cermin

[AkhirZaman.org] Adakah di antara Anda yang pernah menyaksikan bayi duduk di depan cermin? Mereka tersenyum pada bayi yang lain dan bayi yang lain tersenyum kembali. Mereka menjangkau untuk menyentuh bayi lainnya dan bayi lainnya menjangkau mereka. Bayi bisa duduk lama terpesona oleh cermin dan bayi lainnya di dalam cermin. Sekarang setelah kita semua dewasa, kita melihat di cermin adalah hanya refleksi. Tidak seorang pun yang membaca ini akan tertipu dengan berpikir bahwa gambar di cermin adalah orang lain, bukan? Tapi, mari kita pikirkan tentang gambar yang kita lihat ketika kita melihat di cermin. Ketika saya melihat di cermin ini saya melihat diri saya … mata dan hidung serta rambut saya dan pakaian apa yang saya kenakan hari ini. Saya melihat gambar diri saya sendiri … gambar saya seperti apa di luar.

Kita sedang menyelidiki buku pertama dari Alkitab, yaitu buku Kejadian.
Pada hari-hari penciptaan lainnya, ketika Allah menciptakan tanaman dan ikan, burung, dan binatang darat, Alkitab mengatakan bahwa Ia membuat masing-masing benda itu menurut jenisnya … misalnya … semua pohon sama seperti pohon, tetapi ada berbagai jenis – jeruk, mangga, palem, cemara, dll.

Kejadian 1: 26-27.
Ayat-ayat ini tidak mengatakan bahwa kita dibuat untuk memiliki gambar luar yang sama dengan Tuhan – atau kita semua sama. Dan kita tahu dari ayat-ayat lain, seperti Yohanes 4:24 bahwa Tuhan itu roh – Dia tidak memiliki tubuh. Jadi, apa arti ayat-ayat tersebut?

Ya, ayat-ayat tersebut berarti bahwa Allah membuat manusia menjadi seperti Dia, untuk terlihat seperti Dia, untuk melakukan hal-hal yang Dia lakukan, memikirkan hal-hal yang Dia pikirkan, mengasihi orang seperti Dia mengasihi orang, dan hidup dengan cara Dia hidup.

Yang terpenting, Tuhan membuat kita menjadi sempurna sama seperti Dia sempurna. Dan pada awalnya, manusia adalah cerminan atau citra Tuhan yang sangat baik, tetapi kemudian terjadi sesuatu yang membuat orang tidak dapat dengan sempurna mencerminkan Tuhan.

Orang berdosa.
Adam dan Hawa menggunakan otak dan kemampuannya untuk membuat pilihan yang Allah telah berikan, dan mereka memilih untuk tidak menaati Allah.

Dan Roma 3: 10-12 memberi tahu kita bahwa setiap orang sejak Adam dan Hawa telah membuat pilihan yang sama – pilihan untuk berpaling dari Allah dan memilih dosa.

Jika Anda persis seperti saya, ini membuat Anda berpikir dan mengajukan beberapa pertanyaan sulit kepada diri Anda sendiri. Kita seharusnya menjadi gambar Allah, tetapi kita semua telah berdosa, bagaimana kita dapat benar-benar mencerminkan Allah kepada orang-orang di sekitar kita?

Ya, kita tidak dapat melakukannya sendiri, tetapi karena Yesus mati di kayu salib dan hidup kembali 3 hari kemudian, kita dapat dijadikan refleksi sempurna dari Tuhan sekali lagi. Anda mungkin juga bertanya-tanya, bagaimana kita tahu seperti apa Tuhan itu? Kita dapat membaca tentang Allah di dalam Alkitab dan kita dapat membaca tentang gambar-Nya yang sempurna, Yesus, di dalam Alkitab juga.

Itu membantu untuk menjelaskan hal-hal kecil, tetapi jelas Yesus menjadi cerminan sempurna dari Tuhan, Yesus adalah Putra Tuhan dan adalah Tuhan Sendiri-Dia sempurna, jadi masuk akal bahwa Dia menjadi gambaran yang sempurna.

Tetapi bagaimana dengan Anda dan saya; orang-orang yang semuanya telah berdosa, memberontak dan tidak menaati Allah? Ya, Alkitab memberi tahu kita bahwa walaupun kita tidak bisa sempurna dengan usaha kita sendiri, tidak peduli sekeras apa pun kita berusaha, bahwa Allah menyediakan jalan bagi kita untuk menjadi sempurna dan kudus, dengan mengutus Yesus untuk mati di kayu salib sehingga kita dapat dimaafkan atas dosa kita. Dan, Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika kita percaya kepada Yesus dan meminta Dia untuk bertanggung jawab atas hidup kita dan menjalani hidup kita sehingga kita mengikuti Dia, maka Dia akan mengubah hati kita sehingga kita akan menjadi lebih seperti Dia dan menjadi gambar atau cerminan dari Dia.

Itulah kabar baiknya. Tuhan menjadikan kita sebagai cerminan-Nya. Dia ingin kita mencerminkan Dia kepada dunia, sehingga ketika orang melihat kita, mereka melihat Dia. Dan, Dialah yang mengubah hati kita sehingga kita bisa menjadi reflektor sejati-Nya. Sama sekali tidak ada yang dapat kita lakukan sendiri untuk menjadi gambar atau refleksi Allah yang benar dan sempurna, tetapi ketika Yesus datang ke bumi, menjalani kehidupan yang sempurna, mati dan bangkit kembali tiga hari kemudian Dia menyediakan satu-satunya cara bagi kita untuk diampuni dari segala dosa kita dan agar Tuhan mengubah umat-Nya menjadi refleksiNya yang sempurna seperti sejak semula.

Momen Doa Anak-Anak: “Ya Tuhan, terima kasih telah membuat orang-orang seperti-Mu. Bantu kami untuk melihat bagaimana kami telah memberontak dan menentang rencana-Mu. Ajari kami apa artinya menjadi pengikut-Mu. Bantu kami masing-masing untuk belajar mempercayai-Mu dan mengikutiMu serta percaya pada-Mu. Terima kasih ketika kami mengikuti-Mu maka Engkau melakukan pekerjaan mengubah kami menjadi gambar-Mu. Bantu kami untuk mencerminkan-Mu ke dunia di sekitar kami, sehingga ketika orang melihat kami, mereka melihat-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin. “

 

-MR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here