anakmakan3 Copy

Allah Menetapkan Keinginan-keinginan dan Selera Makan. 
[AkhirZaman.org] Keinginan-keinginan dan selera makan kita yang alamiah itu ditetapkan oleh ilahi, dan pada waktu diberikan kepada manusia, semuanya itu bersih dan suci. Rencana Allah ialah supaya pikiran harus mengatur selera makan, bahwa semuanya itu harus melayani demi kebahagiaan kita. Dan bilamana semuanya itu diatur dan dikendalikan oleh pikiran yang disucikan, semuanya itu merupakan kesucian kepada Tuhan.

Sebuah Bahan Pemikiran llahi. 
Pendidikan bangsa Israel mencakup segala kebiasaan hidup. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kesejahteraan mereka adalah hasil bahan pemikiran ilahi dan telah tercakup dalam hukum ilahi. Sekalipun dalam menyediakan makanan mereka, Allah berusaha untuk menyediakan yang terbaik bagi mereka. Manna merupakan makanan pemberian Allah untuk makan mereka di padang belantara adalah sesuatu yang bersifat untuk meningkatkan kekuatan jasmani, pikiran dan akhlak mereka…. Sekalipun adanya kesukaran kesukaran yang mereka hadapi dalam hidup mereka di padang belantara, tidak ada seorangpun yang bodoh di antara semua suku bangsa mereka.

Dibangun dari Makanan yang Kita Makan.
Tubuh kita dibangun dari makanan yang kita makan. Terus menerus terjadi kerusakan jaringan-jaringan dalam tubuh; setiap gerakan dari setiap organ tubuh menimbulkan kerusakan, dan kerusakan ini diperbaiki dari makanan kita. Setiap organ tubuh memerlukan bagian makanannya. Otak harus memperoleh bagiannya; tulang tulang, otot otot dan syaraf menuntut bagian mereka masing masing. Adalah merupakan suatu proses yang ajaib yang telah mengubah makanan menjadi darah dan menggunakan darah ini untuk membangun berbagai macam bagian tubuh; bahkan proses ini berlangsung terus menerus, sambil memberikan hidup dan kekuatan kepada setiap syaraf, otot dan jaringan.

Mulai dengan Memberi Makan Bayi dengan Benar.
Pentingnya mendidik anak anak untuk memiliki kebiasaan makan yang benar tidak bisa dianggap sebagai pemikiran yang berlebihan. Anak anak kecil perlu belajar bahwa mereka makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Pendidikan ini harus dimulai di dalam diri seorang bayi di pangkuan ibunya. Seorang anak harus diberi makan hanya pada jarak waktu yang teratur, dan apabila anak itu makin besar makanan itu harus lebih jarang diberikan (jarak jam makannya ditentukan dan konstan). Kepadanya jangan diberikan gula, atau makanan bagi orang yang lebih dewasa, yang belum sanggup dicernanya. Ketelitian dan keteraturan dalam memberi makan bayi bukan hanya akan meningkatkan kesehatan, dan dengan demikian cenderung untuk menjadikan mereka bersikap kalem dan mempunyai sifat sifat yang manis, tetapi juga akan meletakkan dasar kebiasaan kebiasaan yang akan menjadi suatu berkat kepada mereka pada tahun tahun mendatang dalam hidup mereka.

Didiklah Cita Rasa dan Selera Makan.
Apabila anak anak meninggalkan masa bayi mereka, perhatian yang besar harus tetap diberikan dalam mendidik cita rasa dan selera makan mereka. Sering mereka dibiarkan memakan apa yang mereka pilih dan kapan saja mereka pilih, tanpa memikirkan tentang kesehatan. Jerih payah dan uang yang sering diboroskan diboroskan untuk makanan yang tidak menyehatkan menuntun orang muda untuk berpikir bahwa tujuan yang tertinggi dalam hidup, dan bahwa yang dapat memberikan kebahagiaan yang terbesar, adalah kesanggupan untuk memanjakan selera makan mereka. Akibat pendidikan seperti ini adalah kegelojohan, kemudian menyusul kesakitan…. Para orang tua harus mendidik selera makan anak anak mereka dan jangan mengizinkan digunakannya makanan makanan yang tidak menyehatkan.

Kuasa Rohani, Pikiran dan Jasmani Dipengaruhi Oleh Makanan.
Para ibu yang memanjakan keinginan anak-anak mereka dengan mengorbankan kesehatan dan sifat sifat yang menggembirakan sedang menaburkan benih-benih yang jahat yang akan bersemi dan menghasilkan buah-buahan. Pemanjaan diri akan bertumbuh bersama dengan pertumbuhan anak anak kecil itu, dan baik kekuatan pikiran dan juga jasmani dikorbankan. Para ibu yang melakukan pekerjaan ini akan menuai dengan perasaan getir benih benih yang telah mereka taburkan itu. Mereka menyaksikan anak anak mereka bertumbuh dengan keadaan yang tidak sanggup baik dalam pikiran dan tabiat untuk melaksanakan satu bagian yang agung dan bermanfaat di dalam masyarakat atau di dalam rumah tangga. Kuasa rohani sebagaimana halnya kuasa pikiran dan jasmani menderita (kurang berfungsi) di bawah pengaruh makanan yang tidak menyehatkan. Hati nurani dilumpuhkan, dan kepekaan terhadap kesan-kesan yang baik dirusakkan.

Pilihlah Makanan yang Terbaik.
Supaya dapat mengetahui apa makanan yang terbaik itu, kita harus mempelajari rencana Allah yang semula dalam hal makanan manusia. Ia yang telah menciptakan manusia dan yang mengerti kebutuhannya telah menetapkan kepada Adam makanannya…. Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran merupakan makanan yang telah dipilih bagi kita oleh Khalik kita.

Hidangkan Semuanya Itu dengan Cara yang Sederhana dan Membangkitkan Selera.
Allah telah melengkapi manusia dengan bahan makanan berkelimpahan untuk memuaskan selera makan yang tidak dirusakkan. Ia telah menyediakan di hadapannya hasil-hasil bumi—beraneka ragam makanan yang berkelimpahan yang lezat kepada perasaan dan memberikan gizi kepada sistim dalam tubuh. Untuk semuanya ini Bapa kita yang dermawan itu mengatakan bahwa kita bisa memakannya dengan bebas. Buah buahan, biji bijian, sayur sayuran, yang disajikan dengan cara yang sederhana, bebas dari rempah rempah dan lemak dalam segala jenisnya, dicampur dengan susu (anjuran adalah susu kedelai) atau rum, merupakan makanan yang paling menyehatkan. Semuanya itu memberikan makanan kepada tubuh dan memberikan satu kuasa untuk bertahan dan satu kesegaran pikiran yang dihasilkan oleh makanan yang menyehatkan.

Selera Makan Bukanlah Satu Penuntun yang Selamat.
mknbrsma CopyMakanan makanan harus dipilih yang akan menyediakan dengan cara yang terbaik unsur unsur yang dibutuhkan untuk membangun tubuh. Di dalam pemilihan seperti ini, selera makan bukanlah satu penuntun yang selamat. Melalui kebiasaan makan yang salah, selera makan telah dirusak. Sering itu meminta makanan yang merusak kesehatan dan menyebabkan kelemahan gantinya kekuatan…. Penyakit dan penderitaan yang merajalela di mana mana sebagian besar disebabkan oleh karena kesalahan kesalahan yang umum yang berkaitan dengan makanan.

Anak anak yang Mengikuti Satu Selera Makan yang Tidak Dilatih.
Ada banyak orang tua mengatakan bahwa selera anak-anak mereka tidak baik, dan jika tidak diberikan kepada mereka diberikan daging dan kue, mereka tidak bisa makan. Makanan mereka terdiri dari roti yang terbuat dari gandum yang baik, sepotong daging yang dilapisi dengan merica hitam, acar yang dicampur dengan rempah rempah, kue dan buah manisan. Wajah mereka yang pucat pasi jelas menunjukkan penyalahgunaan yang sedang diderita oleh perut. Dua dari antara anak anak ini memperhatikan anak anak dari keluarga lain sedang makan keju bersama dengan makanan mereka, dan merekapun kehilangan selera terhadap apa yang da di hadapan mereka sampai ibu mereka yang suka memanjakan itu meminta sepotong keju untuk diberikan kepada anak anaknya itu, merasa takut bahwa anak anak yang tercinta itu tidak akan memakan makanan mereka itu. Ibu itu berkata, “Anak anak saya suka sekali ini atau itu, dan saya membiarkan apa yang mereka ingini; oleh karena selera makan mereka menghendaki jenis makanan yang diperlukan oleh sistim dalam tubuh.”

Hal ini mungkin benar bilamana selera makan itu belum pernah dirusak. Ada selera makan yang wajar dan ada selera makan yang sudah rusak. Orang tua yang mengajar anak anak mereka untuk memakan makanan yang tidak menyehatkan dan merangsang seumur hidup mereka sampai cita rasa mereka dirusak, dan mereka menginginkan tanah, gerip, kopi yang gosong, teh, kayu manis, cengkeh dan rempah rempah—tidak bisa mengatakan bahwa selera makan memerlukan apa yang diperlukan oleh sistim dalam tubuh. Selera makan telah dididik dengan salah, sehingga itu telah dirusak.

Organ organ perut yang lembut itu telah dirangsang dan dibakar, sehingga semuanya itu telah kehilangan kepekaan mereka. Bagi mereka makanan yang sederhana dan sehat itu nampaknya hambar. Perut yang sudah dirusak tidak akan melaksanakan tugas yang ada padanya, kecuali didorong oleh bahan bahan makanan yang paling merangsang. Jikalau anak anak ini telah dididik sejak masa bayi mereka untuk memakan hanya makanan yang sehat saja, yang disediakan dengan cara yang sederhana sekali, sambil mempertahankan zat zat alamnya sebanyak banyaknya dan menjauhkan daging, lemak dan segala macam rempah rempah, maka cita rasa dan selera makan tidak akan dirusak. Di dalam keadaannya yang wajar, itu dapat menunjukkan, sedemikian jauh, makanan yang amat sesuai dengan kebutuhan sistim yang ada di dalam tubuh.


Bagaimana dengan Makanan Daging?

Kita tidak membuat garis yang tepat untuk diikuti dalam hal makanan; tetapi kita memang berpendapat bahwa di tempat- tempat di mana buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan berkelimpahan, daging bukanlah makanan yang benar untuk umat Allah. Daging mempunyai kecenderungan untuk menjadikan keadaan diri kita seperti hewan, meniadakan dari diri manusia kasih dan simpati yang harus mereka miliki terhadap orang lain, dan memberikan kepada hawa nafsu kuasa untuk mengendalikan kesanggupan-kesanggupan yang lebih luhur dalam diri kita. Jikalau memakan daging itu pernah menyehatkan, sekarang ini hal itu tidak menyehatkan.

Alasan alasan Supaya Meninggalkan Makanan Daging.
Mereka yang memakan daging tidak lain sedang memakan biji bijian dan sayur sayuran bekas, oleh karena hewan itu menerima dari semuanya ini makanan yang menyebabkan pertumbuhan. Hidup yang terdapat dalam biji bijian dan sayur sayuran itu diteruskan kepada yang memakannya. Kita menerimanya dengan memakan daging binatang. Betapa lebih baiknya untuk memperoleh hal itu dengan secara langsung, dengan memakan makanan yang disediakan Allah untuk kita gunakan! Daging tidak pernah merupakan makanan yang terbaik, tetapi sekarang ini penggunaannya dua kali lipat lebih buruk, oleh karena penyakit di dalam diri binatang sedang bertambah dengan cepatnya.

Mereka yang menggunakan daging sebagai makanan sedikit saja mengetahui apa yang sedang mereka makan itu. Sering bilamana mereka dapat melihat binatang binatang pada waktu masih hidup dan mengetahui mutu daging yang mereka makan itu, mereka akan berpaling daripadanya dengan rasa muak. Orang banyak terus menerus memakan daging yang dipenuhi oleh kuman kuman penyakit paru paru dan kanker. Penyakit paru paru, kanker dan penyakit penyakit berbahaya lainnya dengan cara demikian telah dijangkitkan.

Akibat-akibatnya Tidak Diketahui dengan Segera.
Akibat-akibat dari makan daging boleh jadi tidak bisa dilihat dengan segera, tetapi ini tidak menjadi bukti bahwa itu tidak berbahaya. Sedikit saja orang yang diyakinkan bahwa daging yang telah mereka makanlah yang telah meracuni darah mereka dan menyebabkan penderitaan mereka. Banyak orang yang mati oleh karena penyakit-penyakit yang seluruhnya diakibatkan oleh memakan daging, sementara penyebab yang sebenarnya ini tidak disangka, oleh diri mereka sendiri atau oleh orang lain.

Kembali kepada Makanan Semula yang Menyehatkan.
Bukankah waktunya sudah tiba bahwa semua orang harus bertujuan meninggalkan makanan daging itu? Bagaimanakah mereka yang berusaha supaya menjadi suci, bersih dan kudus, agar mereka bisa menikmati persahabatan dengan malaikat malaikat sorga, terus menerus menggunakan sebagai makanan sesuatu yang mempunyai akibat yang demikian berbahayanya kepada jiwa dan tubuh? Bagaimanakah mereka bisa mengambil nyawa makhluk makhluk Allah agar mereka bisa memakan dagingnya sebagai suatu kemewahan? Gantinya demikian, biarlah mereka kembali kepada makanan yang menyehatkan dan lezat yang diberikan kepada manusia pada permulaan dunia ini.

Menjaga-Tubuh ttp sht CopyHidup Mereka yang Sedang Menunggu-nunggu Kedatangan Kristus.
Di antara mereka yang sedang menunggu nunggu kedatangan Tuhan, memakan daging pada akhirnya harus ditinggalkan; daging tidak lagi akan menjadi sebagian daripada makanan mereka. Kita harus senantiasa mengingat tujuan ini di dalam ingatan kita dan berusaha supaya dengan tetap menuju kepada hal itu. Di dalam kebiasaan makan daging kita tidaklah selaras dengan terang yang dengan senang hati telah diberikan Allah kepada kita.

Kembali kepada Rencana Allah.
Allah sedang membawa umat Nya kembali kepada rencana Nya yang semula, yaitu, supaya jangan bergantung kepada daging binatang yang sudah mati. Ia menghendaki agar kita mengajarkan kepada orang lain jalan yang lebih baik…. Jikalau daging dibuangkan, jikalau selera tidak dididik ke arah itu, jikalau kesukaan terhadap buah buahan dan biji bijian dikembangkan, maka itu dengan segera akan menjadi seperti apa yang direncanakan Allah pada mulanya. Tidak ada daging yang akan digunakan umat Nya.

Petunjuk Sehubungan dengan Satu Perubahan dalam Makanan.
Suatu kesalahanlah anggapan bahwa kekuatan otot bergantung atas penggunaan makanan yang berasal dari hewan. Kebutuhan sistim dalam tubuh dapat dipenuhi dengan lebih baik, dan kesehatan yang lebih baik lagi dapat dinikmati tanpa penggunaan produk hewani. Biji bijian, dengan buah buahan, kacang kacangan sayur sayuran, mengandung segala zat zat makanan yang perlu untuk membuat darah yang baik. Unsur unsur ini tidak demikian baiknya atau dipenuhi dengan demikian cukupnya oleh makanan daging. Sekiranya penggunaan daging perlu untuk kesehatan dan kekuatan, maka makanan yang berasal dari hewan akan dimasukkan dalam makanan yang telah ditetapkan manusia pada awal kejadian dunia ini.

Bilamana penggunaan daging tidak diteruskan, sering terasa adanya perasaan lemah, satu perasaan kurang semangatnya. Banyak orang yang menyebutkan hal ini sebagai bukti bahwa daging itu perlu; tetapi hal ini disebabkan oleh karena golongan makanan ini bersifat merangsang, oleh karena semuanya itu merangsang darah dan syaraf, maka bilamana itu ditinggalkan terasa sekali akibatnya. Beberapa orang akan mendapati sama sukarnya untuk meninggalkan daging seperti pemabuk meninggalkan cawan minuman kerasnya, tetapi mereka akan menjadi lebih baik dengan adanya perubahan itu.

Bilamana makanan daging ditinggalkan, tempatnya harus diganti dengan berbagai jenis biji bijian, kacang kacangan, sayur sayuran dan buah buahan, yang akan memberikan gizi dan membangkitkan selera. Hal ini terutama sekali perlu dalam masalah mereka yang lemah atau orang orang yang letih oleh karena kerja yang terus menerus.

Makanan Pengganti (Daging) yang Disediakan dengan Baik, akan Menolong.
Bilamana daging tidak dijadikan sebagai bahan makanan yang utama maka memasak dengan baik merupakan satu tuntutan yang perlu. Sesuatu harus disediakan sebagai pengganti daging, dan makanan makanan pengganti daging ini harus disediakan dengan baik, agar daging tidak diinginkan.

Beberapa keluarga telah mengadakan perubahan dari makanan daging kepada makanan yang tidak memadai. Makanan mereka disediakan dengan cara yang amat tidak baik sehingga perut pun merasa muak terhadap makanan itu, dan orang orang itu telah mengatakan kepada bahwa pembaharuan dalam kesehatan tidak cocok bagi mereka; bahwa mereka mengalami kemerosotan dalam kekuatan jasmani. Ini adalah satu sebab mengapa beberapa orang tidak berhasil dalam usaha mereka untuk menyederhanakan makanan mereka. Mereka menyediakan makanan yang sangat kurang. Makanan disediakan tanpa usaha, dan makanan yang sama terus menerus disajikan.

Jangan disajikan banyak macam makanan untuk sekali makan, tetapi untuk setiap kali makan janganlah disajikan jenis makanan yang sama tanpa ada selang seling. Makanan harus disediakan dengan cara yang sederhana, tetapi dengan cara yang menarik sehingga akan menimbulkan selera makan.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here