snow with umbrella Copy

Waspadai Pergaulan Dengan Dunia
[AkhirZaman.org] (Dikutip dari Wahyu 18:1-3.) Sementara pekabaran ini dikumandangkan, sementara seruan kebenaran sedang melakukan pekerjaan pemisahannya, kita sebagai pengawal-pengawal Allah yang setia harus memahami apa kedudukan kita yang sebenarnya. Kita tidak boleh bersekongkol dengan orang-orang dunia, agar tidak dipengaruhi dengan roh mereka sehingga pemahaman rohani kita menjadi kacau dan kita memandang mereka yang memiliki kebenaran dan melaksanakan pekabaran Tuhan dari sudut pandang gereja-gereja yang mengaku Kristen. Pada waktu yang sama kita tidak boleh menjadi seperti orang-orang Farisi dan meninggikan diri di atas mereka.–EGW’88 1161 (1893). 

Mereka yang sedang berjaga-jaga dan menunggu kedatangan Kristus di awan-awan surgawi tidak akan berbaur dengan dunia dalam lingkungan dan perkumpulan kepelesiran sekadar untuk kesenangan mereka sendiri.–Ms 4, 1898.

Mengadakan kontrak-kontrak ataupun hubungan kemitraan bisnis dengan mereka yang tidak seiman dengan kita tidaklah sesuai dengan kehendak Allah.-RH, 4 Agustus 1904.

Kita hanya boleh bergabung dengan orang-orang lain sejauh dapat kita lakukan tanpa harus mengorbankan prinsip. lni bukan berarti bahwa kita harus ikut dalam pesta-pesta dan acara-acara mereka, tetapi kita harus memberitahukan kepada mereka bahwa kita sangat bersungguh-sungguh dalam soal pertarakan.-Te 220 (1884).

Rekreasi yang Kristus lzinkan
Adalah kesempatan dan tugas orang-orang Kristen untuk berusaha menyegarkan jiwa mereka serta menguatkan tubuh mereka melalui rekreasi yang tidak salah, dengan maksud menggunakan kemampuan jasmani dan pikirani mereka bagi kemuliaan Allah.–MYP 364 (1871).

Orang-orang Kristen memiliki banyak sumber kebahagiaan yang mereka kuasai, dan mereka dapat mengatakan dengan ketepatan yang pasti sumber mana yang absah dan benar. Mereka boleh menikmati rekreasi-rekreasi semacam itu asalkan jangan mengganggu pikiran atau merendahkan jiwa, dan juga tidak mengecewakan dan meninggalkan suatu pengaruh menyedihkan sesudahnya yang merusak harga diri atau menghalangi manfaatnya. Kalau mereka dapat membawa Yesus serta dan memelihara suatu roh suka berdoa maka mereka benar-benar aman.-MYP 38 (1884).

Perkumpulan-perkumpulan kita harus diatur begitu rupa, dan kita juga harus membenahi diri sedemikian rupa, sehingga bilamana kita pulang ke rumah maka hati sanubari kita dapat terhindar dari berdosa terhadap Allah dan manusia, sadar bahwa kita tidak melukai maupun menyakiti dengan cara apa pun kepada mereka dengan siapa kita telah bergaul, atau memberi pengaruh yang mencelakakan terhadap mereka. . . .

Hiburan apa pun yang kamu bisa ikuti, sambil memohon berkat Allah atasnya dengan iman, itu tidak berbahaya. Tetapi hiburan mana pun yang membatalkan kamu mengadakan doa pribadi, berserah pada mezbah permintaan doa, atau ikut ambil bagian dalam persekutuan doa, hiburan itu tidaklah aman melainkan berbahaya.–MYP 386 (1913).

Musik yang Mengangkat Jiwa
Sementara anak-anak Israel berjalan melintasi padang belantara sambil menghibur diri dengan lagu nyanyian kudus, demikian juga Allah menyuruh anak-anak-Nya sekarang ini supaya menggembirakan hidup pengembaraan mereka. Hanya ada sedikit cara yang lebih efektif untuk menanamkan Firman-Nya dalam ingatan dibanding dengan mengulang-ulanginya dalam nyanyian. Dan nyanyian demikian mempunyai kuasa yang luar biasa. ltu berkuasa mengurangi kekasaran dan sifat-sifat tidak beradab, kuasa untuk mencerdaskan pikiran dan membangkitkan rasa simpati, mendorong keselarasan bertindak, serta menghapuskan kegelapan maupun prasangka yang merusak semangat dan melemahkan usaha.–Ed 167, 168 (1903).

Musik menjadi bagian dari perbaktian Allah di istana surga, dan dalam nyanyian-nyanyian pujian kita harus berusaha untuk sedapat mungkin mendekati keharmonisan paduan-paduan surgawi. . . . Sebagai bagian dari acara rohani. nyanyian juga merupakan tindakan perbaktian sama seperti berdoa.-PP 594 (1890).

Pemakaian alat-alat musik tidak sama sekali ditolak. Alat-alat ini telah digunakan dalam upacara-upacara rohani pada zaman purba. Orang-orang yang berbakti memuji Allah dengan kecapi dan ceracap, maka musik haruslah mendapat tempat dalam upacara-upacara perbaktian kita.—Ev 500, 501 (1898).

Televisi dan Bioskop
Di antara sumber-sumber kepelesiran yang paling berbahaya adalah bioskop. Bukannya menjadi sekolah akhlak dan tabiat, sebagaimana sering dianggap, bioskop adalah persemaian kebejatan moral. Kebiasaan-kebiasaan jahat dan kecenderungan-kecenderungan keji diperkuat dan diperteguh oleh hiburan-hiburan seperti ini. Nyanyian-nyanyian, tingkah-laku cabul, ekspresi dan sikap-sikap yang murahan, merendahkan daya khayal serta menurunkan akhlak.

Setiap orang muda yang terbiasa menonton pertunjukan demikian akan rusak prinsipnya. Tidak ada pengaruh di negeri kita ini yang lebih berkuasa untuk meracuni daya khayal merusak pengaruh-pengaruh rohani, dan menumpulkan kesukaan terhadap kesenangan-kesenangan yang tenang serta kenyataan-kenyataan hidup yang wajar, selain daripada hiburan-hiburan pertunjukan. Kegandrungan akan hal ini meningkatkan setiap pemanjaan, seperti keinginan terhadap minuman keras untuk makin kuat penggunaannya. -4T 652, 653 (1881).

Tidak bakal ada permohonan akan berkat Allah selama jam yang digunakan di bioskop atau ruang dansa. Tidak ada orang Kristen yang ingin mati di tempat seperti itu. Tidak ada yang ingin kedapatan berada di sana bilamana Kristus datang.-MYP 398 (1882).

Satu-satunya hiburan yang aman adalah yang tidak akan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang khidmat rohani. Satu-satunya sumber yang aman adalah di mana kita dapat mengajak Yesus bersama kita.-OHC 284 (1883).

Pakaian dan Perhiasan
salib CopyTidak perlu membuat masalah pakaian sebagai hal yang utama dari agamamu. Ada yang lebih berguna untuk membicarakannya. Bicarakanlah tentang Kristus, dan apabila hati itu sudah bertobat maka segala sesuatu yang tidak selaras dengan Firman Allah akan hilang dengan sendirinya.-Ev 272 (1889).

Kalau kita orang Kristen maka kita harus mengikuti Kristus, sekali pun jalan yang harus kita jalani itu menghalangi kecenderungan-kecenderungan alamiah kita. Tidak ada gunanya mengatakan kepadamu tidak boleh memakai ini atau itu, karena jika kesenangan akan perkara-perkara yang sia-sia ini ada di dalam hatimu maka engkau melepaskan perhiasan-perhiasan itu hanyalah bagaikan memangkas ranting-ranting dari sebatang pohon saja. Kecenderungan hati alamiah itu akan kembali menampakkan diri. Engkau harus mempunyai hati nurani sendiri.-CG 429, 430 (1892).

Saya menghimbau kepada anggota-anggota kita agar berlakulah teliti dan berhati-hati di hadapan Allah. lkutilah mode pakaian sejauh itu cocok dengan prinsip-prinsip kesehatan. Hendaklah saudari-saudari kita berpakaian sederhana seperti dilakukan banyak orang, memakai pakaian dari bahan yang baik dan tahan lama, sesuai dengan zaman sekarang, dan janganlah soal berpakaian saja yang dipikirkan. Saudari-saudari kita harus berpakaian dengan sederhana. Mereka harus mengenakan pakaian yang sopan, dengan perasaan malu dan tidak sembrono. Tunjukkanlah kepada dunia suatu gambaran yang hidup tentang perhiasan batin rahmat Allah. -3SM 242 (1897).

Penampilan luar merupakan suatu petunjuk dari hati.–IT 136 (1856).

Perlunya Bahan-Bahan Cetakan
Bahan-bahan cetakan harus diterbitkan, ditulis dengan bahasa yang paling sederhana dan paling bersahaja, yang menjelaskan tentang pokok-pokok yang sangat penting, dan memperkenalkan perkara-perkara yang akan terjadi di dunia.- HM. 1 Februari 1890.

Pekabaran pertama dan kedua diberikan pada tahun 1845 dan 1844, dan sekarang kita berada dalam masa pekabaran yang ketiga, tetapi ketiga-tiganya harus tetap dikumandangkan. . . . Pekabaran-pekabaran ini harus kita sampaikan kepada dunia melalui bahan-bahan cetakan, melalui percakapan, tampilkan berdasarkan garis sejarah nubuatan perkara-perkara yang sudah terjadi dan yang akan terjadi.–CW 26, 27 (1896). 

Kebenaran yang sebenarnya harus dibicarakan melalui risalah-risalah dan traktat-traktat, dan ini harus disebarkan bagaikan daun-daun di musim gugur.–9T 230 (1897).

Buku-buku Para Nabi dan Bapa, Daniel dan Wahyu, serta Kemenangan Akhir sekarang ini diperlukan lebih dari waktu-waktu yang lalu. Buku-buku ini harus disebarluaskan Karena; kebenaran-kebenaran yang ditekankannya akan membuka, banyak mata yang buta.–CM 123 (1905). 

Selama pintu kasihan masih terbuka akan tetap ada kesempatan bagi penginjil literatur untuk bekerja.–61  478 (1900).

Jangan Ada Kecaman-Kecaman Di Dalam Penerbitan Kita
Mereka yang menulis untuk majalah-majalah kita janganlah membuat kecaman-kecaman dan sindiran-sindiran yang pasti akan merusak dan menghalangi jalan serta merintangi kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan demi menjangkau semua golongan, termasuk umat Katolik. Pekerjaan kita ialah membicarakan kebenaran dengan kasih, dan bukan mencampurkan kebenaran itu dengan unsur-unsur hati daging yang tidak disucikan dan membicarakan hal-hal yang berbau roh yang sama seperti dimiliki musuh-musuh kita. . .

Kita tidak boleh menggunakan kata-kata yang kasar dan menusuk. Keluarkanlah kata-kata demikian dari setiap artikel yang ditulis, dan buanglah itu dari tiap ucapan kita. Biarlah Firman Allah yang memotong dan menemplak; hendaklah manusia yang fana bersembunyi dan berdiam di dalam Yesus Kristus.—9T 240, 241, 244 (1909).

Kita harus membuang setiap ungkapan dalam tulisan-tulisan kita, ucapan-ucapan kita, yang kalau disimak secara terpisah dapat disalahtafsirkan sehingga tampaknya bermusuhan dengan hukum dan peraturan. Segalanya harus diperhatikan dengan teliti supaya kita tidak dicatat seolah-olah mengucapkan hal-hal yang akan membuat kita tampak membangkang terhadap negara dan undang-undang kita. -Surat 36, 1895.

Kekristenan tidak dinyatakan dalam tudingan-tudingan dan kecaman-kecaman yang kasar.–6T 397 (1900).

Waspada Terhadap Ajaran Palsu
Allah tidak mengabaikan umat-Nya lalu memilih seorang di sini dan seorang lagi di sana sebagai orang-orang yang layak dipercayakan dengan kebenaran-Nya. la tidak memberikan kepada satu orang terang baru yang bertentangan dengan dasar iman organisasi. Dalam setiap pembaruan orang-orang sudah bangkit dengan pengakuan ini. . . . Janganlah seorang yang terlalu percaya diri, seakan-akan Allah telah memberikan kepada mereka terang khusus lebih dari saudara-saudaranya.

Seseorang menerima pemikiran baru dan asli yang Kelihatannya tidak bertentangan dengan kebenaran. Dia . . . terus-menerus memikirkannya sampai hal itu tampak baginya seperti dibaluti dengan keindahan dan penting, sebab Setan pun berkuasa untuk memberikan pemandangan palsu ini. Akhirnya hal itu menjadi tema yang menyerap segala sesuatu, sehingga kebenaran tercabut dari dalam hati. . . . 

Saya mengamarkan kamu supaya waspada terhadap ajaran-ajaran palsu ini, yang cenderung mengalihkan pikiran dari kebenaran. Kesalahan tak pernah tidak merugikan. ltu tidak pernah menyucikan, melainkan selalu menimbulkan kekacauan dan perselisihan.–5T 291, 292 (1885).

Tekankan Kesatuan, Bukan Perbedaan
Ada seribu godaan terselubung yang disiapkan bagi mereka yang memiliki terang kebenaran, dan satu-satunya yang aman bagi siapa pun di antara kita ialah tidak menerima doktrin baru, tidak menerima penafsiran baru tentang Kitab Suci tanpa lebih dulu menyerahkannya kepada saudara-saudara yang berpengalaman. Paparkanlah itu di hadapan mereka dengan roh yang rendah hati dan mau diajar, dengan doa yang tekun, dan kalau mereka tidak menemukan terang di dalamnya, berserahlah kepada penilaian mereka, karena di dalam banyak nasihat ada keselamatan. . . .

Pria dan wanita akan bangkit dengan mengaku memiliki suatu terang baru atau wahyu baru yang maksudnya hendak menggoyahkan iman dalam pedoman-pedoman lama. Doktrin-doktrin mereka tidak akan tahan terhadap ujian Firman Allah, namun jiwa-jiwa akan tertipu. Laporan-laporan palsu akan disebarkan, dan sebagian orang akan terjerat di dalam nya. . . . Kita tidak dapat berhati-hati sekali menghadapi setiap bentuk kesalahan, karena Setan senantiasa berusaha menarik manusia dari kebenaran.-5T 295, 295, 296 (1885).

Kita harus melihat pentingnya bersatu, bukan supaya kita menuntut orang lain untuk menyetujui pandangan-pandangan kita, tetapi kalau semua mencari kelembutan dan kerendahan hati Kristus, mereka akan memiliki pikiran Kristus. Maka akan ada kesatuan roh. Surat 15, 1892.

Saya minta mereka yang mengaku percaya pada kebenaran supaya berjalan dalam persatuan dengan saudara-saudara mereka. Jangan berusaha memberikan kesempatan kepada dunia ini untuk menuduh bahwa kita adalah kaum ekstrem, bahwa kita tidak bersatu, bahwa yang satu mengajarkan sesuatu hal sementara yang lain mengajarkan hal yang lain lagi. Hindarilah perselisihan.–TM 57 (1893).

Bagaimana Menghadapi Kritikan
Mereka yang sudah meninggalkan iman akan datang keperkumpulan kita untuk mengalihkan perhatian kita dari pekerjaan yang Allah hendak laksanakan. Engkau tidak sanggup memalingkan telinga dari kebenaran cerita dongeng. Jangan berhenti mencoba untuk mempertobatkan seseorang yang  mencela pekerjaanmu, tetapi biarlah tampak bahwa engkau diilhami oleh Roh Yesus Kristus, dan malaikat-malaikat, Allah akan menaruh perkataan di bibirmu yang akan menjangkau hati para penentang itu. Kalau orang-orang ini tetap saja memaksakan kemauannya, mereka yang memiliki pikiran yang peka di dalam jemaat akan mengerti bahwa perkataanmu mempunyai standar yang lebih tinggi. Karena itu bicaralah agar diketahui bahwa Yesus Kristus sedang berbicara melalui dirimu.—9T 148, 149 (1909).

Tinggikan Firman Allah
Kalau kita bekerja untuk menciptakan suatu perasaan gembira maka kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan, dan lebih dari mungkin dapat kita kelola. Dengan tenang dan jelas Khotbahkanlah Firman itu. Kita tidak boleh manganggap sebagai tugas kita untuk menciptakan suatu kegembiraan. Roh Kudus Allah sajalah yang dapat menciptakan semangat yang sehat. Biarlah Allah bekerja, dan biarlah agen manusia itu berjalan dengan tenang di hadapan-Nya, sambil memperhatikan, menunggu, berdoa, memandang kepada Yesus setiap saat, dituntun dan dikendalikan oleh Roh yang mulia, yang merupakan terang dan kehidupan.-2SM 16, 17 (1894).

Kita harus pergi kepada orang banyak membawa Firman Allah yang teguh, dan bilamana mereka menerima Firman itu maka Roh Kudus akan datang, tetapi la selalu datang seperti yang telah saya katakan sebelumnya, dalam cara yang layak bagi-Nya pada pertimbangan orang banyak. Dalam khotbah kita, nyanyian kita, dan segala kegiatan rohani kita, kita harus menyatakan keanggunan dan keagungan serta rasa takut yang saleh yang menggerakkan setiap anak Allah yang sejati.–2SM 43 (1908).

Adalah melalui Firman itu — bukan perasaan atau kegairahan — yang kita inginkan untuk mempengaruhi orang banyak agar menuruti kebenaran. Di atas mimbar Firman Allah kita dapat berdiri dengan aman.–3SM 375 (1908).

 

-PPAZ

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here