1394535_43952513_b

[AkhirZaman.org] Yesus menuturkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata Nya: “Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.”

“Ladang itu,” kata Kristus, “adalah dunia ini.”
Tetapi kita harus memahami bahwa ini menunjukkan sidang Kristus di dunia. Perumpamaan adalah sebuah keterangan yang berkenaan dengan kerajaan Allah, pekerjaan Nya bagi keselamatan manusia dan pekerjaan ini dilaksanakan melalui sidang. Benar, Roh Kudus telah datang ke seluruh dunia; di mana mana ia bergerak dalam hati manusia; tetapi di dalam sidanglah kita bertumbuh dan menjadi matang untuk lumbung Allah.

“Ia yang menabur benih yang baik adalah Anak manusia….
Benih yang baik itu adalah anak anak kerajaan; tetapi lalang itu adalah anak anak si jahat.” Benih yang baik menggambarkan orang yang lahir dari firman Allah, yakni kebenaran. Lalang itu menggambarkan satu kelas yang menjadi buah atau penjelmaan dari kekeliruan atau azas azas yang palsu. “Musuh yang menaburnya adalah Iblis.” Baik Allah maupun malaikat malaikat Nya tidak pernah menabur satu benih yang akan mengeluarkan lalang. Lalang lalang itu selalu ditaburkan oleh Setan, musuh Allah dan manusia.

Di dunia Timur, kadang kadang orang membalas dendam kepada seorang musuh dengan menaburkan rumput, apabila tumbuh, hampir menyerupai gandum. Bila tumbuh bersama gandum, ia merusakkan hasil tanah itu dan membawa kesulitan dan kerugian kepada pemilik ladang. Begitulah permusuhan dengan Kristus sehingga Setan menyebarkan benih benih jahatnya di tengah tengah gandum yang baik dari kerajaan itu. Hasil dari penaburannya itu ditunjukkannya sebagai berasal dari Putera Allah. Oleh membawa ke dalam sidang orang yang membawa nama Kristus padahal mereka menyangkal tabiat Nya, orang orang yang jahat itu menyebabkan Allah tidak dihormati, pekerjaan keselamatan disalah gambarkan dan jiwa jiwa dibahayakan.

Hamba hamba Kristus merasa pedih apabila mereka melihat umat percaya yang benar dan palsu bercampur aduk di dalam sidang. Mereka ingin hendak berbuat sesuatu untuk membersihkan sidang. Sama seperti hamba hamba tuan itu mereka sudah siap untuk mencabut lalang lalang itu. Tetapi Kristus berkata kepada mereka itu, “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.”

Kristus telah mengajarkan dengan jelas bahwa orang yang terus melakukan dosa yang terbuka harus disingkirkan dari gereja; tetapi Ia tidak menyerahkan kepada kita melakukan pekerjaan menghakimkan tabiat serta motif. Ia tahu betul sifat kita untuk mempercayakan pekerjaan ini kepada kita. Kalau kita mencoba hendak mencabut dari sidang orang yang kita anggap sebagai orang Kristen yang murtad, kita akan keliru. Acapkali orang yang kita anggap sebagai orang yang tiada harapan justru adalah orang orang yang ditarik Kristus kepada Dirinya sendiri. Jika kita memperlakukan jiwa jiwa ini menurut penilaian kita yang tidak sempurna ini,  hal itu barangkali dapat memadamkan harapannya yang terakhir. Banyak orang yang mengira dirinya orang Kristen pada akhirnya ternyata tidak sepadan dengan pengakuannya. Banyak orang akan berada di sorga, yang dianggap tetangganya tidak akan pernah masuk ke sana. Orang menghakimkan dari luar tetapi Allah menghakimkan hati. Lalang dan gandum  biarlah bertumbuh bersama sama sampai kepada masa penuaian; dan penuaian itu adalah akhir dari masa percobaan.

Dalam perkataan Juruselamat ada pelajaran yang lain, satu pelajaran mengenai kesabaran yang ajaib dan kasih yang lemah lembut. Manakala akar lalang lalang itu saling berjalin erat dengan akar gandum yang baik, begitu saudara saudara yang palsu di dalam sidang akan berhubungan erat dengan murid murid yang benar. Tabiat yang sesungguhnya dari umat percaya yang pura pura ini tidak sepenuhnya dinyatakan. Kalau mereka disingkirkan dari sidang, orang lain akan terantuk, yang karenanya seharusnya tetap tinggal teguh.

Pengajaran dari perumpamaan ini dilukiskan dalam perlakuan Allah sendiri terhadap manusia dan malaikat malaikat. Setan adalah penipu. Ketika ia berdosa dalam sorga, bahkan malaikat malaikat yang setia tidak melihat jelas tabiatnya. Itulah sebabnya Allah tidak segera membinasakan Setan. Kalau dilakukan Nya itu, malaikat malaikat suci tidak akan dapat memahami keadilan dan kasih Allah. Suatu kebimbangan terhadap kebaikan Allah akan menjadi seperti sebuah benih yang jahat, yang akan menghasilkan buah pahit dari dosa dan malapetaka. Oleh sebab itu pelaku utama kejahatan dibiarkan, untuk menyatakan tabiatnya yang sesungguhnya. Sepanjang berabad abad lamanya Allah memikul sengsara memandang pekerjaan kejahatan, Ia telah memberikan Anugerah yang baka dari Golgota, gantinya meninggalkan seorang saja untuk ditipu oleh penyalahtafsiran terhadap orang jahat; karena lalang itu tidak dapat dicabut tanpa bahaya ikut tercabutnya gandum yang berharga itu. Dan apakah kita tidak akan sama sabarnya terhadap sesama manusia seperti Tuhan atas langit dan bumi menunjukkan kesabarannya terhadap Setan?

Dunia tidak mempunyai hak untuk meragukan kebenaran kekristenan sebab banyak anggota anggota yang tidak layak di dalam sidang ini, orang Kristen pun tidak perlu kecewa karena adanya saudara saudara yang palsu ini. Bagaimanakah dengan sidang yang mula mula? Ananias dan Sapira menggabungkan dirinya dengan murid murid. Simon Magus dibaptiskan. Demas, yang meninggalkan Paulus, telah dianggap sebagai orang percaya. Yudas Iskariot terhitung sebagai murid. Juruselamat tidak mau kehilangan satu jiwa; pengalaman Nya dengan Yudas tercatat untuk menunjukan kepanjangsabaran Nya dengan sifat manusia yang salah; dan Ia memohon kita memikulnya sebagaimana yang telah dipikul Nya. Ia mengatakan bahwa saudara saudara yang palsu itu akan terdapat dalam sidang sampai akhir zaman. Meski ada amaran dari Kristus, manusia telah berusaha untuk mencabut lalang lalang itu. Untuk menghukum orang yang dianggap berbuat kejahatan, gereja telah menggunakan kekuasaan pemerintah. Orang yang berbeda pendirian dari doktrin doktrin yang telah ditetapkan telah dipenjarakan, disiksa sampai mati oleh hasutan manusia yang mengaku bertindak di bawah izin Kristus. Tetapi itu adalah roh Iblis, bukan Roh Kristus yang mengilhami perbuatan perbuatan yang demikian. Ini adalah cara Setan sendiri untuk menaklukkan dunia ini di bawah pemerintahannya. Allah telah disalah gambarkan melalui gereja oleh cara ini memperlakukan orang yang dianggap telah murtad.

Pengajaran dari perumpamaan Kristus bukanlah mengenai pehukuman atau penuduhan terhadap orang lain, melainkan kerendahan hati dan jangan percaya kepada diri sendiri. Tidak semua benih yang ditaburkan di ladang merupakan biji yang baik. Kenyataan bahwa manusia berada di dalam gereja tidak membuktikan mereka sebagai orang Kristen.

Lalang itu amat menyerupai gandum manakala tunasnya masih hijau; tetapi bila ladang itu menguning siap untuk dituai, rumput rumput yang tidak berguna itu tidak menyerupai gandum yang merunduk karena bulirnya yang penuh, dan matang. Orang berdosa yang berpura pura saleh bercampuraduk padat suatu waktu dengan pengikut pengikut Kristus dan menyerupai kekristenan ternyata akan menipu banyak orang; tetapi pada masa penuaian dunia tidak ada kemiripan di antara yang baik dan yang jahat. Barulah orang yang telah bersekutu dengan gereja, tetapi tidak bersekutu dengan Kristus dinyatakan.

Lalang lalang diizinkan bertumbuh di tengah gandum, mendapat segala keuntungan dari matahari dan hujan; tetapi pada musim menuai engkau akan “melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada Nya.” 1 Kristus sendiri akan menentukan siapa yang layak tinggal bersama keluarga sorga. Ia akan menghukumkan setiap orang sesuai dengan perkataan dan perbuatannya. Pengakuan tidak berarti apa apa pada saat itu. Tabiatlah yang menentukan nasib.

Juruselamat tidak menunjukkan ke suatu masa bilamana semua lalang lalang itu menjadi gandum. Gandum serta lalang itu tumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian, akhir dunia ini. Kemudian lalang itu diikat berberkas berkas untuk dibakar dan gandum itu dikumpulkan ke dalam lumbung Allah. “Pada waktu itulah orang orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa.” Kemudian “Anak Manusia akan menyuruh malaikat malaikat Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dan dalam Kerajaan Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

(1)Dialaskan atas Matius 13:31, 32; Markus 4:30‑32; Lukas 13:18, 19

Disadur dari buku “Christ Object Lessons” (Perumpamaan Tuhan Yesus) Oleh: Ellen G White

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here