bertamu Copy

Pada Zaman ini Malaikat boleh Dijamu. 
[AkhirZaman.org] Alkitab menekankan banyak tentang perlunya dipraktekkan kesukaan menerima tamu. Bukan hanya menerima tamu yang dianggap sebagai suatu tugas yang diperintahkan, tetapi mengemukakan gambaran yang indah tentang kegiatan kasih karunia ini dan berkat-berkatnya yang didatangkan. Yang sangat menonjol di dalam pengalaman ini ialah Abraham….

Bagi Allah gagasan melakukan ramah-tamah cukup penting, sehingga dicacat dalam firman-Nya. Lebih seribu tahun kemudian dapat petunjuk untuk mengetahui gagasan ini oleh ilham kepada rasul: “Jangan kamu lupa memberu tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu para malaikat.”

Adalah kesempatan yang indah untuk menerima tamu seperti yang dialami Abraham dan Lot, peristiwa ini bukan barang mustahil kepada kita. Dengan menunjukkan kesukaan menerima tamu kepada umat Allah, berarti kita juga boleh menerima para malaikat-Nya ke rumah kediaman kita. Pada zaman kita ini juga para malaikat dalam bentuk manusia memasuki rumah orang dan dijamu oleh mereka. Dan para orang Kristen yang hidup dalam terang yang dipantulkan dari wajah Allah selalu disertai oleh para malaikat yang tidak tampak oleh mata, dan malaikat yang kudus ini meninggalkan suatu berkat dalam rumah tangga kita.

Orang yang senang “menerima tamu” ialah satu syarat yang diberikan oleh Roh Suci sebagai suatu tanda kepada orang yang memikul tanggung jawab dalam satu jemaat. Dan kepada semua gereja yang telah diberikan perintah ini: “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih-karunia Allah.”

Nasihat yang baik ini telah dilalaikan dengan cara yang aneh. Walaupun di antara orang-orang yang mengaku Kristen kesukaan menerima tamu yang benar itu sangat sedikit dipraktekkan. Di antara para anggota jemaat kita juga, kesempatan menunjukkan kesukaan menerima tamu itu tidak ditanggapi lagi sebagaimana mestinya dan tidak dianggap lagi sebagai suatu berkat dan kesempatan istimewa. Apabila terlalu sedikit keramahan maka terlalu sedikit kerelaan keluarga untuk menyediakan tempat bagi dua atau tiga orang tanpa persungutan dan kekecewaan.

Meminta Maaf tanpa Alasan yang Cukup.
Saya telah mendengar orang banyak yang memaafkan diri untuk mengundang para hamba Allah ke rumah mereka dengan hati ikhlas. “Mengapa tidak, saya tidak mempunyai sesuatu untuk disajikan; saya tidak mempunyai sesuatu untuk dimasak; yang seharusnya mereka boleh pergi ke tempat-tempat yang lain. Dan di tempat itu maaf lain telah diciptakan untuk tidak menerima mereka yang memerlukan keramah-tamahan, dan para tamu merasa disusahkan dan mereka tinggalkan rumah itu dengan kesan yang tidak menyenangkan dalam menanggapi keramahan saudara-saudara dan saudari yang mengaku dirinya Kristen. Saudariku, jikalau engkau tidak mempunyai roti untuk dihidangkan, tirulah peristiwa yang telah dibawa kepada pemandangan kita yang terdapat dalam alkita. Pergilah kepada tetanggamu dan katakanlah: “Sahabatku, pinjamkanlah kepada saya tiga buah roti; karena seorang sahabat saya dalam perjalanan mampir di rumah saya dan saya tidak mempunyai sesuatu untuk dihidangkan kepadanya.”

Kita tidak mempunyai satu teladan yang dibuat tentang keadaan kekurangan ini sehingga menjadi suatu maaf untuk menolak permohonan yang datang ke rumah kita. Ketika Elia datang kepada seorang janda di Sarfat, dia menghidangkan kepada nabi itu sepotong roti yang terakhir, dan dia membuat suatu mukjizat dan dengan perbuatan itu Dia menyediakan rumah bagi hamba-Nya dan wanita yang membagikan sepotong roti kepada dia, dan janda itu sendiri dapat bertahan serta hidup bersama dengan anaknya dan luput dari bala kelaparan. Di dalam banyak hal kasus seperti ini akan menjadi bukti, jikalau merka melakukan itu dalam suatu kesukaan untuk kemuliaan Allah.

Beberapa orang mengadakan alasan karena kesehatan yang kurang baik, mereka akan melakukan yang demikian jikalau kuat dan kesehatan mereka mengizinkan. Dalih yang demikian itu sudah lama terjadi yang menutup diri sendiri dan berbicara tentang banyak penderitaan, pencobaan dan penderitaan, inilah yang menjadi kebenaran mereka zaman ini. Mereka tidak dapat memikirkan seseorang kecuali diri mereka sendiri, meskipun banyak orang yang memerlukan simpati dan pertolongan. Kamu yang menderita dengan kurang sehat, ada suatu obat yang menyembuhkannya. Jikalau kamu mau memberi pakaian kepada mereka yang telanjang dan orang miskin engkau bawa ke rumahmu, karena terbuang dan bagikan rotimu kepada yang lapar, “kemudian terangmu akan bersinar sama seperti crahnya pagi dan kesehatanmu akan pulih desngan cepat.” Melakukan kebajikan ialah suatu obat yang paling ampuh menyembuhkan penyakit. Orang-orang yang sedang sibuk dalam pekerjaan itu diundang untuk memanggil Allah dan Dia sudah berjanji kepada diri-Nya untuk menjawab mereka. Jiwa mereka akan merasa puas pada musim kekeringan dan mereka akan menjadi sama sesperti taman yang diairi, yang airnya tidak pernah kering.

Berkat Menjadi Hilang oleh Memisahkan Diri.
Allah didukakan oleh memperhatikan kepentingan diri sendiri begitu sering ditonjolkan, “untuk diri saya dan keluarga saya.” Setiap keluarga yang menginginkan roh yang demikian ini perlu pertobatan melalui prinsip yang murni sebagai contoh dalam teladan kehidupan Kristus. Orang yang menutup diri sendiri, yang tidak rela menjamu para tamu, kehilangan banyak berkat.

Para malaikat sedang menunggu serta memperhatikan, sekiranya kita mau memanfaatkan kesempatan yang ada dalam jangkauan kita untuk melakukan yang baik, menunggui dan melihat, jikalau kita mau memberkati orang lain, sebab pada gilirannya nanti mereka memberkati kita. Tuhan sendiri menjadikan kita berbeda-beda, ada banyak orang yang miskin, ada orang yang kaya dan ada orang yang menderita, sehingga semua orang mempunyai kesempatan untuk memperkembangkan tabiatnya. Dengan maksud yang tertentu Allah membiarkan orang yang miskin, agar kita boleh diuji, membuktikan dan memperkembang apa yang ada dalam hati kita. Apabila roh suka menerima tamu sudah mati, hati itu menjadi lumpuh dengan mementingkan diri sediri.

Kepada Siapakah Roh Suka Terima Tamu Itu harus Diperluas?
Pertemuan ramah tamah kita itu janganlah dikuasai oleh perintah kebiasaan dunia, tetapi biarlah dikuasai oleh Roh Kristus dan oleh pengajaran firman-Nya. Di dalam pesta perayaan bangsa Israel diikutsertakan semua orang miskin, para orang asing dan suku Lewi, demikian juga pembantu imam dalam bait suci, guru agama dan pemberita Injil. Inilah orang-orang yang dianggap tamu, sehingga mereka menunjukkan keramahtamahan pada setiap kesempatan dalam hubungan sosial dan persta keagamaan dan dengan lemah lembut melayani orang-orang sakit sesuai dengan kebutuhannya. Dalam keadaan orang-orang seperti inilah yang harus kita sambut datang ke rumah kita. Betapa banyaknya orang yang akan bergembira dan mendapat penghiburan dengan sambutan yang demikian, para perawat dan guru akan bergembira, orang yang menanggung berat, ibu yang bekerja keras, orang yang sudah lemah dan lanjut usia akan bergembira, sering mereka ini tidak mempunyai rumah tempat tinggal untuk bernaung dan bergumul dengan kemiskinan dan dalam kekecewaan.

Kristus berkata: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, jangalah engkau mengundang para sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasannya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah para orang miskin, orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang buta. Dan engkau akan bahagia, karana mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Inilah tamu-tamu yang tidak membuat beban berat kepadamu untuk diterima. Engkau tidak perlu menyediakan jamuan makan yang terlalu rumit, mewah dan mahal. Engkau tidak perlu mengusahakan suatu pertunjukan. Sambutan hangat yang ramah tamah di tempat perapianmu, tempat duduk yang mengelilingi meja di rumahmu, kesempatan membagikan berkat pada jam permintaan doa, kesemuanya ini menjadi suatu bayangan keadaan surga.

Simpati kita yang berlimpah itulah yang akan membanjiri batas diri yang memisahkan dan membukakan tembok-tembok yang memagari keluarga. Ada banyak kesempatan yang indah bagi orang yang rela menjadikan rumah tangga mereka menjadi berkat kepada orang lain. Pengaruh kehidupan sosial itu adalah suatu kuasa yang luar biasa. Kita dapat menggunakan pengaruh itu, seandainya kita rela dan itu akan menjadi suatu sarana untuk menolong orang lain yang ada di sekeliling kita.

Satu Tempat Perlindungan untuk Orang Muda yang Dicobai.
youngandmom CopyRumah tangga kita itu haruslah menjadi suatu tempat perlindungan bagi orang muda yang sedang dicobai. Banyak orang yang sedang berdiri di persimpangan jalan. Tiap-tiap pengaruh, setiap kesan sedang menuntun pilihan mereka yang menentukan masa depan mereka baik di dunia ini maupun pada kehidupan yang akan datang. Kejahatan itu mengundang mereka. Tempat-tempat kejahatan itu dijadikan berkilauan dan menarik. Tempat-tempat seperti itu akan menyambut setiap orang yang datang. Banyak di sekeliling kita orang-orang muda yang tidak mempunyai rumah dan banyak juga pemuda yang dalam rumah mereka tidak mendapat pertolongan, tidak ada kuasa yang dapat meringankan beban itu dan akhirnya para pemudan tadi terbawa oleh arus memasuki lingkjungan kejahatan. Mereka akan mengalami kehancuran dalam setiap bayangan pintu rumah kita.

Para orang muda ini memerlukan uluran tangan dalam simpati. Kata-kata yang diucapkan dengan sederhana, meminta sedikit perhatian yang diberikan dengan sederhana, akan membuang kabut yang telah bertumpuk di atas jiwa mereka. Ucapan yang simpati yang benar berasal dari surga mempunyai kuasa untuk membuka hati yang memerlukan keharuman yang semerbak seperti kata-kata Kristus. Kata-kata yang sederhana, sentuhan kasih yang lembut dari Roh Kristus dibutuhkan. Jikalau kita mau menujukkan perhatian kita kepada para orang muda, undanglah mereka ke rumah kita dan kelilingilah mereka dengan kegembiraan, lingkari mereka dengan pengaruh yang dapat menolong, ada banyak di antara mereka yang akan bersuka untuk mengalihkan langkah mereka kepada jalan yang benar.

Pertahankan Kesederhanaan Keluarga.
Ketika para tamu datang berkunjung, sebagaimana sering terjadi, mereka jangan dibiarkan menghabiskan dan menyita banyak waktu serta perhatian dari seorang ibu. Perhatiannya dan waktu terutama harus dicurahkan untuk kesejahteraan anak-anak, kerohanian dan masa depan mereka. Jangalah dihabiskan waktu utuk menyediakan kue-kue yang mahal, pastel yang mahal dan bahan makanan yang mewah, terpilih yang tidak menunjang kesehatan untuk disajikan di atas meja. Kesemuanya ini mempunyai harga yang mahal dan banyak orang yang tidak mampu menyajikan seperti itu. Tetapi kejahatan yang lebih besar lagi ialah dalam contoh atau teladan memberikannya. Biarlah depertahankan kesederhanaan keluarga itu. Janganlah coba-coba memberi kesan bahwa engkau dapat mempertahankan corak kehidupan yang tinggi, padahal di luar kemampuan keuanganmu. Jangan coba-coba mengelabui mata orang lain dengan berlagak serba cukup, baik dalam menyediakan hidangan di atas meja ataupun dalam kelakuanmu.

Sementara engkau harus menjamu para tamu dengan ramah tamah dan mau melayani sedemikian rupa sehingga mereka merasa seperti di rumah sendiri, engkau harus mengingat bahwa engkau adalah seorang guru kepada anak-anak kecil yang dipercayakan Allah kepadamu. Anak-anak itu sedang memperhatikan engkau dan jangan kiranya ada bagian dari kehidupanmu yang akan menuntun kaki mereka kepada jalan yang salah. Biarlah engkau bersikap wajar, menyenangkan, berbudi pekerti yang baik dan sopan kepada para tamu demikian juga kepada keluarga setiap hari. Dalam cara yang demikian ini semua orangtua boleh menjadi guru, menjadi seorang teladan dalam pekerjaan yang baik. :Mereka akan memberikan kesaksian bahwa ada sesuatu yang lebih penting untuk dipikirkan, daripada apakah yang akan dimakan nanti, apa yang akan diminum dan persediaan pakaian yang akan dipakai mereka.

Pelihara Suasana Damai dan Tenteram.
Kita akan lebih bahagia dan lebih berdaya guna jikalau kehidupan dan pergaulan kita dalam rumah tangga dikuasai suasana kesederhanaan dan kelemahlembutan Kristus. Gantinya berusaha keras memamerkan pertunjukan yang akan membangkitkan kekaguman dan iri hati para tamu, kita harus melakukan segala usaha untuk membangagiakan semua orang yang ada di sekeliling kita oleh bergembira, simpati dan dengan menunjukkan kasih kita. Biarlah para tamu itu melihat bahwa kita berusaha sungguh-sungguh menyesuaikan diri kepada kehendak Kristus. Biarlah mereka melihat di dalam diri kita bahwa walaupun kita hidup sederhana, tetapi mempunyai roh berterima kasih dan merasa senang. Suasana rumah tangga orang Kristen sejati itu diliputi ketenangan dan kedamaian. Teladan yang demikian akan mempunyai pengaruh yang positif.

Catatan Biaya Pengeluaran Dipelihara di Surga.
Kristus memelihara suatu catatan dari setiap biaya pengeluaran dalam menjamu Dia. Dia menyediakan segala sesuatu yang diperlukan dalam pekerjaan ini. Mereka yang menjamu saudara-saudara seiman di dalam Kristus, melakukan sesuatu yang menguntungkan baik bagi para tamu maupun mereka sediri, ini dicatat di surga sehagai suatu kebajikan yang mendatangkan berkat istimewa.

Kristus telah memberikan suatu pelajaran kesukaan hati menjamu tamu dalam kehidupan-Nya sedoro/Letola dikelilingi oleh orang banyak yang sedang lapar di tepi pantai, Dia tidak menyuruh mereka pulang tanpa deberi makanan sebelum pulang ke rumah mereka. Dia berkata kepada para murit-Nya: “Jangan dulu pulang mereka, berikan dulu mereka makan.” Dan oleh sesuatu kuasa yang mempunyai sumber segala kekayaan surga, di bawah perintah-Nya sanggup memberi makan orang banyak itu dengan makanan yang mewah. tetapi Dia hanya menyediakan makanan untuk mencukupkan kebutuhan mereka, yaitu makanan sehari-hari yang biasa dan ikan yang ditangkap dari laut.

Seandainya manusia mau membiasakan hidup sederhana, hidup sesuai dengan hukum-hukum alam, akan ada makanan yang berlimpah untuk memenuhi segala kebutuhan segenap umat manusia. Hanya sedikit orang yang memerlukan makanan yang berlebih-lebihan dan lebih banyak kesempatan untuk bekerja dalam jalan-jalan Allah….

Tidak perlu kemiskinan itu menghambat kita untuk tidak berbuat keramahtamahan. Kita patut memberi apa yang ada. Banyak orang yang bersusah payah untuk mencari nafkah dan orang yang menghadapi kesukaran besar untuk mencukupkan keperluan hidup sehari-hari. Tetapi mereka mencintai Yesus dalam kepribadian-Nya yang suci dan bersedia menunjukkan kesukaan menerima tamu kepada teman-teman seiman dan kepada orang-orang yang tidak beriman, berusaha sedemikian rupa sehingga para tamunya merasa beruntung. Para tamu itu disambut dengan ramah di meja makan dan dalam kebaktian keluarga. Suasana permintaan doa itu membuat kesan tersendiri terhadap mereka yang menerima perjamuan makan dan walaupun satu kali berkunjung boleh mempunyai makna keselamatan kepada satu jiwa dari kematian. Untuk pekerjaan ini Tuhan membuat suatu perhitungan, serta berkata: “Aku akan membayar kembali.”

Bangun dan Manfaatkanlah Kesempatan.
Bangunlah hai saudara/saudariku. Jangan takut melakukan pekerjaan yang baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. “Jangan tunggu sampai orang lain mengatakan apa yang menjadi tugasmu. Bukalah matamu dan lihatlah siapa yang ada di sekelilingmu; biarlah engkau memperkenalkan diri kepada orang miskin, orang yang sengsara, yang memerlukan pertolongan. Jangan sembunyikan dirimu dari mereka dan jangan berusaha menghindarkan diri dari keperluan mereka. Mereka yang memberi buktu-bukti sebagaimana telah disinggung dalam buku Yakub, yaitu mereka yang mempunyai agama yang murni, tidak dinodai dengan mementingkan diri sendiri atau mereka yang tidak melakukan kejahatan. Mereka yang ingin sekali melakukan segala sesuatu dalam segala kuat kuasa mereka untuk menolong dalam rencana keselamatan yang besar itu.

 

 

 

-RTA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here