Akhir zaman

[AkhirZaman.org] Didik Setiap Anak Supaya Mandiri. Sedapat‑dapatnya, setiap anak harus dididik bersandar kepada diri sendiri. Dengan menggunakan segala kesanggupan mereka yang beraneka ragam itu, ia akan mempelajari dalam hal apa ia paling kuat dan di dalam hal apa ia mempunyai kekurangan. Seorang pendidik yang bijaksana akan memberikan perhatian yang khusus kepada perkembangan sifat‑sifat yang lemah, agar supaya anak itu bisa membentuk suatu tabiat yang seimbang dan serasi.1

Terlalu banyak hal‑hal yang menyenangkan akan menghasilkan suatu pribadi yang lemah. Jikalau orang tua, selama mereka masih hidup, mau menolong anak‑anak mereka untuk menolong diri mereka sendiri itu akan lebih baik daripada mewariskan harta yang banyak pada waktu mereka mati. Anak‑anak yang dibiarkan bersandar kepada kesanggupan mereka sendiri akan menjadi orang‑orang yang lebih baik dan lebih sanggup untuk menghadapi hidup daripada anak‑anak yang selalu bergantung kepada harta milik orang tuanya. Anak‑anak yang dibiarkan bergantung kepada tenaga mereka sendiri pada umumnya akan menghargai kesanggupan‑kesanggupan mereka, akan menggunakan kesempatan‑kesempatan mereka dengan lebih baik, dan memperkembangkan serta mengarahkan kesanggupan mereka untuk mencapai satu tujuan dalam hidup mereka. Mereka sering memperkembangkan sifat kerajinan, hemat, dan nilai moral, yang menjadi dasar daripada sukses dalarn hidup seorang Kristen. Anak‑anak, yang, untuknya orang tuanya berbuat banyak sekali, sering merasa bahwa mereka berada di bawah tanggung jawab yang kecil saja terhadap mereka.2

Rintangan‑rintangan Mengakibatkan Timbulnya Kekuatan. Rintangan‑rintanganlah yang menjadikan seseorang kuat. Bukanlah pertolongan, melainkan kesulitan‑kesulitan, pertentangan, kekalahan, yang menjadikan seseorang memiliki akhlak yang kuat. Terlalu banyak hal‑hal yang menyenangkan dan menghindari tanggung jawab telah menjadikan manusia‑manusia yang lemah dan menjadikan kerdil mereka yang seharusnya menjadi orang‑orang yang bertanggung jawab yang mempunyai kekuatan moral dan kerohanian yang kuat.3

Dari sejak tahun‑tahun pertama kehidupan seorang anak adalah perlu untuk menjalin ke dalam tabiatnya prinsip‑prinsip kejujuran, agar anak muda itu dapat mencapai ukuran yang tertinggi daripada kedewasaan. Mereka harus selalu mengingat bahwa mereka telah dibeli dengan satu harga dan harus mempermuliakan Allah di dalam tubuh dan roh mereka, yang menjadi milik‑Nya. Anak muda harus dengan sungguh‑sungguh mempertimbangkan apa yang akan menjadi tujuan dan pekerjaan hidup mereka, dan  meletakkan dasar dengan satu cara yang demikian rupa sehingga kebiasaan‑kebiasaan mereka akan bebas dari segala noda kejahatan. Jikalau mereka mau berdiri di dalam satu kedudukan dimana mereka dapat mempengaruhi orang lain, maka mereka harus bersandar kepada diri reka sendiri.4

Persiapkan Anak‑anak Menghadapi Persoalan dengan Berani. Jauh di seberang disiplin rumah tangga dan sekolah, semua orang harus menghadapi plin kehidupan. Bagaimana cara untuk menghadapinya dengan bijaksana adalah satu pelajaran yang harus dijelaskan kepada setiap anak kecil orang muda. Benarlah bahwa Tuhan mengasihi kita, bahwa Ia sedang buat sesuatu demi kebahagiaan kita, dan bahwa, jikalau hukum‑Nya senantiasa ditaati, kita tidak akan pernah mengalami penderitaan; dan adalah kenyataan juga bahwa, di dalam dunia ini, sebagai akibat dosa, penderitaan, kesusahan, beban, menimpa hidup setiap manusia. Kita dapat mengerjakan bagi anak‑anak dan orang muda suatu kebajikan seumur supaya dengan mengajar mereka untuk menghadapi segala persoalan beban ini dengan berani. Memang kita harus menunjukkan rasa simpati kepada mereka, tetapi janganlah hal itu dinyatakan demikian rupa sehingga akan menimbulkan rasa kasihan terhadap dirinya sendiri. yang mereka butuhkan adalah sesuatu yang akan merangsang dan menguatkan gantinya yang akan melemahkan.

Mereka harus diajar bahwa dunia ini bukanlah satu arena pertunjukan, tetapi suatu medan perang. Semua orang dipanggil untuk menahan kesulitan, sebagai serdadu yang baik. Mereka harus kuat dan membawakan dirinya dengan jantan. Biarlah mereka diajar bahwa ujian tabiat yang sebenarnya terdapat di dalam kerelaan untuk menanggung beban, untuk mengambil tempat yang sukar, untuk melaksanakan pekerjaan yang perlu diselesaikan, sekalipun hal itu tidak akan memberikan kemasyhuran atau pahala duniawi.5

Perkuat Rasa Kehormatan. Pendidik yang bijaksana, di dalam menghadapi murid‑muridnya, akan berusaha untuk memperkuat kepercayaan dan rasa hormat. Anak‑anak dan orang muda akan mendapat keuntungan dengan jalan dipercayai. Banyak orang, sekalipun anak‑anak kecil, mempunyai suatu rasa hormat; semua orang ingin diperlakukan dengan kepercayaan dan hormat, dan hal ini merupakan hak mereka. Janganlah mereka dituntun untuk merasa bahwa mereka tidak bisa pergi keluar dan masuk tanpa diamat‑amati. Kecurigaan merusak moral, dengan mengakibatkan timbulnya hal‑hal yang jahat yang sedang dicoba untuk dicegah…. Tuntunlah anak‑anak muda itu untuk merasa bahwa mereka dipercayai, dan sedikit saja orang yang tidak berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya layak untuk dipercayai.6

1. Fundamentals of Christian Education, hal. 57.

2. Testimonies for the Church, Jilid 3, hal. 122, 123.

3. Idem, hal. 495.

4. Youth’s Instructor, 5 Januari 1893.

5. Education, hal. 295.

6. Idem, hal. 289, 290.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here