learning-school-how-to-teach-right-and-wrong Copy

Kesopanan Itu akan Membuang Sebagian Penyakit Kehidupan. 
[AkhirZaman.org] Prinsip yang perlu ditanamkan dalam suatu perintah ialah, “Hendaklah kamu mengasihi satu dengan yang lain,” ini menjadi suatu pedoman yang penting demi kebahagiaan. Hendaklah kesopanan Kristen memerintah dalam setiap rumah tangga. Kesopanan itu murah, tetapi dia mempunyai kuasa untuk menghaluskan sifat-sifat manusia yang kasar dan keras, tenpa kesopanan sifat-sifat itu akan bertumbuh terus. Memperkembangkan kesopanan yang seragam perlu ada kerelaan melakukan sebagaimana yang kita suka dibuat orang lain kepada kita. Hal ini akan membuang sebagian penyakit dalam kehidupan.

Kesopanan Dimulai dalam Rumah Tangga.
Jikalau kita ingin agar anak-anak kita mempraktekkan kesopanan, kebaikan hati, dan kasih, kita sendiri harus memberi teladan kepada mereka. Kesopanan dalam perkara kecil sekalipun haruslah dinyatakan ibu bapa terhadap satu dengan yang lain. Kebaikan hati bersama haruslah menjadi peraturan dalam rumah tangga. Jangan dibiarkan bahasa yang kasar; jangan diucapkan kata-kata yang pahit dan menusuk perasaan. Biarlah semua mempunyai roman muka yang cerah, mempunyai suara yang lemah lembut, dan semua mempunyai pembawaan yang sopan; dan hal ini adalah unsur-unsur kuasa. Anak-anak itu akan tertarik oleh kegembiraan dan sikap yang riang-gembira. Tunjukkan kepada mereka kesopanan, kebaikan hati, maka mereka akan menyatakan roh yang sama kepada kamu dan terhadap satu dengan yang lain. 

Kesopanan dan pengendalian diri sendiri itu akan mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap tabiat anak-anakmu daripada hanya dengan kata-kata. 

Kemurahan Hati terhadap Satu dengan yang Lain Membuat Rumah Tangga Itu Suatu Firdaus.
Para orangtua dapat memberi dorongan dan kegembiraan kepada anak-anaknya oleh berbicara dengan kemurahan hati dan dengan memberi pujian kepada mereka ketika mereka berusaha melakukan yang benar. Orangtua yang meragukan tangannya kepada lingkaran keluarga menjadi suatu daya tarik untuk mengusir bayang-bayang gelap dan membawa sinar matahari kesukaan ke dalamnya. Murah hati dan kesabaran terhadap satu dengan yang lain akan menjadikan rumah tangga itu menjadi suatu Firdaus dan akan menarik para malaikat kudus masuk ke dalam lingkaran keluarga itu. Tetapi para malaikat kudus itu akan lari dari suatu rumah tangga bila terdapat di dalamnya kata-kata yang tidak menyenangkan, persungutan dan percecokan. Kemarahan, mengeluh dan bersikap kasar terhadap satu dengan yang lain akan menutup pintu bagi masuknya Yesus.

Kesopanan dan cinta kasih haruslah ada di antara anggota keluarga yang sama, demikian juga dalam kehidupan sehari-hari dan jangan kiranya dipengaruhi lingkungan yang di luar keluarga. Suara yang menyenangkan, kelemahlembutan, dan cinta kasih yang sungguh-sungguh yang dinyatakan dengan baik dalam segala tindak tanduk yang disertai dengan kerajinan, kebersihan dan penghematan, maka walaupun tinggal dalam gubuk, menjadikan rumah tangga itu paling bahagia. Khalik itu akan menerima dan menghormati rumah tangga yang demikian.

Ada banyak orang yang seharusnya mengurangi kegiatannya di dunia luar dan mengaktifkan kegiatannya lebih banyak di antara lingkungan anggota keluarga. Haruslah dikurangi pertunjukkan sopan santun dan cinta yang dangkal terhadap orang-orang asing dan kepada para tamu, dan ditunjukkan lebih banyak kemurahan hati yang terpencar dari kasih sejati, simpati terhadap yang dikasihi dalam hingungan tempat perapian sendiri. 

Kesopanan Sejati Ditetapkan
Budi bahasa yang halus ialah suatu kebutuhan besar dan perlu dikembangkan dalam rumah tangga. Ini adalah suatu kesaksian yang sangat berkuasa dalam mengharumkan kebenaran. Dalam diri siapa saja tampak bahasa dan tingkah laku yang kasar yang menunjukkan suatu hati yang dirusak. Kebenaran yang asalnya dari surga tidak pernah merendahkan penerimanya, tidak pernah menjadikan dia kasar atau jahat. Pengaruh dari kebenaran itu memperhalus dan melunakkan. Bilamana kebenaran itu diterima orang muda dalam hati dia akan menjadi sopan dan hormat. Sopan santun Kristen itu dapat diterima hanya melalui pekerjaan Roh Kudus. Kebenaran itu bukan terdiri dari budi bahasa dan cinta tiruan, diterima dengan menundukkan kepala dan tersenyum bodoh. Sopan santun seperti inilah yang dimiliki orang dunia dan cara-cara yang demikian jauh dari sopan santun Kristen yang benar. Budi bahasa yang benar, sopan santun sejati, hanya akan deperoleh dari suatu pengetahuan Injil Kristus yang praktis. Kesopanan sejati, kemurahan hati yang benar, ialah suatu kebajikan yang perlu ditunjukkan kepada semua orang, tinggi atau rendah, kaya atau miskin.

Inti sari dari kesopanan yang benar ialah perhatian terhadap orang lain. Pendidikan itu penting dan baik untuk memperluas rasa simpati dan mendorong keramahan secara menyeluruh. Itulah yang disebut kebudayaan yang tidak membuat orang muda merasa terlalu segan terhadap orangtua mereka dan sangat menolong kepada tugas kewajiban mereka, menghargai keunggulan mereka, sabar terhadap kesalahan mereka, berguna kepada keperluan hidup mereka. Adalah suatu kegagalan jikalau pndidikan itu tidak membuat seseorang berhati-hati dan lemah lembutu, tidak berkemurahan dan tidak suka menolong orang muda, orang tua dan tidak bersikap ramah tamah kepada semua orang, baik terhadap orang yang malang. 

Kesopanan Kristen itu menjadi suatu pegangan emas, yang akan mempersatukan anggota keluarga dalam ikatan kasih, akan makin erat dan semakin kuat setiap hari.

Buatlah Hukum Keemasan Itu Menjadi Sebuah Peraturan untuk Keluarga.
Hukum pergaulan yang sangat penting dan peraturan dalam hubungan keluarga akan ditemukan dalam Alkitab. Isi Alkitab itu bukan hanya standar moral yang terbaik dan murni, tetapi menjadi standar sifat kesompanan yang sangat berharga ada di dalamnya. Khotbah Juruselamat kita di atas bukit berisi pengajaran yang tak terhingga nilainya bagi orang tua dan orang muda. Pengajaran itu haruslah lebih sering dibacakan dalam lingkungan keluarga dan menjadi suatu pengajaran yang sangat indah, yang perlu diberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Hukum keemasan itu ialah, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka, “sama seperti perintah rasul itu, Di dalam saling menghormati satu dengan yang lain,” haruslah mejadi peraturan dalam keluarga. Mereka yang menghargai Roh Kristus akan menyatakan kesopanan dalam rumah tangga, mempunyai satu roh suka berbuat baik walaupun dalam perkara kecil. Mereka akan senantiasa berusaha untuk membuat bahagia semua orang yang ada di sekelilingnya, akan melupakan diri dalam menunjukkan perhatian kepada orang lain. Inilah yang seharusnya yang menjadi buah dari pohon yang tumbuh dari pada orang Kristen.

Peraturan keemasan ialah suatu prinsip kesopanan sejati, ilustrasi yang sebenarnya telah kelihatan di dalam kehidupan dan tabiat Yesus. Oh, betapa indah dan lembutnya cahaya yang dipancarkan dalam kehidupan Juruselamat kita itu sehari-hari. Betapa manisnya keramahan yang mengalir dari hadirat-Nya. Mereka yang tinggal bersama Kristus akan dikelilingi dengan suasana Ilahi. Kemurnian jubah mereka yang putih itu akan diharumkan dengan wangi-wangian dari taman Tuhan. Roman muka akan memantulkan cahaya dari wajah-Nya, menerangi jalan sehingga kaki yang lelah tidak terserandung.

Uraian Terbaik tentang Etiket.
Penjelasan yang sangat berharga tentang etiket atau tatacara pergaulan yang pernah ditulis ialah ajaran yang disampaikan oleh Juruselamat dengan ucapan Roh Kudus melalui Rasul Paulus, ialah kata-kata yang harus tetap terukir dalam ingatan setiap orang, bagi orang yang sudah tua atau yang masih muda:

Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati,
Kasih itu tidak cemburu
Kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pernah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain,
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 

Alkitab mengajarkan sopan santun; dan buku itu menjanjikan banyak ilustrasi mengenai roh yang tidak mementingkan diri sendiri, kasih karunia lemah lembut, perangai yang menarik, yang memberi ciri kesopanan yang sejati. Kesemanya ini melukiskan tabiat Kristus. Semua kelemahlembutan sejati dan kesopanan di dunia ini, walaupun di antara orang-orang yang tidak mengakui nama-Nya, berasal dari pada-Nya. Dia menginginkan agar ciri-ciri tabiat ini dipantulkan sepenuhnya dalam diri anak-anak-Nya. Ia bermaksud agar di dalam diri kita orang-orang dapat memandang keindahan-Nya. 

Kekristenan itu akan membuat seorang pria menjadi sopan. Kristus adalah seorang yang sopan, Dia sopan walau terhadap orang-orang yang menganiaya Dia sekalipun; dan para pengikut-Nya yang sejati akan menyatakan roh yang sama. Lihatlah kepada Paulus ketika dia dibawa ke hadapan para penguasa. Kesanggupannya berbicara di hadapan raja Agrippa menjadi suatu ilustrasi kesopanan sejati, sama seperti seorang yang lancar berbicara dalam kelemahlembutan. Injil itu tidak mendorong sopan santun secara formal seperti yang dilakukan masyarakat umum di dinia ini, tetapi yang dimaksud ialah sopan santun yang bersumber dari kebaikan hati yang sejati.

Kita tidak meminta kenyataan sopan santun seperti yang disebutkan dunia ini, tetapi kesopanan yang akan membawa setiap orang itu ke tempat yang kekal dan diberkati.

Sopan Santun Sejati harus Didorong oleh Kasih.
child-stop CopyUntuk memperkembang sifat kehidupan secara luar dengan sangat hati-hati tidak cukup hanya membuang kerewelan, pertimbangan yang kasar, dan berbicara dengan tidak sopan. Kehalusan budi pekerti sejati itu tidak pernah menyatakan dirinya sedemikian rupa sebagai seorang yang paling unggul. Kasih itu haruslah berada di dalam hati. seorang Kristen yang benar itu tingkahlakunya bermotifkan kasih yang mendalam terhadap Tuhan-Nya. Cinta kasihnya yang sudah berakar kepada Kristus menimbulkan suatu perhatian yang tidak mementingkan diri kepada saudara-saudaranya.

Mengenai segala sesuatu yang perlu diusahakan, yang lebih berharga dalam pemandangan Allah dan perlu dipupuk, tidak ada lain kecuali, sebuah hati yang murni, budi pekerti yang diilhamkan rasa syukur dan kedamaian.

Jikalau kebenaran Ilahi dan kasih berada di dalam hati, itu akan terpencar di dalam kata-kata dan dalam tingkah laku….
Roh itu kedermawanan sejati haruslah ada dalam hati. Kasih itu memberi kepada pemiliknya anugerah, kesopanan dan keindahan tingkah lalu. Kasih itu menyinari roman muka dan melembutkan suara; dan kasih itu menyucikan dan meninggikan segenap kehidupan manusia. Kasih itu membawa dia ke dalam keserasian dengan Allah, karena itu adalah suatu sifat dari surga.

Sopan santun yang benar bukan sekadar mempelajari dan mengikuti peraturan dari tatacara etiket itu saja. Tingkah laku yang sopan perlu mendapat perhatian; Kalu saja prinsip itu tidak dikompromikan, maka pertimbangan kepada orang lain akan menuntun untuk menerima adat kebiasaan; akan tetapi kesopanan sejati tidak menuntut pengorbanan prinsip agar menerima adat kebiasaan. Hal itu mengerjakan harga diri menghormati kejujuran manusia. dan penghargaan bagi keluarga besar dalam persaudaraan manusia. 

Kasih Itu Dinyatakan dalam Pandangan, Kata-kata dan Tingkah Laku.
Hai para orangtua, di atas segala sesuatu itu biarlah anak-anakmu dikelilingi dengan suasana gembira, sopan santun dan kasih. Bilamana ada kasih di dalam rumah tangga dan jikalau kasih itu dinyatakan dalam pandangan, dalam kata-kata dan tingkah lalu, rumah itu menjadi tempat tinggal para malaikat surga. Hai para orangtua, biarlah sukacita, sinar cinta kasih dan kebahagiaan yang disertai dengan rasa puas memasuki hatimu sediri dan biarlah pengaruhnya yang manis itu meliputi rumah tanggamu. Nyatakanlah kebaikan hati, roh kesabaran dan dorongan roh yang sama di antara anak-anakmu, binalah desngan segera kasih karunia yang akan menyinari kehidupan rumah tanggamu. Suasana yang diciptakan sedemikian rupa bagi anak-anakmu, sebagaimana pentingnya udara dan sinar matahari terhadap sayur-sayuran di bumi ini, yang akan menunjang kesehatan tubuh dan mecerdaskan pikiran.

Tingkah laku yang lemah lembut, percakapan yang penuh keramahan dan perbuatan yang disertai dengan kasih akan mengikat hati anak-anak itu kepada orangtuanya, dengan kasih sayang yang seperti tali sutera mengikat rumah tangga itu lebih menarik daripada harta emas perhiasan yang termahal yang dapat dibeli.

Perangai yang Berbeda-beda Itu harus Dipersatukan.
Di dalam perintah Allah itu ada seruan agar orang-orang yang berbeda perangai itu hendaknya bergaul bersama-sama. Apabila hal itu menjadi suatu kasus, biarlah setiap anggota keluarga menghargakan perasaan orang lain secara jujur dan menghormati hak orang lain. Dengan demikian terjadilah saling memperhatikan dan bersabar terhadap satu dengan yang lain, sikap prasangka dikurangi dan ciri-ciri tabiat yang kasar dihaluskan. Keharmonisan boleh terjamin, dan perangai yang dipersatukan itu dapat menguntungkan kepada satu dengan yang lain.

Penebusan Tidak akan Ada kalau Kurang Kesopanan.
Mereka yang mengaku menjadi pengikut Kristus dan pada waktu yang sama tidak berkelakuan baik, kasar, tidak sopan dalam perkataan dan perangai berarti dia belum pernah belajar akan Kristus. Seorang yang suda menggertak, yang suka memaksa orang, yang suka mencari-cari kesalahan bukanlah orang Kristen. Karena menjadi seorang Kristen berarti haruslah orang itu seperti Kristus. Tingkah laku beberapa orang Kristen sangat kurang dalam kebaikan dan kesopanan, kebaikan mereka ialah membicarakan hal yang jahat. Seharusnyalah bahwa ketulusan hati mereka jangan lagi diragukan; kejujuran mereka janganlah dipertanyakan orang, akan tetapi ketulusan hati dan kejujuran itu akan tidak dapat lagi ditebus karena kekurangan dalam kebaikan dan kesopanan. Hendaklah orang Kristen itu seorang yang bersimpati, pada waktu yang sama seorang yang benar, penuh dengan belas kasihan dan sopan,jujur dan setia.

Setiap kealpaan dalam sopan santun, lalai melakukan kesopanan di antara bersaudara, lalai dalam kebaikan, lalai memberi kata-kata dorongan dalam lingkungan keluarga, antara anak-anak terhadap orangtua dan orangtua terhadap anak-anak, akan menguatkan kebiasaan yang menjadikan tabiat itu bukan seperti tabiat Kristus. Tetapi jikalau perkara kecil ini dilakukan terus-menerus, hal ini akan menjadi masalah yang besar. Kebiasaan ini akan bertambah-tambah kepada ukuran yang lebih besar. Kebiasaan itu akan menjadi sebuah wangi-wangian yang harum dalam kehidupan yang akan naik kepada Allah sama seperti dupa yang kudus.

Banyak Orang yang Ingin Mendapat Perhatian.
Banyak orang yang merindukan persahabatan yang simpati…. Seharusnyalah kita melupakan diri, berusaha senantiasa menunjukkan rasa syukur walaupun dalam perkara kecil oleh kemurahan yang kita terima dari orang lain. Mencari kesempatan untuk menggembirakan orang lain dan berusaha meringankan dan mengilangkan kesusahan dan beban orang lain oleh melakukan kebajikan yang lemah lembut dan perbuatan sedikit kasih. Kesadaran melakukan sopan santu dalam keluarga kuta dan meluaskan ke luar lingkungan keluarga, akan menolong untuk menambah kegbahagiaan hidup; dan kelalaian melakukan perkara yang kecil ini menambah kepahitan dan kesusahan dalam kehidupan.

Melalui Pergaulan Sosial Hubungan Diadakan dengan Dunia.
Kekristenan itu mengadakan hubungan dengan dunia melalui pergaulan sosial. Setiap pria dan wanita yang sudah merasakan kasih Kristus dan sudah menerima dalam hatinya terang dari Ilahi dituntut olah Allah memancarkan cahaya di atas jalan manusia yang masih gelap itu, yaitu mereka yang belum mengenal jalan yang lebih baik.

Kita dapat menyatakan ribuan perhatian dalam kata-kata persahabatan dan melalui pandangan yang menyenangkan, akan dipantulkan kepada kita kembali. Orang Kristen yang tidak mempunyai perhatian dinyatakan oleh kelalaian mereka kepada orang lain, hal ini membuktikan bahwa mereka tidak dalam persesatuan dengan Kristus jikalau kita tidak berkelakuan yang bnaik kepada orang lain dan melupakan hak-hak mereka.

Kita semua haruslah menjadi saksi bagi Kristus. Kuasa sosial yang disucikan oleh rahmat Kristus, wajiblah dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk menarik jiwa kepada Juruselamat. Biarlah dunia ini melihat bahwa kita tidak mencurahkan segenap perhatian dengan kikirnya terhadap kepentingan kita sendiri, melainkan kita ingin supaya orang lain turut beroleh berkat dan kasih karunia yang kita peroleh. Biarlah mereka menyaksikan bahwa agama kita itu bukan membuat kita tidak menaruh simpati dan bersifat keras. Biarlah semua orang yang telah menemukan pelayanan Kristus, mau melayani orang lain sebagaimana Ia telah melayani dahulu untuk kebahagiaan manusia. Jangan sekali-kali kita memberikan kesan yang palsu kepada dunia ini bahwa orang Kristen itu adalah satu umat yang selalu murung dan tidak berbahagia.

Jikalau kita sopan dan lemah lembut di dalam rumah tangga, kita akan membawakan watak yang menyenangkan dan menjadi keharuman bilamana kita sudah jauh dari rumah tangga. Jikalau kita menyatakan penahanan diri, kesabaran, kelemahlembutan dan ketabahan dalam rumah tangga, kita akan sanggup menjadi sebuah terang kepada dunia.

RTA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here