mothers-day-cover Copy

 

[AkhirZaman.org] Serah Short membagikan  pengalaman susah dan beratnya membesarkan kelima anaknya dan bagaimana dia sanggup melakukan itu. Tuhan menolong serta memampukan dia dan juga akan menolong kita.

Untuk ibu-ibu yang memiliki satu dan dua anak.

Saya tahu Anda sudah maksimal dalam setiap cara. Tapi, ada harapan, dan itu akan menjadi lebih mudah. “Bagaimana anda melakukan itu?” saya tidak pernah hitung, tapi saya mengingat berapa kali saya di tanya dengan ratusan pertanyaan oleh ibu- ibu yang memiliki satu satu atau dua anak di beberapa tempat. Saya punya lima anak, dan tebak ekpresi wajah letih dan lesu dari pertanyaan yang timbul, angka itu tampaknya tidak mungkin. Bagaimana anda dapat melakukan itu? Ada lima kata pada pertanyaan itu. Saya kira kata ”itu” dibelakang pertanyaan diatas berbeda untuk semua orang.

•    Bagaimana anda peduli kepada kelima anak yang masih kecil?
•    Bagaimana anda bekerja saat mereka tidur?
•    Bagaimana anda menjaga mereka tetap aman?
•    Bagaimana anda mendapatkan waktu untuk mencuci pakaian?
•    Bagaimana anda merawat mereka?
•    Bagaimana anda menjaga hati yang mengasihi tidak hilang?

Ada beberapa hal yang saya ingin Anda tahu tentang saya. Tentang pengalaman keibuan yang kita sama- sama jalani. Jikalau tidak ada seorang pun pernah sampaikan kepada Anda..

1.    Anda sudah maksimal – secara emosional dan fisik – dengan jumlah anak yang anda miliki.

ketika saya punya anak pertama berumur dua bulan bernama Jack, saya duduk di tepi tempat tidur, dan menangis seperti anak balita yang baru dijatuhkan es krim kerucutnya karena saya pikir hidup saya sudah berakhir. Anak bayi ini, seharusnya benar- benar menjadi impian saya, membangunkan saya pada tengah malam  dan menyusuinya, ketika  yang saya inginkan adalah tidur. Bayi “bukanlah  seperti  apa yang saya baca” yang tidur sepanjang pagi sementara saya mencuci piring dan pakaian, sama sekali tidak begitu. Saya bisa tidur sebentar saja nanti pada sore hari ketika semuanya selesai.

Saya benar- benar kewalahan. Sementara itu tumbuh menjadi bayi yang aktif berjalan, dan saya pikir itu akan menjadi ide yang baik untuk boleh hamil kembali, ia mulai membongkar segalanya dari lemari, mulutnya berdarah karena bermain bumper mobil mainan dekat meja, makan di sofa, merangkak di tangga dan terjungkir seperti mau mati, dan menjilat stop kontak listrik, sementara itu saya juga mengalami muntah- muntah.

Kemudian adiknya lahir, 18 bulan setelah ia di lahirkan. Dan saya tidak tahu bagaimana orang dapat memperhatikan dua anak sekaligus. Siapa orang yang tidak waras ini  yang memiliki begitu banyak anak? Bagaimana saya harus merawat bayi yang baru  lahir dan menjaga  balita saya yang aktif dari resiko kecelakaan? Saya sudah maksimal. Itulah salah satu masa paling sulit dalam hidup saya- merawat satu, dan delapan belas bulan kemudian, mereka berdua.

Ibu- ibu yang memiliki satu dan dua anak, Anda sedang bekerja keras. Hal ini luar biasa  serta benar- benar melelahkan, dan menggambarkan semua itu menurut seluruh fisik, mental , emosional, dan pekerjaan menyayat hati yang pernah Anda lakukan. Saya tahu anda sudah maksimal- dalam setiap cara. Dan saya, mengatakan ini, bukan sebagai seseorang yang  menepuk bahu Anda dan memandang anda dengan nada kasihan, tetapi sebagai seseorang  yang tahu seberapa berat Anda lakukan dan berapa harganya kurun waktu ini yang anda miliki. Tapi, ada harapan. Itu akan menjadi mudah. Tetapi karena…

2.    Anda Akan temukan Cara Anda Sendiri.

Cara anda, bukan cara ibu Anda. Bukan cara nenek Anda. Atau cara yang menekan dari bibi Anda. Apa yang berhasil dari ibu, nenek, dan bibi anda mungkin tidak berhasil untuk anda. Saya senang mendengar kebijaksanaan dan pengalaman dari wanita yang lebih tua dari pada saya, tapi saya harus menyaring semua nasehat, pengalaman, dan memilihnya untuk menemukan mana yang membantu saya dan yang tidak. Tidak hanya anak- anak berbeda tetapi ibu- ibu juga berbeda. Kita saling berbeda sementara beberapa kita lebih lambat dan beberapa dari kita sangat cepat, beberapa kegiatannya sudah terjadwal dan beberapa hanya mengikuti angin saja (saya yang terakhir, Tuhan bantu).

Sebagimana Anda mendapatkan cara mengenal anak-anak Anda dan membangun kehidupan rumah tangga Anda, Anda akan menemukan mana yang berhasil untuk Anda. Sudah pasti. Tinggalkan sebagian besar harapan- harapan orang lain. Mengambil apa yang berhasil untuk Anda. Dengan rasa hormat melepaskan yang lainnya. Hal ini berlaku untuk persahabatan juga. Apakah anda tahu siapa teman saya yang terbaik? Seorang yang saya percayai, berharap, dan menangis serta berbagi dengannya? Mereka adalah teman-teman saya yang bersikeras, bersama dengan saya, yang tidak hanya satu cara untuk melakukan sesuatu. Sebagaimana anda menemukan cara Anda, dengan langkah cepat mengikuti alur langkah bayi-bayi yang bersama dengan Anda, saya punya kabar benar dan sungguh-sungguh baik…

3.    Menjadi Lebih Mudah Jika Anda membiarkan Allah mengambil bagian yang terbesar.

Saya sekarang memiliki lima anak. Dan, saya sudah berbuat maksimal. Benar-benar maksimal. Seperti ketika saya punya anak satu, dua, tiga, dan empat. Tapi peran ibu lebih mudah bagi saya sekarang daripada dulu. Untuk satu alasan: saya lebih memerlukan Allah. Saya perlu dia waktu pagi, siang, dan malam. Saya perlu menghapuskan air mata saya ketika bayiku tidak membiarkan saya tidur dimalam hari. Saya perlu menenangkan hati saya ketika saya harus mengganti seprei pukul dua dini hari. Saya perlu untuk menjaga anak-anak saya aman karena saya hanya  memiliki dua tangan dan sepasang mata ketika menyebrang jalan sambil memegang mereka erat-erat, tapi kadang-kadang juga terlepas. Namun saya berkata, “saya bisa melakukan  ini, saya bisa melakukan ini”, dan meminta agar “Tuhan, bersamalah dengan aku, dan kasihilah anak-anakku, juga.” Saya perlu Tuhan untuk membantu saya menukarkan yang saya lakukan untuk Dia lakukan. Saya perlu kesabaran-Nya. Saya perlu sukacita-Nya. Saya perlu kasih-Nya.

Anda tahu , saya memerlukan Tuhan ketika saya punya satu dan dua anak. Walaupun saya punya semua perlengkapan -buku, peralatan, nenek dan suara-suara dari mereka yang tahu segalanya- dan saya sudah lakukan itu.

Sekarang Allah telah mengeluarkan semua hal- hal lain. Dia telah mengajarkan saya  bahwa Dia mengashi anak-anak saya lebih daripada yang saya lakukan, dan Dia ingin mendengar suara saya memanggil kepada-Nya dan membiarkan Dia memenuhi saya dengan kekuatan dan hikmat dan cinta serta sukacita bagi anak-anak saya dimana saya tidak punya itu. Tetapi Dia punya itu.

Jadi ibu yang memiliki satu dan dua anak, ketika anda bertanya kepada saya, “bagaimana Anda melakukan itu?” saya tahu apa yang Anda tanyakan. Saya tahu apa yang Anda rasakan dan apa yang ada di balik mata Anda, saya pernah berada di posisi Anda. Anda melakukan hal- hal yang sulit dan   keras sebagai seorang ibu. Hal ini tidak mudah karena Anda ”hanya” memiliki satu atau dua anak. Tetapi ketika anda menemukan jalan Anda, dan semakin Anda membiarkan Allah menjadi kekuatan Anda dan menyadari bahwa Anda tidak sanggup dan dalam berbagai cara Anda berpikir anda bisa, itu akan lebih muda. Dan itu akan terlaksana dengan baik.

 

Sarah Short

(Penulis blog dan ibu lima anak yang tinggal di Calivornia Selatan, AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here