india gelombang panas Copy

 

[AkhirZaman.org] Lebih dari 1.100 orang telah tewas akibat sengatan gelombang panas di seluruh India dalam satu pekan belakangan, kata seorang pejabat pada Rabu. 

“Dengan makin banyak orang menyerah pada sengatan panas di Negara Bagian Telangana dan Andhra Pradesh di India Selatan pada Selasa, jumlah korban jiwa sekarang telah melewati 1.100. Sebanyak 20 kematian telah dilaporkan dari bagian lain India, termasuk Negara Bagian Gujarat di India Barat,” kata pejabat tersebut, yang tak mau disebutkan jatidirinya.

Negara bagian itu, yang paling parah dilanda udara panas, adalah Andhra Pradesh –tempat 852 orang sejauh ini telah tewas, lalu diikuti oleh Telangana, tempat jumlah korban jiwa telah melampaui 260, kata pejabat tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua, Rabu siang. Ia menambahkan tujuh orang juga telah meninggal di Gujarat.

Kedua negara bagian di India Selatan itu telah mencatat temperatur 47 derajat Celsius, sedangkan temperatur di Ibu Kota India, New Delhi, telah mencapai 45 derajat Celsius, kata para pejabat dinas cuaca.

Departemen pemantau cuaca telah menyatakan udara panas di India tersebut disebabkan oleh gelombang panas di Pakistan, meskipun mereka telah meramalkan hujan turun di beberapa bagian negeri itu pada Kamis. Namun hujan lebat mungkin takkan berlangsung lama sampai musim penghujan tiba sekitar satu bulan lagi.

sumber: antaranews.com

Berita di atas merupakan salah satu peristiwa yang menimpa dunia ini menjelang datangnya hari Tuhan. Satu perkara penting yang umat Tuhan harus ketahui ialah adanya masa kesukaran di depan (“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” 2 Timotius 3:1 ) yang hanya orang yang sudah mengerti dan bersedia akhirnya dapat diselamatkan.

Masa kesukaran yang belum pernah ada seperti itu, akan segera terbuka di depan kita. Untuk itu kita membutuhkan pengalaman kerohanian yang cukup di mana sekarang ini belum kita miliki, dan begitu banyak orang yang tidak mempedulikan akan hal tersebut. Sering sekali kesukaran digambarkan lebih besar daripada kenyataanya, tetapi hal ini bukan demikian adanya tentang kesukaran yang ada di depan kita. Dengan usaha memperkenalkan yang paling jelas sekalipun tidak sanggup melukiskan besarnya kesengsaraan itu. GC 622.

Sebagaimana pengalaman murid-murid pada zaman Kristus, mereka itu sudah diperingatkan lebih dahulu akan peristiwa-peristiwa yang akan menimpa mereka. Tetapi bila kesukaran dan kekecewaan itu menimpa mereka, mereka lupa akan perkataan Yesus, dengan demikian mereka tidak bersedia menghadapi peristiwa yang menimpa mereka itu.

Pengalaman murid-murid itu harus menjadi pelajaran bagi umat Tuhan yang akan menghadapi kesukaran besar menjelang dunia kiamat. Mereka (murid-murid) tidak dapat menerima dalam pikiran bahwa Dia (Yesus) di dalam siapa semua pengharapan mereka terpusat, akan menderita sengsara dan sampai mati dengan hinanya. Perkataan-perkataan yang perlu mereka ingat telah lenyap dari ingatan mereka, dan ketika masa pencobaan datang, didapati mereka tidak bersedia. Kematian yesus, membinasakan seluruh pengharapan mereka, sama saja seperti Dia (Yesus) seolah-olah tidak memperingatkan mereka sebelumnya. GC594.

Satu panggilan untuk mengadakan persiapan menghadapi “kesukaran” yang di depan kita ialah meningkatkan kerajinan dan ketekunan menyelidik Alkitab dan Roh Nubuat.

Tidak ada seorangpun kecuali mereka yang membentengi pikiran mereka dengan kebenaran Alkitab akan dapat berdiri menghadapi pertentangan besar yang terakhir itu. GC 593.

Pelajarilah Alkitabmu melebihi cara belajarmu pada hari-hari yang lalu. Jikalau engkau tidak bangkit untuk satu keadaan yang lebih tinggi, lebih suci dalam pengalaman kerohanianmu, engkau tidak dapat bersedia untuk kedatangan Tuhan muncul di awan-awan. 5T 717

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here