corona

[AkhirZaman.org] Penyebaran virus corona (Covid-19) sangat mempengaruhi dunia dan negara-negara yang memiliki kasus terbanyak.

Banyak negara berupaya meningkatkan kesadaran masyarakatnya agar mau melakukan pemeriksaan Covid-19 sedini mungkin demi mencegah penyebaran virus serupa SARS itu meluas.

Beberapa negara yang cukup parah terdampak corona seperti Korea Selatan, Italia, Singapura, hingga Hong Kong dan Taiwan bahkan segera menerapkan perluasan tempat tes corona.

Singapura dan Korea Selatan dinilai bisa menjadi contoh terobosan untuk upaya mengendalikan penyebaran virus corona dengan cara yang diterapkan oleh masing-masing negara.

Korea Selatan

Korea Selatan sempat menjadi salah satu negara paling terdampak penyebaran Covid-19 dari China. Negara yang terletak di selatan Semenanjung Korea itu bahkan sempat menjadi negara kedua dengan kasus corona terbanyak setelah Negeri Tirai Bambu pada awal Maret lalu, dengan jumlah 4.812 kasus dengan 28 kematian.

Kasus corona di Korea Selatan disebut pertama kali menyebar dari sebuah gereja di Daegu, di mana salah satu jemaat positif corona dan masih menghadiri beberapa kali misa.

Beberapa hari sebelum kasus corona melonjak tajam, pemerintahan Presiden Moon Jae-in sudah menerapkan status zona penanganan kusus bagi Daegu, diikuti beberapa wilayah lainnya yang memiliki banyak kasus Covid-19.

Sejak itu, Korea Selatan memperbanyak tempat tes corona dan mendorong warga untuk mau memeriksakan diri, terutama yang telah menjalin kontak dan atau memiliki gejala Covid-19. Korsel menerapkan tes pemeriksaan gratis bagi setiap warganya, termasuk bagi warga asing bahkan pendatang gelap.

“Pemeriksaan Covid-19 di Korsel GRATIS untuk semua orang. Bahkan pemerintah Korea tidak akan menghukum atau memulangkan WNA ilegal yang mengunjungi pusat layanan kesehatan umum untuk pemeriksaan Covid-19 atau dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan Covid-19,” bunyi imbauan KBRI Seoul melalui cuitannya di Twitter, 23 Februari lalu.

Demi mempermudah warga, negeri Ginseng bahkan telah membuka tes pemeriksaan Covid-19 melalui layanan drive-through di sejumlah daerah selain di ibu kota Seoul.

Sebagai contoh, warga kota Goyang yang tak memiliki banyak waktu bisa tetap tes corona tanpa harus turun dari kendaraan.

Pengemudi bisa singgah ke pos drive-through. Di sana petugas medis berpakaian pelindung lengkap akan memeriksa suhu tubuh, termasuk mengambil sampel lendir tenggorokan dan hidung.

Pemeriksaan corona di layanan drive-through hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. Sebelum diperiksa, warga diharuskan mengisi formulir identitas diri berikut riwayat kesehatan dan perjalanan.

Wali Kota Goyang Lee Jae-joon, menyebut cara ini lebih aman dan cepat untuk melacak suspect corona daripada pemeriksaan di rumah sakit dan klinik.

“Dengan cara ini lebih sedikit orang-orang menjalin kontak tatap muka. Jika kita melakukan pemeriksaan di ruangan tertutup, ada kekhawatiran jika suspect corona bisa menularkan penyakit ke orang lain di ruangan tunggu,” kata Lee seperti dikutip dari CNN.

Berdasarkan laporan The Washington Post, sama seperti di rumah sakit, tes swab melalui layanan drive-through juga tak dipungut biaya. Hasil pemeriksaan juga akan keluar sehari setelah melakukan tes.

Warga yang diperiksa Covid-19 akan diberitahu hasilnya melalui pesan singkat yang dikirimkan dari pusat pemeriksaan.

Sejauh ini, berdasarkan laporan The Washington Post, 24 ribu warga Korea Selatan atau satu di antara 250 orang telah menjalani tes Covid-19. Jumlah ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara dengan tingkat pemeriksaan Covid-19 tertinggi di dunia saat ini.

Fasilitas kesehatan di Korea Selatan mampu melakukan total 10 ribu tes setiap harinya.

Tak hanya itu, petugas medis juga akan mendatangi warga lanjut usia dan mereka yang tidak bisa bepergian karena sakit untuk melakukan tes corona.

Singapura

Singapura dianggap menjadi negara paling baik menangani penyebaran virus corona. Negara kota yang menjadi pusat perekonomian di Asia Tenggara itu cukup terpukul ketika jumlah kasus corona melonjak pertengahan Februari lalu.

Sejak itu, pemerintah meminta seluruh warga untuk melakukan tes corona. Pemerintah bahkan memasang iklan di berbagai bentuk media massa, termasuk koran, berisikan desakan bagi warga untuk melakukan tes Covid-19 meski hanya memiliki gejala ringan.

Dilansir Time, demi menarik perhatian warganya, Singapura bahkan menggratiskan biaya pemeriksaan Covid. Pemerintah bahkan menjamin biaya perawatan bagi warga yang dicurigai mengidap atau bahkan positif corona.

Hal itu bahkan dijamin langsung oleh Perdana Menteri, Lee Hsien Loong. Lee meminta seluruh warga negara untuk tenang dan menjamin bahwa segala perawatan berkaitan dengan Covid-19 akan digratiskan.

Semula, pemerintah Singapura juga menjamin biaya perawatan bagi warga asing yang menjadi pasien corona. Namun, terhitung 7 Maret ini, seluruh pendatang yang mengunjungi Singapura dengan short-term visit pass (visa turis/kunjungan 30 hari) dan menjalani pengobatan Covid-19 di Singapura, diharuskan membayar biaya pengobatan.

Singapura masih menjamin biaya perawatan bagi warga asing yang memiliki izin tinggal tetap (permanent resident).

Selain, mengkampanyekan pemeriksaan corona, penanganan wabah juga didukung dengan desakan pemerintah Singapura agar warganya melakukan pemantauan diri termasuk isolasi mandiri jika memang merasa menjalin kontak dengan suspect/pasien corona dan mengalami gejala Covid-19.

Pemerintah Singapura menekankan tanggung jawab kolektif ke setiap warganya demi mencegah penyebaran Covid-19. Sejak wabah mulai menyebar, dilansir The Guardian, warga Singapura secara mandiri telah melakukan karantina mandiri.

Singapura akan menjatuhkan sanksi denda sampai 10 ribu dolar Singapura atau penjara enam bulan. Pemerintah Singapura juga tak semata-mata memberlakukan kebijakan isolasi mandiri.

Mereka turut memberi bantuan keuangan sebesar 100 dolar Singapura per hari bagi pebisnis dan pekerja lepas karena terpaksa meliburkan usaha dan bekerja dari rumah.

Singapura juga melarang para majikan dan pemilik perusahaan mengurangi jatah cuti tahunan karyawan karena karantina.

Selain itu, Singapura juga rajin membuka perkembangan kasus Covid-19 di negara mereka dengan memperbarui data pasien yang baru terkonfirmasi lengkap dengan kronologi hingga riwayat perjalanan mereka. Meski begitu, Singapura merahasiakan identitas para pasien kecuali umur dan kewarganegaraan.

Selain itu, Singapura juga membagi kasus corona berdasarkan kluster atau area di mana pasien itu terjangkit sehingga mudah melacak orang-orang yang kemungkinan menjalin kontak dengan para pasien.

China

Sebagai negara pusat penyebaran virus corona, China mungkin tidak beruntung lantaran menjadi tempat kemunculan pertama sekitar Desember 2019 lalu.

Namun, ketidakberuntungan itu tak menjadikan pemerintahan Presiden Xi Jinping loyo dalam membendung virus yang telah menyebar ke 162 negara dan wilayah di dunia itu.

Meski sempat dianggap tidak transparan, pemerintah China setidaknya membuktikan keberhasilan mereka dalam menekan kemunculan kasus virus corona baru di luar Provinsi Hubei, yang menjadi sumber penyebaran Covid-19.

Menurut laporan South China Morning Post, ketika kasus corona terus melonjak dan meluas di sejumlah kawasan dan negara seperti Iran dan Italia, angka kasus virus corona baru justru terus menurun signifikan di China. Negeri Tirai Bambu bahkan melaporkan nihil kasus corona baru di luar Provinsi Hubei per Selasa (17/3).

Hal itu disebut berhasil dilakukan lantaran China menerapkan sejumlah kebijakan ketat dan cepat tanggap.

Pertama, segera mengisolasi sumber penyebaran virus. Pada 11 Januari lalu, China secara mantap menyatakan mengisolasi total Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang disinyalir menjadi tempat virus pertama kali muncul dan berkembang.

Tak lama, 15 kota di provinsi tersebut juga menerapkan hal yang sama.

China juga meminta seluruh masyarakat untuk berinisiatif memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik.

Pemerintahan Presiden Xi menerapkan tes pemeriksaan dan perawatan gratis terkait Covid-19 bagi masyarakat dengan atau tanpa gejala meski pada akhirnya hasil menyatakan negatif.

Walaupun kebijakan itu membuat masyarakat menyerbu rumah sakit dan klinik, China tetap melakukannya.

Negeri Tirai Bambu bahkan sampai mengirim tenaga medis dan peralatan kesehatan tambahan ke wilayah-wilayah dengan kasus corona banyak demi mengantisipasi lonjakan pasien dan warga yang ingin diperiksa.

China juga membangun sejumlah rumah sakit darurat dalam hitungan minggu yang khusus menangani pasien corona. (rds/ayp)

Sumbe: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200317200630-113-484343/tes-corona-china-hingga-singapura-gratis-sampai-drive-thru

“Jemput bola” mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi tersebut. Satu keputusan yang tepat diambil oleh pemerintah dalam mengirim team medis untuk bergerak maju mendatangi seluruh warganya untuk dapat melakukan pengecekan kesehatan. Team medis membawa sebuah pertolongan secara dini untuk dapat menekan angka penderita Covid 19 sehingga akan menguragi angka kematian.

Ribuan tahun yang lalu ada seorang Anak Manusia yang meninggalkan kerajaanNya untuk datang ke sebuah dunia yang penuh dengan kejahatan. Dia datang tanpa membawa embel-embel kerajaannya tetapi Dia datang dengan segala kesederhanaanNya untuk dapat memberikan obat penyembuhan bagi semua umat manusia yang sakit akibat dosa. “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” 1 Timotius 1:15

Obat serta harapan satu-satunya di dunia ini yang sedang mengalami sebuah krisis global akan kebutuhan kesembuhan, harapan akan keluar dari sebuah krisis yang membuat ketakutan hampir di seluruh penjuru dunia ini adalah melalui Dia saja.

Di dalam Kitab Markus 5:21-43 Yesus menyembuhkan wanita yang menderita pendarahan bertahun-tahun dan bahkan Yesus membangkitkan anak Yairus ang telah mati. Apa yang membuat hal itu terjadi tentunya oleh karena kuasa Yesus dan juga iman dari mereka sebagaimana tertulis “Maka kata-Nya kepada perempuan itu: ‘Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!’” Markus 5:34

Solusi untuk ketakutan dan kekhawatiran kita ada di dalam Dia, tinggal apa yang akan menjadi pilihan Anda, saya dan semua umat manusia di dunia ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here