married couple. Copy

 

Nasihat kepada Seorang Ibu Tiri
[AkhirZaman.org] Perkawinanmu kepada seorang bapa anak-anak itu ternyata menjadi suatu berkat bagimu….Engkau berada dalam keadaan bahaya kalau mengingat diri sendiri. Engkau mempunyai ciri-ciri tabiat yang perlu dibangkitkan dan dilatih….Melalui hubunganmu yang baru engkau akan memperoleh suatu pengalaman yang akan mengajar engkau bagaimana menghadapi pikiran orang. Oleh memelihara anak-anak dengan kasih sayang, cinta, dan engkau berkembang dalam kelamahlembutan. Segala kewajiban yang dipertanggungjawabkan kepadamu dalam keluargamu akan menjadi berkat yang besar bagimu. Anak-anak ini akan menjadi suatu buku pelajaran yang sangat indah kepadamu. Mereka akan membawa kepadamu banyak berkat kalau engkau membacanya dengan cara yang benar. Latihan pikiran yang dibangkitkan oleh pemeliharaan mereka akan melatih kelemahlembutan, cinta dan simpati. Walaupun anak ini bukan sebagian dari daging dan darahmu, namun oleh perkawinanmu kepada bapanya, mereka telah menjadi anak-anakmu, untuk dikasihi, disayang, diajar, dan dilayani olehmu. Perhubunganmu dengan mereka itu akan melatih segala pikiran dan rencana yang akan menjadi keuntungan yang sejati bagimu….Oleh pengalaman yang engkau akan peroleh dalam rumahmu, engkau akan membuang pikiran yang mementingkan diri sendiri, yang mengancam untuk mencemarkan pekerjaanmu dan akan mengganti rencana yang tertentu, yang perlu supaya dihaluskan dan ditaklukkan….

Engkau perlu memperkembangkan kelemahlembutan yang lebih besar serta simpati yang lebih mendalam, agar engkau dapat lebih erat kepada mereka yang memerlukan rcapan yang lemah lembut, simpati dan kata-kata kasih. Anak-anakmu akan menuntut ciri-ciri tabiat ini dan akan menolong engkau memperkembangkan pikiran luas dan pertimbangan. Oleh pergaulan kasih sayang dengan mereka itu, engkau belajar lebih lemah lembut dan berbelaskasihan dalam melayani manusia yang menderita sengsara.

Teguran kepada Seorang Ibu Tiri yang Kurang Mengasihi
Engkau mengasihi suamimu dan kawin kepadanya. Engkau mengetahui bahwa apabila engkau mengawini dia, engkau berjanji akan menjadi seorang ibu kepada anak-anaknya. Tetapi saya melihat suatu kekurangan di dalam dirimu tentang masalah ini. engkau sangat kekurangan dengan menyedihkan. Engkau tidak mengasihi anak-anak suamimu, maka kecuali ada sesuatu perubahan yang saksama, suatu reformasi yang sempurna dalam dirimu dan dalam cara pemerintahanmu, sehingga mutiara-mutiara yang indah ini akan rusak. Cinta yang menjadi kenyataan kasih sayang, tidak merupakan suatu disiplin yang kamu berikan….

Engkau sedang membuat kehidupan anak-anak yang kekasih ini mengalami kepahitan, khususnya kehidupan anak perempuan tersebut. Di manakah cinta kasih, pelukan kasih, hati yang lembut dan sabar itu. Kebencian hidup yang ada dalam hatimu melampaui cinta kasih. Celaan berhamburan dari bibirmu melebihi pujian dan anjuran. Segala kelakuanmu, cara-caramu yang kasar, sifatmu yang tidak simpati bagaikan hujan batu kepada perasaan anak perempuan yang sangat perasa itu, seperti hujan batu yang membinasakan tumbuh-tumbuhan yang muda,; sehingga ia membongkok karena hembusan keras nyawanya hancur dan tumbuhan itu terluka dan ambruk.

Cara bagaimana engkau mengatur mengeringkan saluran cinta kasih, menghambat pengharapan yang teguh dan merusak kesukaan yang ada dalam anak-anakmu. Suatu kedukaan yang tetap sedang dinyatakan dalam wajah anak perempuan itu, tetapi gantinya membangkitkan simpati dan lemah lembut dari padamu, justru inilah yang menunjukkan kurang sabar dan ketidaksukaan yang positip. Engkau dapat mengubahkan roman muka yang bersedih ini menjadi gembira yang hidup jikalau engkau suka membuat demikian….

Anak-anak itu membaca roman muka seorang ibu; mereka mengetahui apakah kasih atau kebencian yang diungkapkan di sana. Engkau tidak menyadari pekerjaan yang sedang engkau lakukan. Bukankah anak-anak kecil ini menunjukkan roman muka yang bersedih, keluhan yang meluap-luap dari dalam hati, seruan kerinduan akan cinta kasih dan membangkitkan belas kasihan?

Akibat-akibat Kekerasan yang Tidak Pada Tempatnya
Stressed CopyBeberapa waktu yang lalu kepada saya ditunjukkan kasus saudari J. Segala kesalahan dan kekurangannya dilukiskan dengan benar-benar di hadapannya; tetapi dalam pemandangannya yang terakhir yang diberikan kepada saya, saya melihat bahwa kesalahan itu masih ada, bahwa ia masih tetap membeku dan tidak berbelaskasihan kepada anak-anak suaminya. Perbaikan dan teguran tidak diberikannya. Hanya untuk kesalahan yang besar saja, tetapi untuk perkara yang kecil yang harus dibiarkan begitu saja. Mencari-cari kesalahan terus-menerus adalah suatu kesalahan, dan Roh Kristus tidak dapat tinggal dalam hati di mana sifat yang demikian masih ada. Ia cenderung melupakan perkara-perkara yang baik yang dilakukan anak-anaknya tanpa suatu ucapan penghargaan, tetapi selalu siap untuk menyemburkan kata-kata celaan kalau ada sesuatu kesalahan yang dilakukan. Perbuatan yang demikian selalu mengecewakan hati anak-anak dan membawa kepada kebiasaan yang tidak sudi memperbaiki. Dihasutnya kejahatan dalam hati dan menyebabkan hati itu memuntahkan lumpur dan kotoran. Di antara anak-anak yang sudah biasa dicela akan ada suatu roh, “Saya tidak peduli,” dan amarah yang jahat akan sering dinyatakan tidak peduli akan segala akibatnya….

Saudari J., haruslah mempertumbuhkan cinta dan belas kasihan. Ia harus menyatakan kasih sayang yang lemah lembut bagi anak-anak yang kehilangan ibu yang di dalam pemeliharaannya. Ini akan menjadi suatu berkat kepada anak-anak yang dicintai Allah dan akan dipantulkan kembali kepadanya dalam kasih sayang dan cinta.

Bilamana Diperlukan Perhatian Dua Kali Lipat
Anak-anak yang telah kehilangan seseorang, yang di dalam dadanya cinta ibu telah mengalir, telah mengalami suatu kehilangan yang tidak pernah dapat dipenuhi. Tetapi bilamana ada seorang yang berani berdiri di tempat ibu itu kepada kawanan kecil yang malang itu, suatu perhatian dan beban yang dua kali lipat terletak atasnya supaya lebih mengasihi lagi jikalau mungkin, dapat menahan teguran dan ancaman dari pada ibunya boleh berbuat tadinya, dan dalam cara demikian ini dapat mencukupkan kehilangan yang telah diderita oleh kawanan kecil itu.
———–

 

-RTA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here