arab saudi

[AkhirZaman.org] Dua bersaudari asal Arab Saudi yang kabul dari keluarganya dan menghabiskan berbulan-bulan dalam persembunyian di Hong Kong kini mendapatkan tempat tinggal di negara lain. Diwartakan CNN, Senin (25/3/2019), dua perempuan muda berusia 18 tahun dan 20 tahun itu dikenal sebagai Reem dan Rawan, bukan nama asli karena untuk melindungi nama asli mereka. Mereka kabur dari keluarganya ketika liburan di Sri Lanka dan kemudian dicegat di Hong Kong saat berupaya menuju Australia untuk mendapatkan suaka.

Keduanya bertekad untuk meninggalkan kehidupan yang penuh penyiksaan. Reem dan Rawan mengaku dipukuli ayah dan saudara laki-lakinya. Kakak beradik itu sekarang bisa bernapas lega karena telah memperoleh negara suaka yang mau menampung mereka. Untuk alasan keamanan, nama negara tersebut tidak dirilis. “Ya Tuhan, saya sangat bahagia,” kata Rawan. “Saya berteriak, ini saya dan terjadi. Ini kelegaan dan tak akan terlupakan,” ucapanya seperti dikutip dari ABC News. Pengacara mereka, Michael Vidler, mengatakan kakak beradik tersebut telah menerima visa kemanusiaan setelah selama 6 bulan tinggal di Hong Kong. Mereka selama ini tinggal di 15 rumah penampungan secara bergantian, mulai dari hidup bersama seorang biarawati, berbagai keluarga, dan tinggal di rumah khusus menangani perempuan yang mengalami kekerasan. Mereka takut dicegat pejabat Saudi dan saudara lainnya untuk memaksa kembali pulang ke rumah. Mereka cemas akan mendapat hukuman, termasuk yang mengancam nyawa. “Untuk memastikan keamanan mereka selanjutnya, kami tidak mengungkapkan negara ketiga tempat kakak beradik itu sekarang tinggal,” tulis Vidler dalam pernyataan. “Kami juga tidak akan memberikan perincian lebih lanjut,” lanjutnya.

Amnesty International menyambut baik kabar dari dua bersaudari yang memiliki keberanian dan mengambil risiko besar. “Kakak beradik ini harus diizinkan untuk membangun kehidupan mereka tanpa harus mengalami ketakutan akan keluarga mereka atau pemerintah Saudi yang memaksa mereka kembali,” kicaunya di Twitter. Kisah mereka mengingatkan kembali pada perempuan Saudi berusia 18 tahun Rahag Al-Qunun yang menyita perhatian internasional. Dia juga kabur dari penyiksan keluarganya dan kini telah mendapatkan suaka dengan status pengungsi di Kanada.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/26/16242761/dua-gadis-saudi-yang-kabur-dari-keluarganya-kini-dapat-negara-suaka.

Berita ini adalah salah satu berita kekerasan yang terjadi. Setelah bumi ini jatuh kedalam dosa “adapun bumi ini telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan”. (Kejadian 6:11), dalam Kejadian 6:13 oleh karena kekerasan yang terjadi maka Tuhan mau membinasakan bumi ini. “orang menjerit oleh karena banyaknya penindasan, berteriak minta tolong oleh karena kekerasan orang-orang yang berkuasa, ayub 35:9. Kekerasan dunia ini akan tetap ada sampai akhir dari sejarah dunia ini.

Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (Wahyu 2:16)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here