NASA

[AkhirZaman.org] Misi penjelajahan luar angkasa merupakan salah satu ambisi manusia pada awal abad ke-20. Beberapa negara mencoba penjelajahan luar angkasa, namun yang paling berambisi adalah Uni Soviet dan Amerika Serikat. Amerika Serikat melalui badan antariksanya, National Aeronautics and Space Administration ( NASA) tak ingin kalah cepat. Hari ini 60 tahun lalu, tepatnya pada 9 April 1959, NASA memperkenalkan sejumlah astronot pertamanya. Dilansir dari History.com, tujuh astronot pertama yang terpilih diperkenalkan pada dalam konferensi pers di Washington DC. Mereka adalah John Glenn, Alan Shepard, Gordon Cooper, Scott Carpenter, Gus Grissom, Wally Schirra, dan Donald “Deke” Slayton. Ketujuh orang ini sering disebut sebagai “Mercury Seven”, diambil dari nama Mercury Project milik NASA, program penerbangan berawak menuju orbit bumi pada 1961. Selain itu, misi lain dari proyek ini adalah untuk “space race” atau perlombaan misi antariksa melawan Uni Soviet.

Uni Soviet mencetak “kemenangan” pertama dari perlombaan antariksa ketika berhasil meluncurkan satelit pertamanya ke orbit bumi, Sputnik. Momen bersejarah ini terjadi pada 4 Oktober 1957. Sebagai tanggapan, AS mengonsolidasikan berbagai upaya untuk menandingi pencapaian Uni Soviet dalam penerbangan luar angkasa berawak. Otoritas tertinggi AS mulai melakukan pendekatan ke dinas militer dan NASA. Akhirnya pada 1959, NASA memulai prosedur seleksi astronot. Tercatat ada 508 pilot menjalani tes, NASA menyaringnya hingga 110 orang. Ratusan orang ini terbagi dalam tiga kelompok. Dua kelompok pertama yang terpilih dilaporkan ke Washington DC. Kelompok ketiga tersingkir karena tak sesuai dengan kriteria. Dari 62 orang kandidat, enam orang ditemukan tak sesuai dengan pemeriksaan medis. Mereka kembali menjalani tes tulis, wawancara, dan tinjauan riwayat kesehatan, yang semakin mengurangi jumlah kandidat menjadi 36 orang. Setelah mengetahui tes fisik dan mental yang ekstrim yang direncanakan untuk mereka, empat dari mereka keluar. Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Glenn Jr, Astronot AS Pertama yang Mengorbit Bumi Sebanyak 32 kandidat melakukan perjalanan ke Klinik Lovelace di Albuquerque, New Mexico. Di sana mereka menjalani pemeriksaan medis dan psikologi yang lengkap. Tes ini juga menggugurkan satu orang dan tersisa 31 kandidat. Dari 31 kandidat yang tersisa, mereka kemudian melakukan perjalanan ke Laboratorium Aeromedis Wright di Dayton, Ohio. Di sana mereka menjalani bagian paling melelahkan dari proses seleksi. Selama enam hari, mereka mengalami berbagai tes yang menguji tingkat stres, secara fisik dan psikologi. Pada salah satu tes, mereka menghabiskan satu jam di ruangan yang disimulasikan pada ketinggian 19.812 meter dan dua jam di ruang yang dipanaskan hingga 54 derajat Celcius. Test ini menjadikan 18 kandidat, hingga akhirnya terpilih tujuh orang dengan kualifikasi dan kriteria yang diharapkan.

Tujuh orang yang terpilih ini segera diperkenalkan ke publik. Sontak, mereka langsung terkenal dan disebut sebagai “Mercury Seven”. Proyek Mercury yang ditetapkan NASA mengalami kemunduran. Sebab, lagi-lagi NASA kalah cepat dari Uni Soviet yang meluncurkan kosmonot Yuri Gagarin menjadi orang pertama yang mencapai orbit bumi. Ini merupakan sebuah kekecewaan bagi AS, namun mereka tetap melanjutkan programnya. Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard berhasil diluncurkan ke luar angkasa namun hanya bisa melakukan sub-orbital. Dia tak bisa melakukan penerbangan orbit penuh. Pada 20 Februari 1962, dalam langkah besar untuk program luar angkasa AS, John Glenn menjadi orang AS pertama yang mengorbit Bumi. Langkah ini menutup kekurangan dari Shepard. NASA terus mengikuti jejak Uni Soviet dalam pencapaian luar angkasa sampai akhir 1960-an, ketika program Apollo 11, NASA menempatkan orang pertama di bulan dan dengan aman mengembalikan mereka ke Bumi.

Selanjutnya, nasib buruk melanda salah satu anggota Mercury Seven. Dilansir dari Wired, astronot Gus Grissom terbunuh dalam misinya ke angkasa pada 1967 bersama dua astronot lainnya, ketika api membakar kapsul mereka selama misi pelatihan Apollo. Pada 1998, 36 tahun setelah penerbangan luar angkasa pertamanya, John Glenn melakukan perjalanan ke luar angkasa lagi. Glenn, yang saat itu berusia 77 tahun, adalah bagian dari kru Space Shuttle Discovery.

https://internasional.kompas.com/read/2019/04/09/11295081/hari-ini-dalam-sejarah-as-perkenalkan-mercury-seven-para-astronot.

Apa yang anda pikirkan jika anda berada di luar angkasa? Atau mungkinkah anda pernah berfikir bagaimana rasanya berada di luar angkasa? Terasa bumi ini begitu kecil jika kita berfikir tentang hal-hal yang besar yang ada di luar angkasa, masih banyak rahasia yang tak terungkapkan di jagat raya ini. Puji dan kemuliaan bagi Dia karena ciptaan-Nya yang tak terselami. Bagaimana dengan hikmat Dia yang merancangnya? Sungguh tak terselami.

“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya.” Roma 11:33. Namun dari semua ciptaan-Nya kitalah yang paling berharga “namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Amsal 8:5. Karena kita begitu berharga maka ayat ini mengatakan “Dan kamu rambut di kepalamu pun terhitung semuanya”. matius 10:30.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here