law-of-god Copy

[AkhirZaman.org] Sekarang kita tiba pada definisi, apa buktinya kita mengasihi Tuhan? Dengan menyebut “Tuhan, Tuhan” setiap saat? Tidak. Ini kata Yesus, definisi orang yang mengasihi Tuhan: Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan MENURUTI SEGALA PERINTAH-KU.” Singkat, jelas. Yesus berkata “menuruti SEGALA perintah-Ku”, artinya tidak pilih-pilih, yang ini cocok buat aku, aku turut; yang itu tidak cocok dengan perasaanku, ya tidak aku turuti. Tidak, Yesus berkata “SEGALA PERINTAH-KU.” Satu paket, semuanya yang diperintahkan Tuhan.

Perintah Tuhan yang mana?
Tentu saja ke-10 Perintah Allah (10 Commandments) lengkap dan asli sepuluh-sepuluhnya tanpa direvisi; juga peraturan Tuhan tentang makanan yang baik dimakan, dan tidak menajiskan diri dengan makan hewan yang digolongkan najis dimakan oleh Tuhan; pokoknya semua perintah dan ketentuan yang telah diberikan Tuhan kepada kita yang ada di dalam Alkitab. Jika kita tidak menuruti SEGALA perintah Tuhan, maka itu membuktikan kita tidak mengasihi Tuhan, apalagi mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan segenap akal budi kita. Dan jika kita tidak mengasihi Tuhan, maka kita telah melanggar hukum yang pertama dan terutama dari “ hukum emas “.

Fakta keempat: Mengasihi sesama manusia Kita harus mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Ini hukum yang kedua.

Mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri sudah sangat jelas artinya. Dan itu sudah dijabarkan Tuhan dalam 10 PerintahNya, mulai hukum ke-5 sampai ke-10.

• Hormatilah orangtua, jangan ditelantarkan, jangan dikurangajari, tuntun mereka, obati penyakit mereka, penuhi kebutuhan batin mereka, sayangi mereka, peliharalah dengan baik hingga hari tua mereka, hingga mereka menutup mata dengan tenang.

• Jangan membunuh, baik itu membunuh secara fisik maupun secara mental, membenci orang, merusak reputasi orang, menghilangkan kesempatan orang untuk mencari nafkah, menyikut orang dalam pekerjaan, semua itu ada dalam klausul jangan membunuh ini. Juga termasuk bila kita memberi orang lain makanan yang merusak kesehatan. Jangan memproduksi makanan yang penuh dengan obat, jangan menjual makanan yang sebenarnya tidak layak dimakan demi laba, yang akan meracuni orang lain. Dan jangan menyajikan makanan yang tidak sehat bagi orang lain, karena itu sama dengan membunuh orang lain perlahan-lahan. Jangan membunuh termasuk juga jangan membunuh diri sendiri dengan pola hidup yang tidak sehat.

• Jangan berzinah, ini juga luas spektrumnya. Berzinah adalah menjalin hubungan yang tidak diperbolehkan baik secara hukum maupun secara ajaran agama. Termasuk di dalamnya hubungan incest, selingkuh, hubungan sesama jenis. Dan menurut Yesus, tidak perlu kita sudah melakukan hubungan fisiknya, tetapi dengan menginginkannya saja, dengan ngiler saja atau menelan air ludah saja, sudah termasuk melanggar hukum ini.

• Jangan mencuri. Apa saja. Termasuk mencuri waktu, mencuri kesempatan, mencuri hak, mencuri harta. Apa pun yang bukan milik kita, tidak boleh kita ambil.

• Jangan bersaksi dusta, termasuk di dalamnya menggosip, menambah-nambahi cerita, berbohong, menipu, yang semuanya merugikan orang lain.

• Jangan serakah. Syukuri apa yang kita miliki. Jangan mengingini milik orang lain. Jangan mengingini apa yang bukan hak kita.

Itu semua baru “jangan-jangan-jangan”, itu larangannya. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai bentuk/bukti kita mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri?

Apakah kita ingin selamat? Ingin beroleh hidup kekal? Kalau begitu, berupayalah supaya orang lain juga bisa selamat, bisa beroleh hidup kekal. Dengan apa? Dengan menyampaikan Firman Tuhan kepada mereka, dengan menunjukkan bagaimana caranya mereka bisa selamat. Itulah pemberian terbesar yang bisa kita berikan kepada seseorang, yaitu bila kita bisa memperkenalkan mereka kepada Jalan Keselamatan. Memang setiap orang harus membuat keputusannya sendiri, tetapi bila kita mengasihi mereka, kita akan berupaya supaya mereka tahu mana pilihan yang terbaik. Maka mereka bukan hanya mendapatkan manfaatnya selama kehidupan mereka yang singkat di dunia ini, tetapi mereka akan bisa menikmati manfaatnya untuk selama-lamanya di dunia baru yang kekal kelak.

Apakah kita suka hidup tenang dan damai, penuh sejahtera? Kalau begitu berupayalah supaya kita juga bisa memberikan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan kepada orang lain, dengan membantu mereka baik secara moral maupun materi. Ada banyak cara sesuai situasi dan kondisi masing-masing, tapi kita bisa mengupayakannya. Ada saja yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan dan kekurangan orang lain. Perbuatan baik sekecil apa pun, bila itu bisa meringankan penderitaan orang lain, itu membantu mereka. Dan hendaklah kita ingat, apa yang kita lakukan, itu kita lakukan untuk Kristus. Ini kata Kristus sendiri:

Matius 25:40 berkata:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Fakta kelima: “ hukum emas “ merupakan dasar.
Semua hukum Taurat dan kitab para nabi (= Kitab Perjanjian Lama), berdasarkan kedua hukum tersebut.
Jadi inti dari seluruh Alkitab adalah KASIH, kasih Tuhan kepada kita manusia. Oleh karena itu, patutlah kita juga mengasihi Tuhan di atas segala-galanya, dan juga mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Fakta keenam: Kasih kepada Tuhan di atas kasih kepada manusia.
Sudah disebutkan bahwa kasih kepada Tuhan adalah golden rule yang terutama dan pertama. Baru kasih kepada sesama manusia seperti kepada diri sendiri di urutan kedua. Berarti kasih kepada manusia, termasuk kepada diri sendiri, tidak boleh melebihi kasih kepada Tuhan. Bagaimana pun juga kasih kepada Tuhan haruslah yang terutama dan pertama.

Jika kita mengasihi Tuhan, karena kita mengasihi Tuhan, kita bisa belajar mengasihi sesama manusia, mengingat bahwa semua manusia itu ciptaan Tuhan, dan Tuhan mengasihi semua ciptaanNya. Karena kita mengasihi Tuhan, kita tidak mau melanggar perintah Tuhan merugikan manusia lainnya.

Tetapi jika sebaliknya kita menempatkan kasih kepada manusia di atas kasih kepada Tuhan, maka kita melanggar perintah Yesus di Matius 10:37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”

Artinya, kita tidak boleh mengorbankan ibadah kita kepada Tuhan demi kepentingan manusia. Ada pendapat manusia yang mengatakan, jika kita mengasihi manusia itu buktinya kita mengasihi Tuhan. Kedengarannya bagus sekali pendapat itu, tapi sayangnya ini tidak alkitabiah. Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada manusia itu dua hal yang berbeda, seperti yang dikatakan Yesus. Kasih kepada Tuhan harus total, dengan segenapnya segenap esensi kita. Dan itu hanya dibuktikan dengan “MENURUTI SEGALA PERINTAH-KU.” [Yoh. 14:15] bukan dibuktikan dengan mengasihi sesama manusia.

Banyak filantropis di dunia ini yang sama sekali tidak menyembah Tuhan. Mereka sangat mengasihi sesama manusia, melakukan banyak hal yang mengagumkan bagi sesama manusia, tapi mereka tidak mengasihi Tuhan karena mereka tidak melakukan semua perintah Tuhan.  Jadi, jika kita mau aman, lebih baik pakai definisi Alkitab, karena pasti benernya. Kalau kita pakai pendapat manusia, bisa tidak sesuai dengan Alkitab, dan apa yang tidak sesuai dengan Alkitab, bisa-bisa salah di mata Tuhan.

Fakta ketujuh: “ hukum emas “ harus dihidupkan bukan hanya untuk diketahui.
Kedua hukum itu bukan hanya untuk diketahui atau dihafalkan, tapi diperbuat. Jika kita perbuat atau kita lakukan, maka kita akan hidup. Hidup mana yang dimaksud Yesus? Apakah orang [ahli taurat] yang berbicara dengan Yesus itu tidak sedang hidup? Ya, dia kan sudah hidup. Lalu hidup mana lagi yang dimaksud Yesus?

Yang dimaksud Yesus bukanlah hidup kodrati orang tersebut, karena Yesus berkata, “…perbuatlah demikian maka engkau AKAN hidup.” Kata “akan” menandakan Yesus berbicara tentang sesuatu yang belum terjadi. Maka sangat jelas yang dimaksud Yesus di sini adalah HIDUP KEKAL yang dijanjikanNya kepada orang-orang yang selamat kelak pada saat kebangkitan mereka.

Berarti, dengan melakukan “ hukum emas “ ini kita membuktikan bahwa kita sungguh sudah selamat dan akan mendapat karunia hidup kekal, kita akan sampai ke Surga, kita akan mewarisi bumi setelah bumi ini diperbarui.

Fakta kedelapan: “ hukum emas “ hanya buat mereka yang sudah selamat.
Apakah kalau begitu, kita ini selamat karena melakukan “ hukum emas “?
Bukankah Efesus 2:8-9 mengatakan, “Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan melalui iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Betul, kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan, yang kita peroleh bila kita beriman kepada Yesus Kristus, dan itu bukan karena hasil pekerjaan kita. Ini berbicara tentang pertama kalinya kita menerima keselamatan. Pada waktu kita masih penuh dosa, tidak tahu kebenaran, kita diberi keselamatan oleh Tuhan, gratis, asal kita beriman kepada Kristus, kita memperolehnya.

Tetapi, “ hukum emas “ ini bicara tentang SETELAH KITA SELAMAT.
Lihat, di Alkitab, yang bertanya kepada Yesus bukan orang kafir yang tidak tahu tentang Tuhan yang belum selamat. Yang bertanya itu seorang ahli Taurat, orang yang kenal Tuhan, tahu hukum-hukum Tuhan, tahu kebenaran, dan seharusnya sudah selamat. Tetapi kepada orang tersebut, Yesus berkata, “…PERBUATLAH DEMIKIAN maka engkau akan hidup.” Berarti apa? Orang yang sudah selamat itu, ahli Taurat yang sudah kenal Tuhan dan sudah tahu kebenaran itu, HARUS TETAP BERBUAT/MELAKUKAN “ HUKUM EMAS “, supaya dia kelak boleh mendapatkan hidup kekal. Jika tidak berbuat/melakukan “ hukum emas “ bagaimana? Ya kelak tidak mendapatkan hidup kekal.

Karena itu, beriman saja kepada Yesus sudah cukup sebagai langkah pertama untuk menyelamatkan kita. Tetapi selanjutnya, setelah kita selamat, setelah dosa-dosa kita yang lalu diampuni, setelah kita tahu kebenaran, maka kita harus membuktikan bahwa kita benar-benar sudah selamat, dan kita membuktikannya dengan melakukan “ hukum emas “. Ini bukan kataku, tapi ini kata Yesus sendiri.

Pertanyaannya: bisakah kita melakukan “ hukum emas “?
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita semua cenderung berbuat yang tidak baik. Roma 7:18-19 “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Jadi, jika mengandalkan kemampuan kita sendiri, pasti kita tidak bisa melakukan perbuatan yang baik. Tetapi dengan mengizinkan Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita, kita bisa. Lihat apa kata rasul Paulus. 2 Korintus 3:5 “Bukan karena kami merasa mampu sendiri sehingga menganggap semuanya berasal dari diri kami sendiri, tetapi KEMAMPUAN KAMI ADALAH DARI TUHAN.” [NKJV yang diindonesiakan] Rom 8:26.  “Demikian juga ROH MEMBANTU KITA DALAM KELEMAHAN KITA…” Bagaimana dengan Yesus sendiri, lihat apa kataNya ketika Dia hidup di dunia sebagai manusia 100%: Yohanes 5:30 “AKU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA DARI DIRI-KU SENDIRI… Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”  Dari sejak zaman dahulu tidak ada manusia yang sanggup melakukan kebaikan sendiri, semuanya itu hanya bisa jadi bila Roh Tuhan yang membimbingnya. Lihat apa kata Tuhan kepada Zerubabel, Zakharia 4:6 “Maka berbicaralah ia [malaikat], katanya: ‘Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, MELAINKAN DENGAN ROH-KU, firman TUHAN semesta alam.’” Karena itu Paulus menulis di: Galatia 5:25 “Jikalau kita HIDUP DALAM ROH, baiklah hidup kita juga DIPIMPIN OLEH ROH.”  2 Tesalonika 2:13 “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah bagi kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk DISELAMATKAN MELALUI PENGUDUSAN OLEH ROH DAN IMAN DALAM KEBENARAN.” [NKJV yang diindonesiakan] Jadi bagaimana kita ini diselamatkan menurut ayat di atas? Kita diselamatkan melalui:

(1) pengudusan oleh Roh dan
(2) iman dalam kebenaran.

Semua orang Kristen sudah tahu bahwa kita menerima keselamatan melalui iman kita (Efesus 2:8). Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa masih ada lagi syarat yang lain, yaitu kita harus tetap selamat sampai akhir melalui pengudusan oleh Roh. Artinya Roh Tuhan atau Roh Kudus yang bekerja di dalam kita supaya kita menjadi kudus. Karena kalau kita tidak kudus, kita tidak akan melihat Tuhan, artinya kita tidak selamat sampai akhir walaupun kita sudah mengimani bahwa Yesus itu Juruselamat dan Tuhan kita. Karena itu rasul Paulus menasihati kita demikian: Ibrani 12:14  “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan KEJARLAH KEKUDUSAN, SEBAB TANPA KEKUDUSAN TIDAK SEORANG PUN AKAN MELIHAT TUHAN.” Kudus artinya tidak berbuat dosa. Dosa adalah melanggar hukum Tuhan (1 Yoh. 3:4)

Maka kudus berarti tidak melanggar hukum Tuhan. Semuanya. Dengan kata lain, itu adalah melakukan segala perintah Tuhan. Melakukan segala perintah Tuhan artinya mengasihi Tuhan. Maka hidup kudus berarti kita mengasihi Tuhan. Dibolak-balik kembali kepada penurutan kita kepada segala hukum/perintah/peraturan Tuhan. Maka biarlah kita selalu ingat kepada “ hukum emas “ yang diberikan Yesus supaya kita hidup selaras dengan perintah tersebut:

1. Mengasihi Tuhan Allah kita dengan seluruh esensi kita, tanpa alasan, tanpa celah.
2. Mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.

Mohon Roh Tuhan yang memimpin hidup kita dan membawa kita kepada pengudusan.

S.Mara Gd

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here