setan lalu memohon pengampunan dari Yesus. “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.” Apabila mereka membuktikan bahwa Roh Allah sedang mempengaruhinya, bangkitkanlah semangat mereka untuk memasuki pekerjaan Tuhan. Janganlah mengecewakan mereka dengan keragu-raguan, dengan menjauhkan diri dari mereka dengan bertingkah, “Aku lebih kudus dari padamu” (Yesaya 65:5).

Mereka yang berlaku seperti orang Farisi mungkin juga tidak bersalah seperti dosa yang dihakimi dalam diri orang lain, tetapi mereka mungkin bersalah dalam dosa yang lebih besar dalam pandangan Allah. Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatan masing-masing. Biarlah orang yang menghakimi orang lain memperhatikan dirinya, kalau tidak mereka akan dihakimi oleh Allah karena sifat orang Farisi. MS 37, 1902.

Orang Mencintai, Bukan Seperti Tanaman Berduri. Kita harus mengharapkan bertemu dengan orang muda yang tidak berpengalaman, dan bersabar menghadapi ketidaksempurnaan dalam diri mereka. Kristus telah menyuruh kita berusaha memulihkan mereka dalam roh kerendahan hati, dan kita bertanggungjawab kepada Dia karena mengejar tujuan untuk mengecewakan, mematahkan semangat, dan membinasakan mereka. Kecuali kita setiap hari merawat tanaman kasih yang berharga, supaya kita tidak berpikiran sempit yang membahayakan, tidak merasa simpati, berkeras dalam pendirian dan kritis, menganggap diri kita saleh sedangkan kita jauh dari pengakuan Allah. Beberapa orang tidak sopan, keras dan kasar. Mereka seperti tanaman berduri, yaitu menusuk bila disentuh. Ini akan mengganggu karena salah memperkenalkan Juruselamat yang penuh kasih.

Kita harus mencapai standar yang lebih tinggi, kalau tidak, kita tidak layak menyandang nama Kristen. Kita harus membangun semangat seperti Kristus yang menyelamatkan orang bersalah. Kita dengan mereka sama-sama bernilai bagi-Nya. Mereka sama-sama menjadi piala rahmat-Nya dan pewaris kerajaan. Tetapi mereka terbuka bagi jerat musuh yang cerdik, terbuka terhadap bahaya dan pencemaran dan akan pasti binasa tanpa rahmat Kristus yang menyelamatkan. Apakah kita meninjau hal ini dengan terang yang benar, bagaimana kesetiaan kita dinyatakan, dan upaya pengorbanan diri yang sungguh-sungguh dilipatgandakan, agar kita bisa menghampiri orang-orang yang memerlukan doa kita dan rasa simpati kita dan juga kasih sayang kita! 5T 605, 606.

Yesus Teladan Kita. Adalah yang terbuang, pemungut cukai dan orang berdosa yang dipanggil Kristus, dan dengan kasih setia-Nya memaksa mereka supaya datang kepada-Nya. Segolongan yang tak pernah ditatap-Nya ialah mereka yang berdiri jauh dalam harga diri sehingga memandang rendah kepada orang lain. . . .

Bahkan mereka yang sudah jatuh terperosok dalam-dalam diperlakukan-Nya dengan hormat. Adalah rasa nyeri yang terus-menerus bagi Kristus kalau berhadapan dengan permusuhan, kebejatan moral dan pencemaran; tetapi belum pernah diucapkan satu kata pun untuk menunjukkan bahwa perasaan-Nya tersinggung, atau selera-Nya yang halus itu terganggu. Apa saja kebiasaan jahat dari umat manusia, prasangka yang tajam dan nafsu yang tak tertahankan, Dia menghadapinya dengan kelemahlembutan yang berbelas kasihan. Setelah kita mengambil bagian dalam Roh-Nya, kita akan menganggap semua manusia saudara kita, dengan penggodaan dan pencobaan yang sama, sering jatuh sementara bergumul dan bangkit lagi, berperang melawan kekecewaan dan kesulitan, mendambakan rasa simpati dan pertolongan. Kemudian kita akan menghadapi mereka begitu rupa sehingga tidak mengecewakan atau menolak mereka, tetapi membangkitkan pengharapan dalam hati mereka. MH 164, 165.

Oleh: Ellen White

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here