bekerjasama

Karena kami adalah kawan sekerja Allah,’ kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Korintus 3:9.

[AkhirZaman.org] Perumpamaan ini menggambarkan tabiat manusia, yang harus dibentuk tahapan demi tahapan. Setiap hari Allah mengerjakan bangunanNya, pukulan demi pukulan, untuk menyempurnakan bangunan itu, agar kelak bangunan itu menjadi bait yang kudus bagiNya. Manusia harus bekerjasama dengan Allah, berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan dirinya menurut maksud Allah, membangun hidupnya dengan perbuatan yang luhur.

Manusia bekerja dan Allahpun bekerja. Manusia disuruh untuk melatih otot dan mengembangkan setiap kuasa dalam memperjuangkan hidup yang kekal, tetapi Allah yang mencukupkan segala keperluan itu. Allah telah mengadakan korban yang mengherankan bagi umat manusia. Ia telah berusaha mengembalikan manusia dari pelanggaran dan dosa kepada kesetiaan dan penurutan, akan tetapi Ia tidak dapat berbuat sesuatu tanpa kerjasama umat manusia…. Dengan usaha yang tidak mengenal lelah barulah kita dapat mencapai kemenangan melawan pencobaan setan …. “

Tidak seorangpun diangkat ke atas tanpa usaha yang keras dan tabah dari pihaknya sendiri. Semua orang mesti mengambil bagian dalam peperangan untuk dirinya sendiri. Secara pribadi kita bertanggung jawab menghadapi pergumulan; meskipun Nuh, Daniel, Ayub ada di dunia ini, mereka tidak dapat melepaskan baik putera maupun puterinya dengan kebenaran mereka sendiri….

Sering pendidikan dan latihan seumur hidup harus dikesampingkan, agar seseorang bisa menjadi seorang pelajar di sekolah Kristus. Hati kita haruslah dididik supaya teguh kepada Allah. Kita haruslah membentuk kebiasaan berpikir yang akan menyanggupkan kita melawan pencobaan. Kita harus belajar memandang ke atas. Prinsip Firman Allah azas-azas yang setinggi langit dan yang menuju kekekalan-haruslah kita pahami maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap perbuatan, setiap ucapan, setiap pikiran haruslah seirama dengan prinsip ini.

Karunia Roh Kudus yang indah itu tidak bertumbuh dalam sekejap mata. Keberanian hati, keteguhan hati, kelemahlembutan, iman, percaya yang tiada bimbang dalam kuasa Allah yang menyelamatkan diperoleh dari pengalaman yang bertahun-tahun. Untuk memeteraikan nasib anak-anak Allah, mereka haruslah berusaha hidup suci serta taat kepada kebenaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here