mengalir

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaanMu. Ratapan 3:22, 23.

[AkhirZaman.org] Saya mempunyai perasaan-perasaan khidmat bilamana saya memikirkan keadaan-keadaan di dunia. Aduh betapa lengahnya, betapa penuh dengan kejahatan dan pendurhakaan serta dosa, betapa menyedihkan, berapa sangat menyedihkan kenyataan bahwa dunia tidak mengetahui kasih Allah dalam memberikan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, Yesus Kristus yang sama dengan Allah. “Begitulah besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup’ yang kekal” (Yoh 3:16).

Berabad-abad lamanya dosa telah mengganggu, atau boleh saya katakan, menghalang-halangi pekerjaan kebajikan ilahi yang besar dengan menghambat saluran melalui perkakas manusia yang tidak mau menerima pemberian sorga dan itulah sebabnya tidak dapat memberikan juga. Allah memanggil pria dan wanita untuk menjadi orang-orang yang berserah sebagai para pekerja dengan Yesus Kristus. Walaupun dosa dan kejahatan telah mengganggu mengalirnya kasih karunia yang limpah selama barabad-abad, namun pengaliran ini belum dihentikan dari dunia. Jalannya menuju ke bumi, dan jikalau manusia mau saja bekerja sama dengan Allah, jikalau saluran hubungan tetap dibuka, tidak dibatasi, untuk berhubungan dengan dunia, maka terang dari sorga akan bersinar di seluruh pelosok dunia, mencerai-beraikan kegelapan moral.

Saya merasa puas bahwa kita harus bekerja dengan tekun. Para pekerja bukan mereka saja yang harus bersinar, tetapi pekerja-pekerja harus tampil di dalam semua gereja, dan bilamana orang-orang yang menerima kebenaran ini telah mencapai kerendahan hati dan penyesalan besar, maka merekalah orang-orang yang dipakai Allah untuk memberkati sesama manusia, dengan melakukan apa saja yang mereka dapat lakukan dengan kemampuan yang sederhana. Bukanlah kepada mereka yang bersekolah tinggi, bukan mereka yang paling pintar di antara keluarga manusia melalui siapa Tuhan akan menyatakan diriNya sendiri. “Sebab beginilah firman Tuhan yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus namaNya, Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk” (Yesaya 57:15) Tetapi kepada orang inilah Aku memandang, kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firmanKu” (pasal 66:22)

Tuhan memanggil kita untuk menyerahkan kembali kepadaNya berkat-berkat yang telah diberikanNya kepada manusia, di mana mereka dapat menggunakan segala kemampuan pikiran mereka, dan segala kekuatan mereka, secara jasmani dan rohani, di dalam pekerjaanNya melakukan kebaikan dan memberkati orang lain. Suatu krisis telah tiba dalam pemerintahan Allah di bumi. Kasih sayang ilahi telah mengalir kepada orang banyak, walaupun berkat-berkat sorga itu ditolak oleh hati yang tegar.-Letter 52, 6 Desember 1895, kepada pendeta di Australia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here