akhir zaman

[AkhirZaman.org] Tetangga anda memiliki pengetahuan yang baik; obat saja bukan satu-satunya aspek penanganan darah tinggi. Sangat penting menerapkan perubahan gaya hidup yang menyertakan diet yang menyehatkan, memelihara berat badan ideal, olahraga teratur, dan tanpa tembakau atau alkohol.

Tekanan darah tinggi merupakan masalah yang umum. Kira-kira 1 milyar penduduk di seluruh dunia memiliki tekanan darah yang tinggi, dan angka ini diproyeksikan pada kenaikan hampir 1,6 milyar di tahun 2025. ini memperlihatkan kenaikan yang cepat terhadap kondisi yang berbahaya ini. Tekanan darah tinggi bertanggung jawab di seluruh dunia atas 7,6 juta kematian dari jantung dan penyakit pembuluh darah setiap tahunnya.

Tekanan darah dihasilkan oleh interaksi jantung yang memompa darah melalui pembulu-pembulu darah dan berbagai fase dari proses ini, sebagai mana oleh arteri-arteri dan vena-vena dan dengan ajaibnya diciptakan. Ada dua angka yang digunakan untuk mengukur tekanan darah: angka yang diatas, atau bacaan sistolik, angka yang di bawah, atau bacaan diastolic. Tekanan diastolic dihasilkan oleh aksi pompa jantung (kontraksi vertrikel), yang mendorong darah masuk ke seluruh pembuluh darah tubuh. Ini mencerminkan kerja yang jantung lakukan untuk memelihara kehidupan. Tekanan diastolic mencerminkan turunnya tekanan ketika jantung beristirahat selama diastol ( fase istirahat) dan terisi kembali dengan darah antara tiap denyut jantung. Tekan ini tergantung pada struktur oto, terutama arteri yang kecil (arteriol atau pembulu darah resistan), yang membantu mempertahankan aliran darah.

Pentingnya meninjau dan mengetahui angka yang menetapkan tekanan darah normal dan kapan intervensi diperlukan untuk menaikkan bacaan tekanan darah. Ada empat kategori angka:

  1. Normal ( di bawah 120/80)
  2. Prahipertensi (Sistolik 120-139, atau diastolic 80-89)
  3. Tahap 1 Hipertensi (Sistolik 140-159, atau diastolic 90-99
  4. Tahap 2 Hipertensi (Sistolik 160 atau lebih tinggi, atau diastolic 100 atau lebih tinggi)

Mengetahui angka tekanan darah anda itu penting karena masing-masing kategori memiliki rekomendasi untuk langkah-langkah yang perlu diambil mengenai penanganannya, mulai dengan perubahan gaya hidup untuk pra Hipertensi dan pengobatan yang diperlukan.

Tekanan darah tinggi dikenal sebagai  “Sillent killer” (Pembunuh diam-diam) karena seringkali tidak ada gejala-gejalanya. Oleh karena itu penting mengetahui angkanya.

Diet dan Hipertensi

Pertanyaan anda tentang diet itu ada kaitannya dan penting. Sebagaimana telah disebutkan tadi, tekanan darah tinggi itu sudah semakin sering  terjadi. Dalam populasi yang terdiri sebagian besar dari negara-negara industri, tekanan darah tinggi meningkat secara dramatis seiring usia. Namun beberapa kelompok termasuk vegetarian ketat yang dietnya terutama terutama terdiri dari produk sayuran dan rendah asupan garam (sodium), memperlihatkan tidak adanya kenaikan dalam insiden tekanan darah pada penuaan.

Hubungan dari hipertensi yang mambaik dan diet sekarang ini secara luas telah dipelajari. Pola diet yang terbukti menurunkan tekanan darah ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran dan produk susu rendah lemak. Selain itu termasuk padi-padian utuh, kacang-kacangan, minyak sayur tak jenuh. Hasil terbaik diperoleh bila asupan garam dibatasi juga (1,2 gram atau 1.200 miligram per hari). Dalam satu penelitian klasik Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) menyertakan unggas dan ikan, meskipun ini bisa dengan aman ditiadakan. Minuman-minuman mengandung gula dan manisan tidak dianjurkan.

Para pasien yang mengikuti DASH dan diet serupa lainnya memiliki [engendalian tekanan darah yang lebih baik, dan bila pengobatan diperlukan sebagaimana sering terjadi, maka itu lebih efektif dan dosis dapat diturunkan.

Pesan yang harus dicamkan adalah bahwa pengobatan saja  bukan satu penanganan yang memadai bagi hipertensi tanpa intervensi gaya hidup, dan langkah-langkah diet itu sangatlah penting dalam pendekatan secara keseluruhan.

Referensi:

  1. New England Journal of Medicine, 3 Juni, hal 2102-2112
  1. Adventist World, May 2011, hlm 11

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here